Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memahami Paparan Data Pra-Tindakan (Preliminary Study) Penelitian


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A.    Paparan Data
                                                                             
1.     Paparan Data Pra-Tindakan (Preliminary Study)

Penelitian Tindakan kelas ini dilakukan melalui tiga tahap, tahap pertama yaitu tahap pra siklus, tahap kedua adalah tahap pelaksanaan siklus 1 dan tahap ketiga adalah tahap pelaksanaan siklus 2. Pra siklus sebagai pra penelitian, wawancara dengan guru mata pelajaran Matematika dilaksanakan pada tanggal 01 November 2013, dilanjutkan dengan tes awal dan mempersiapkan instrumen penelitian tindakan kelas pada tanggal 04 November 2013. Kemudian dilanjutkan pelaksanaan siklus 1 dan siklus 2. Siklus 1 dilaksanakan pada tanggal 06 November 2013. Siklus 2 dilaksanakan pada tanggal 09 November 2013. Berdasarkan hasil observasi, peneliti yang berkolaborasi dengan guru mata pelajaran Matematika kelas V MIN Peudada Nomor 1 dan hasil evaluasi pada setiap tindakan yang telah dilakukan dalam mengatasi masalah keaktifan dan ketuntasan hasil belajar peserta didik setelah penerapan metode pembelajaran Penugasan materi pokok penjumlahan pecahan tidak sama, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut.
1)     Pra Siklus
Sebelum pelaksanaan siklus demi siklus yang diterapkan dalam pembelajaran peneliti melakukan observasi awal terlebih dahulu (pra siklus) terhadap proses pembelajaran Matematika dikelas V MIN Peudada Nomor 1. Pelaksanaan pembelajaran pra siklus untuk kelas V  yang diampu oleh bapak Hambali, A.Ma.Pd. Dilaksanakan pada hari jumat tanggal 01 November 2013 untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik khususnya pada materi pokok penjumlahan pecahan tidak sama.
Tahap ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh hasil belajar peserta didik untuk mengetahui pembelajaran Matematika kelas V sebelum diterapkan metode Penugasan, dengan melihat atau mengamati secara langsung pembelajaran yang ada dikelas, kemudian dicatat yang terjadi selama pembelajaran berlangsung, berdasarkan hasil pengamatan pada pelaksanaan pra siklus, guru mata pelajaran Matematika dalam pembelajarannya belum menggunakan model pembelajaran aktif seperti penugasan guru hanya menjelaskan secara langsung dikelas sehingga pembelajaran terlihat monoton dan siswa menjadi bosan dan kurang semangat sedangkan guru terus-menerus memberikan materi sedangkan peserta didik sibuk dengan           kegiatanya sendiri dibelakang sehingga yang terjadi pembelajaran satu arah tanpa ada umpan balik.
Observasi pada tahap pra siklus ini menggunakan instrumen observasi yang dipegang oleh peneliti dan lembar kerja soal yang dipegang oleh guru untuk dibagaikan kepada peserta didik diakhir penelitian sebagai tes awal atau pre tes. Selama proses pembelajaran berlangsung, guru menjelaskan materi “penjumlahan pecahan tidak sama“ dan peserta didik mendengarkan apa yang di sampaikan oleh guru kemudian peserta didik diminta mencatat apa yang ditulis guru dipapan tulis. Pada tabel 4.1. Berikut ini merupakan data pengamatan keaktifan peserta didik kelas V MIN Peudada Nomor 1 pada pra siklus sebelum penerapan metode pembelajaran Penugasan.
Tabel 4. 1
Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus I

