Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pelajaran Penting Dalam Kisah Ashhabul Kahfi


C. Pelajaran Penting Dalam Kisah Ashhabul Kahfi 

Di dalam kisah ini terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang nyata. Yaitu tentang sekelompok pemuda yang memiliki pendirian yang teguh dalam memperjuangkan akidah mereka sehingga Allah mengabadikan mereka didalam Al-qur’an. Tentunya dalam kisah Ashhabul Kahfi  ini sangat banyah hikmah yang dapat kita ambil yang menjadi pedoman bagi kita alam menegakkan agama ini.
Adapun pelajaran yang sangat penting dan paling berharga yang dapat kita ambil di antaranya adalah:
1.     Walaupun menakjubkan kisah para penghuni gua ini bukanlah ayat Allah yang paling ajaib. Karena sesungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala mempunyai ayat-ayat yang menakjubkan yang di dalam terdapat pelajaran berharga bagi mereka yang mau memerhatikannya.
2.     Sesungguh siapa saja yang berlindung kepada Allah niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi dan lembut kepada serta menjadikan sebagai sebab orang-orang yang sesat mendapat hidayah . Di sini Allah Subhanahu wa Ta’ala telah bersikap lembut terhadap mereka dalam tidur yang panjang ini utk menyelamatkan iman dan tubuh mereka dari fitnah dan pembunuhan masyarakat mereka. Allah menjadikan tidur ini sebagai bagian dari ayat-ayat -Nya yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah dan berlimpah kebaikan-Nya. Juga agar hamba-hamba-Nya mengetahui bahwa janji Allah itu adalah suatu kebenaran.
3.     Anjuran utk mendapatkan ilmu yang bermanfaat sekaligus mencarinya. Karena sesungguh Allah mengutus mereka adalah utk hal itu. Dengan pembahasan yang mereka lakukan dan pengetahuan manusia tentang keadaan mereka akan menghasilkan bukti dan ilmu atau keyakinan bahwa janji Allah adalah benar dan bahwa hari kiamat yang pasti terjadi bukanlah suatu hal yang perlu disangsikan.
4.     Adab kesopanan bagi mereka yang mengalami kesamaran atau ketidakjelasan akan suatu masalah ilmu adalah hendaklah mengembalikan kepada yang mengetahuinya. Dan hendak dia berhenti dalam perkara yang dia ketahui.
5.     Sah menunjuk wakil dalam jual beli dan sah pula kerjasama dalam masalah ini. Karena ada dalil dari ucapan mereka dalam surat Al-kahfi ayat 19:
... فَابْعَثُوا أَحَدَكُم بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ....(الكهف: ١٩(
Artinya: Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota membawa uang perakmu ini. (Qs. Al-kahfi : 18)
6.     Boleh memakan makanan yang baik dan memilih makanan yang disenangi atau sesuai selera selama tidak berbuat israf yang terlarang berdasarkan dalil dalam surat Al-kahfi ayat 19:
... فَلْيَنظُرْ أَيُّهَا أَزْكَى طَعَاماً فَلْيَأْتِكُم بِرِزْق ٍمِّنْهُ)  .... الكهف: ١٩(
Artinya: Hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu.(Qs. Al-kahfi: 19)
7.     Melalui kisah ini kita dianjurkan utk berhati-hati dan mengasingkan diri atau menjauhi tempat-tempat yang dapat menimbulkan fitnah dalam agama. Dan hendak seseorang menyimpan rahasia sehingga dapat menjauhkan dari suatu kejahatan.
8.     Diterangkan dalam kisah ini betapa besar kecintaan para pemuda yang beriman itu terhadap ajaran agama mereka. Dan bagaimana mereka sampai melarikan diri meninggalkan negeri mereka demi menyelamatkan diri dari segenap fitnah yang akan menimpa agama mereka untuk kembali pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
9.     Disebutkan dalam kisah ini betapa luas akibat buruk dari kemudaratan dan kerusakan yang menumbuhkan kebencian dan upaya meninggalkannya. Dan sesungguh jalan ini adalah jalan yang ditempuh kaum mukminin.
10.  Bahwa firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