Pengamatan Tindakan
NO
Nama Siswa
Aspek Pengamatan
Jumlah Skor
Prosentase
A
B
C
D
E
1
Al-Fitrah
3
3
2
2
3
13
50 %
2
Al-Qausar
4
4
3
3
4
18
69 %
3
Fahril Fahlevi
3
3
3
2
3
14
53 %
4
Hadi Riska
4
4
3
3
4
18
69 %
5
Khaidir Khalid
4
4
2
3
4
17
65 %
6
Mahyuda
3
2
4
4
4
17
65 %
7
Muammar
3
3
2
2
3
13
50 %
8
Miftah Helmiza
4
4
3
3
4
18
69 %
9
Mujiburrahman
3
3
3
2
3
14
53 %
10
M.Azkiya
4
4
3
3
4
18
69 %
11
M.Reza Fahlevi
4
4
3
3
4
18
69 %
12
M.Rajul Rizki
4
4
2
3
4
17
65 %
13
Musliadi
4
4
4
3
3
18
69 %
14
Syarwani
4
3
3
4
4
18
69 %
15
Rizki Maulana
3
3
4
3
4
17
65 %
16
Zulfikri
4
4
3
3
4
18
69 %
17
Hifazhurrahman
3
3
3
2
3
14
53 %
18
Halida Rahmawati
3
3
2
2
3
13
50 %
19
Helda Anggreini
4
4
3
3
4
18
69 %
20
Khairun Nisak
3
3
3
2
3
14
53 %
21
Nurul Amini
4
4
3
3
4
18
69 %
22
Nurah Nabila
4
4
3
3
4
18
69 %
23
Nurul Syafiqah
3
3
3
2
3
14
53 %
24
Rahmatina
4
4
3
3
4
18
69 %
25
Siti Munawarah
3
3
3
2
3
14
53 %
26
Zuhra
4
4
3
3
4
18
69 %
JUMLAH
93
91
76
71
94
425
62,50 %





Keterangan :
Indikator
A         : Peserta didik bersemangat dan siap dalam KBM.
B         : Partisipasi peserta didik dalam menjawab pertanyaan prasarat yang
             diajukan guru.
C         : Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang Penjumlahan
             pecahan tidak sama
D         : Peserta didik yang aktif dalam diskusi kelompok.
E          : Peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas yang di berikan pendidik
              dengan baik
Keterangan :
Skor                5 (sangat baik)
                        4 (baik)
                        3 (cukup)
                        2 (rendah)
                        1 (kurang)
                           Skor yang dicapai
Prosentase (%) =                                x 100%
                           Skor maksimal

                                    450
                        =                      x 100
                                    680

                        = 62,50 % (cukup)

Setelah mengamati secara proses pembelajaran Matematika kelas V pada tahap pra siklus, kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru mitra untuk tahap berikutnya yaitu tahap siklus I.
2.     Paparan data Tindakan I

Penelitian tindakan kelas pada pra siklus I dilaksanakan oleh peneliti. sebagai pengampu mata pelajaran Matematika kelas V MIN Peudada Nomor 1. Pada siklus ini observasi dilaksanakan 07 November 2013. Langkah-langkah ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang akan dijelaskan sebagai berikut:                                           
a.     Tahap Perencanaan
        
Berdasarkan pengamatan aktivitas dan hasil belajar yang diperoleh peserta didik, peneliti bersama guru pengampu mata pelajaran Matematika merencanakan pembelajaran dengan menerapkan metode penugasan pada siklus 1, dengan tujuan aktivitas dan hasil belajar peserta didik menjadi lebih baik dari sebelumnya. Adapun perencanaan secara rinci adalah sebagai berikut:
1)     Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disesuaikan dengan tindak lanjut dari pra siklus dan menyiapkan peserta didik benar-benar pada suasana penyadaran diri untuk melakukan pembelajaran Penugasan. Persiapan ini akan ditentukan terlebih dahulu antara guru dan peserta didik di luar jam pelajaran.
2)     Menyusun skenario pembelajaran, Penugasan dengan menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan  Pembelajaran), dan soal tugas rumah
3)     Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik.
4)     Menyusun lembar observasi untuk penilaian keaktifan peserta didik. Lembar observasi keaktifan yang digunakan berbentuk tabel yang berisi berbagai macam aktivitas peserta didik selama mengikuti pembelajaran.
5)     Membentuk kelompok heterogen peserta didik di bagi menjadi 6 kelompok setiap 1 kelompok terdiri dari 4 -5 orang
6)     Menyiapkan format evaluasi yang berupa tes formatif
7)     Mengembangkan format evaluasi metode pengajaran penugasan  
b.     Pelaksanaan Tindakan I        

Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran penugasan  pada siklus 1 ini adalah sebagai berikut:
a)     Guru melaksanakan apa yang telah disepakati setelah melakukan diskusi dengan peneliti pada tahap perencanaan yaitu, melakukan tindakan yang tertera dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
b)     Guru melakukan pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar yang berlangsung dengan materi penjumlahan pecahan tidak sama.
c)     Guru memotivasi peserta didik untuk mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama dengan kelompoknya .
d)     Guru memberikan tes pada peserta didik untuk dapat di ketahui keberhasilan pertemuan pada siklus I.                                            
c.      Hasil Observasi Tindakan I

a)     Pengamatan terhadap keaktifan peserta didik.
Langkah ini merupakan pengamatan terhadap keaktifan peserta didik dalam metode penugasan.
Keaktifan yang diamati ada 5 kategoridiantaranya :
1)     Peserta didik bersemangat dan siap dalam KBM.
2)     Partisipasi peserta didik dalam pertanyaan pra syarat yang di ajukan guru.
3)     Peseta didik memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan pecahan tidak sama .
4)     Peserta didik yang aktif dalam diskusi kelompok.
5)     Peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas yang diberikan pendidik dengan baik.
b)     Pengamatan terhadap guru.
Peneliti mengamati guru dalam pengelohan kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran penugasan penjelasan dapat dilihat pada lampiran 2. Pada tabel 4. 3 berikut ini merupakan data pengamatan keaktifan peserta didik kelas V MIN Peudada Nomor 1 pada siklus 1 (penerapan metode pembelajaran). Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada daftar keaktifan belajar siklus 1 pada tabel 4.3.
Tabel 4. 3
Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus II

Pengamatan Tindakan
NO
Nama Siswa
Aspek Pengamatan
Jumlah Skor
Prosentase
A
B
C
D
E
1
Al-Fitrah
3
3
2
2
3
13
50 %
2
Al-Qausar
4
4
3
3
4
18
69 %
3
Fahril Fahlevi
3
3
3
2
3
14
53 %
4
Hadi Riska
4
4
3
3
4
18
69 %
5
Khaidir Khalid
4
4
2
3
4
17
65 %
6
Mahyuda
3
2
4
4
4
17
65 %
7
Muammar
3
3
2
2
3
13
50 %
8
Miftah Helmiza
4
4
3
3
4
18
69 %
9
Mujiburrahman
3
3
3
2
3
14
53 %
10
M.Azkiya
4
4
3
3
4
18
69 %
11
M.Reza Fahlevi
4
4
3
3
4
18
69 %
12
M.Rajul Rizki
4
4
2
3
4
17
65 %
13
Musliadi
4
4
4
3
3
18
69 %
14
Syarwani
4
3
3
4
4
18
69 %
15
Rizki Maulana
3
3
4
3
4
17
65 %
16
Zulfikri
4
4
3
3
4
18
69 %
17
Hifazhurrahman
3
3
3
2
3
14
53 %
18
Halida Rahmawati
3
3
2
2
3
13
50 %
19
Helda Anggreini
4
4
3
3
4
18
69 %
20
Khairun Nisak
3
3
3
2
3
14
53 %
21
Nurul Amini
4
4
3
3
4
18
69 %
22
Nurah Nabila
4
4
3
3
4
18
69 %
23
Nurul Syafiqah
3
3
3
2
3
14
53 %
24
Rahmatina
4
4
3
3
4
18
69 %
25
Siti Munawarah
3
3
3
2
3
14
53 %
26
Zuhra
4
4
3
3
4
18
69 %
JUMLAH
93
91
76
71
94
425
62,50 %

Keterangan :
Indikator
A         : Peserta didik bersemangat dan siap dalam KBM.
B         : Partisipasi peserta didik dalam menjawab pertanyaan prasarat yang
             diajukan guru.
C         : Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang Penjumlahan
              Pecahan Tidak Sama
D         : Peserta didik yang aktif dalam diskusi kelompok.
E          : Peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas yang di berikan pendidik
              dengan baik
Keterangan :
Skor                5 (sangat baik)
                        4 (baik)
                        3 (cukup)
                        2 (rendah)
                        1 (kurang)
                        Skor yang dicapai
Prosentase (%) =                                x 100%
                           Skor maksimal

                                    450
                        =                      x 100
                                    680

                        = 62,50 % (cukup)
                       
d.     Refleksi          
        
Setelah proses pembelajaran siklus I peneliti dan guru mitra mendiskusikan hasil pengamatan pada penyajian siklus I yang kemudian di gunakan untuk perbaikan pada siklus II, hasilnya adalah sebagai berikut:
1)     Ketrampilan dan kemampuan guru
a)     Guru memberikan motivasi kepada peserta didik sebelum pelaksanaan pembelajaran serta memberikan penegasan kepada peserta didik yang sering berbuat ulah dan mengganggu temannya.
b)     Guru memanfaatkan waktu secara optimal dengan masuk kelas tepat waktu dan melakukan persiapan secara matang.
c)     Peserta didik ditekankan lagi untuk lebih fokus dalam proses pembelajaran.
2)     Pengamatan aktivitas peserta didik
a)     Masing–masing kelompok kurang bisa mengefisienkan waktu yang diberikan
b)     Ketrampilan masing–masing kelompok masih kurang, sehingga dalam mendiskusikan dan mempresentasikan soal masih belum bisa cepat.
c)     Ada sebagian peserta didik yang masih bergantung pada teman sekelompoknya.
Dari hasil tes akhir siklus I ternyata ketuntasan belajar klasikal peserta didik mencapai (72,41%) dengan nilai rata-rata (72,06%) dengan melihat hasil ketuntasan peserta didik tersebut maka perlu diadakan perbaikan pada siklus II.
3.     Paparan Data Tindakan II

Berdasarkan refleksi pada siklus I, penerapan metode pembelajaran penugasan perlu adanya perbaikan tindakan. Maka dilaksanakan siklus II yang dilaksanakan pada tanggal 09 November 2013.
Dari hasil evaluasi pada pelaksanaan siklus 1 sebelumnya ternyata masih menunjukkan beberapa kelemahan yang menyebabkan belum sepenuhnya berhasil. Pada pelaksanaan proses pembelajaran siklus II lebih ditingkatkan lagi kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Pada siklus II guru melaksanakan perbaikan pengajaran untuk menyelesaikan kendala yang ada pada siklus I dengan melihat refleksi pada siklus I.
Sebagaimana langkah-langkahnya sebagai berikut. Langkah-langkah ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang akan dijelaskan sebagai berikut:
a.     Tahap Perencanaan        

Peneliti bersama guru mata pelajaran berdiskusi mengenai perbaikan pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode penugasan. Hal ini bertujuan agar peserta didik lebih aktif mengikuti proses pembelajaran, sehingga memperoleh hasil belajar lebih aktif pula. Adapun perencanaan secara rinci adalah sebagai berikut:
1)     Meninjau kembali rancangan pembelajaran yang disesuaikan dengan tindak lanjut dari pra siklus dan menyiapkan peserta didik benar-benar pada suasana penyadaran diri untuk melakukan pembelajaran penugasan. Persiapan ini akan ditentukan terlebih dahulu antara guru dan peserta didik di luar jam pelajaran.          
2)     Menyusun skenario pembelajaran, penugasan dengan menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).
3)     Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis berbentuk pilihan ganda yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar kognitif peserta didik.
4)     Menyusun lembar observasi untuk penilaian keaktifan peserta didik. Lembar observasi keaktifan yang digunakan berbentuk tabel yang berisi berbagai macam aktivitas peserta didik selama mengikuti pembelajaran.
5)     Membentuk kelompok heterogen peserta didik di bagi menjadi 6 kelompok setiap 1 kelompok terdiri dari 4 -5 orang
6)     Menyiapkan format evaluasi yang berupa tes formatif.
7)     Mengembangkan format evaluasi metode pengajaran penugasan.           
b.     Pelaksanaan Tindakan II           

Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disiapkan oleh peneliti. Adapun langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran penugasan pada siklus 1 ini adalah sebagai berikut:
1)     Guru melaksanakan apa yang telah disepakati setelah melakukan diskusi dengan peneliti pada tahap perencanaan yaitu, melakukan tindakan yang tertera dalam rencana pelaksanaan pembelajaran.
2)     Guru melakukan pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar yang berlangsung dengan materi penjumlahan pecahan tidak sama.
3)     Guru memotivasi peserta didik untuk mengerjakan tugas kelompok secara bersama-sama dengan kelompoknya.
4)     Guru memberikan tes pada peserta didik untuk dapat di ketahui keberhasilan pertemuan pada siklus I.                    
c.      Hasil Observasi Tindakan II      

a)     Pengamatan terhadap peserta didik

Guru mengamati setiap kegiatan yang di lakukan peseta didik, mulai dari permasalahan yang muncul pada awal pelajaran hingga akhir. Observer juga mengamati aktifitas belajar baik peserta didik dengan guru maupun peserta didik dengan peserta didik dalam proses pembelajaran penugasan. Keaktifan yang diamati ada 5 kategori diantaranya :
1)     Peserta didik bersemangat dan siap dalam KBM.
2)     Partisipasi peserta didik dalam pertanyaan pra syarat yang di ajukan guru.
3)     Peseta didik memperhatikan penjelasan guru tentang penjumlahan pecahan tidak sama.
4)     Peserta didik yang aktif dalam diskusi kelompok.
5)     Peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas yang diberikan pendidik dengan baik.
b)     Pengamatan terhadap guru.

Peneliti mengamati guru dalam pengelohan kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran penugasan penjelasan dapat dilihat pada lampiran 3.
Pada tabel 4.5 berikut ini merupakan data pengamatan keaktifan peserta didik kelas V MIN Peudada Nomor 1 pada siklus II.      
Tabel 4. 5
Hasil Pengamatan Keaktifan Peserta Didik Siklus II

Pengamatan Tindakan
NO
Nama Siswa
Aspek Pengamatan
Jumlah Skor
Prosentase
A
B
C
D
E
1
Al-Fitrah
3
3
4
4
5
19
73 %
2
Al-Qausar
4
4
4
3
5
20
76 %
3
Fahril Fahlevi
3
3
5
5
5
21
80 %
4
Hadi Riska
4
4
3
3
5
19
73 %
5
Khaidir Khalid
4
4
2
3
5
18
69 %
6
Mahyuda
3
4
4
4
5
20
76 %
7
Muammar
3
2
2
2
3
12
46 %
8
Miftah Helmiza
4
4
3
3
4
18
69 %
9
Mujiburrahman
3
3
3
2
3
14
53 %
10
M.Azkiya
4
4
3
4
5
20
76 %
11
M.Reza Fahlevi
4
4
3
3
5
19
73 %
12
M.Rajul Rizki
4
4
4
3
5
20
76 %
13
Musliadi
4
4
4
3
5
20
76 %
14
Syarwani
4
4
4
5
4
21
80 %
15
Rizki Maulana
5
3
3
4
5
20
76 %
16
Zulfikri
5
3
3
4
5
20
76 %
17
Hifazhurrahman
5
3
3
4
5
20
76 %
18
Halida Rahmawati
3
3
4
4
5
19
73 %
19
Helda Anggreini
4
4
4
5
4
21
80 %
20
Khairun Nisak
4
4
4
5
4
21
80 %
21
Nurul Amini
4
4
4
5
4
21
80 %
22
Nurah Nabila
4
4
4
3
5
20
76 %
23
Nurul Syafiqah
4
4
4
3
5
20
76 %
24
Rahmatina
4
4
3
5
4
20
76%
25
Siti Munawarah
5
5
3
2
3
20
76 %
26
Zuhra
4
4
4
5
4
21
80 %
JUMLAH
93
91
76
71
94
554
74,65 %

Keterangan :
Indikator
A         : Peserta didik bersemangat dan siap dalam KBM.
B         : Partisipasi peserta didik dalam menjawab pertanyaan prasarat yang
             diajukan guru.
C         : Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang Penjumlahan
              Pecahan Tidak Sama
D         : Peserta didik yang aktif dalam diskusi kelompok.
E          : Peserta didik aktif dalam mengerjakan tugas yang di berikan pendidik
              dengan baik
Keterangan :
Skor                5 (sangat baik)
                        4 (baik)
                        3 (cukup)
                        2 (rendah)
                        1 (kurang)

                             Skor yang dicapai
Prosentase (%) =                                x 100%
                                Skor maksimal

                                    454
                        =                      x 100
                                    550

                        = 82,54 % (cukup)






Tabel 4.6

Daftar Nilai Tes Siklus II

Satuan Pendidikan      : MIN Peudada Nomor 1
Mata Pelajaran           : Matematika
Materi pokok              : Penjumlahan Pecahan Tidak Sama
Jumlah siswa              : 26 siswa.
Tahun Ajaran              : 2013/2014.
NO
Nama Siswa
Nilai pra siklus
Keterangan
1
Al-Fitrah
73
Tuntas
2
Al-Qausar
76
Tuntas
3
Fahril Fahlevi
80
Tuntas
4
Hadi Riska
73
Tuntas
5
Khaidir Khalid
69
Belum Tuntas
6
Mahyuda
76
Tuntas
7
Muammar
46
Belum Tuntas
8
Miftah Helmiza
69
Belum Tuntas
9
Mujiburrahman
53
Belum Tuntas
10
M.Azkiya
76
Tuntas
11
M.Reza Fahlevi
73
Tuntas
12
M.Rajul Rizki
76
Tuntas
13
Musliadi
76
Tuntas
14
Syarwani
80
Tuntas
15
Rizki Maulana
80
Tuntas
16
Zulfikri
80
Tuntas
17
Hifazhurrahman
80
Tuntas
18
Halida Rahmawati
73
Tuntas
19
Helda Anggreini
80
Tuntas
20
Khairun Nisak
80
Tuntas
21
Nurul Amini
80
Tuntas
22
Nurah Nabila
76
Tuntas
23
Nurul Syafiqah
76
Tuntas
24
Rahmatina
80
Tuntas
25
Siti Munawarah
80
Tuntas
26
Zuhra
80
Tuntas
Jumlah
1941
84,61

Keterangan :
Nilai < 70        : Nilai Belum Tuntas.
Nilai > 70        : Nilai Tuntas.
Menghitung rata-rata nilai peserta didik
Rumus             : X= å xi
                        N
                                    Jumlah peserta didik
Jadi, rata-rata nilai =                                     
                                    Jumlah seluruh nilai

                                    1941
                              =                = 74,65%
                                      26

Menghitung ketuntasan belajar klasikal
                    ån1
Rumus : P =                x 100%
                        ån

                        22
            P =                   x 100%
                        26

            P = 68,84%.
Kriteria hasil belajar:
Nilai < 70 = Belum Tuntas
Nilai > 70 = Tuntas
Analisis data :
Berdasarkan data pada siklus ini diperoleh:
a.      Jumlah peserta didik : 26 anak .
b.     Jumlah nilai seluruh peserta didik : 1941.
c.      Jumlah peserta didik yang tuntas belajar : 22 anak.
d.     Jumlah peserta didik yang tidak tuntas belajar : 4 anak.
e.      Rata-rata nilai peserta didik : 74,65
f.      Ketuntasan belajar klasikal : 84,61 %.
d.     Refleksi

Hasil refleksi di siklus II diperoleh sebagai berikut:

1)     Guru mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik serta memberikan apersepsi kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti presentasi belajar mengajar.
2)     Peserta didik sudah berani berkomunikasi baik dengan teman maupun guru.
3)     Peserta didik aktif bertanya ketika tidak faham dengan pembelajaran.
4)     Siklus II dipandang sudah cukup karena hasil belajar pada materi, penjumlahan pecahan tidak sama sudah ada peningkatan.
5)     Sesuai dengan hasil refleksi pada siklus II, ternyata dengan menerapkan metode Penugasan. Sangat tepat digunakan pada materi penjumlahan pecahan tidak sama.
Secara garis besar pelaksanaan siklus II berlangsung lebih baik dan ada peningkatan keaktifan belajar dan hasil belajar Matematika pada materi penjumlahan pecahan tidak sama.
B.    Pembahasan Hasil Penelitian
                                         
Sudah dijelaskan di depan bahwa alasan dilaksanankannya penelitian tindakan kelas ini adalah rendahnya kemampuan siswa kelas V dalam mata pelajaran Matematika, yaitu berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelas adalah 57,14, peserta didik yang tuntas 17 anak dan yang belum tuntas 9 anak. Dari hasil belajar yang demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran belum berhasil maka sudah sepantasnya bila akhirnya penulis mengadakan perbaikan pembelajaran dengan melaksanakan tindakan kelas berupa penerapan metode penugasan.
Pemilihan metode penugasan ini didasarkan dengan alasan bahwa materi pembelajaran Matematika harus diberikan secara variasi dan menyenangkan sehingga dapat mengurangi kejenuhan dan verbalisme. Juga dengan dilaksanakannya metode penugasan proses pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran akan lebih berkesan secara mendalam sehingga membentuk ketrampilan yang sempurna. Metode Penugasan belum pernah dilakukan di MIN Peudada Nomor 1, sehingga penulis menganggap bahwa pembelajaran seperti ini akan lebih menarik bagi peserta didik, khususnya kelas V (lima).
Berdasarkan pengolahan data dan diskusi teman sejawat sebelum perbaikan pembelajaran mata pelajaran Matematika dengan materi Penjumlahan Pecahan Tidak Sama kelas V MIN Peudada Nomor 1 tahun pelajaran 2013/2014 dari 26 siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan nilai 60 ke atas hanya 17 siswa atau 63,6% dan yang belum tuntas ada 9 siswa atau 36%.
Oleh sebab itu perlu diadakan perbaikan pembelajaran untuk memperbaiki proses pembelajaran peneliti mengadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan pola Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada perbaikan pembelajaran siklus II peneliti menerapkan metode penugasan sebagai upaya peningkatan kemampuan menyelesaikan soal penjumlahn pecahan tidak sama.
Setelah diadakan perbaikan pembelajaran siklus I dapat dilihat dan dinyatakan ada peningkatan hasil belajar siswa yang tuntas dengan nilai 60 ke atas yang semula 17 siswa atau 63,6% menjadi 20 siswa atau 81,8%.
Dalam perbaikan pembelajaran siklus II, perbaikan pembelajaran difokuskan pada penyelesaian materi yang belum terselesaikan dan peningkatan siswa terhadap materi penjumlahn pecahan tidak sama dengan metode penugasan. Hasil pelaksanaan perbaikan siklus II hasil tes menunjukkan hasil yang sangat memuaskan yaitu dari 26 siswa yang mencapai ketuntasan atau mendapat nilai 60 ke atas sebanyak 21 siswa (84,61 %, sedangkan yang belum tuntas atau yang mendapat nilai 60 ke bawah sebanyak 5 siswa (4,5%) dan nilai rata-rata 71.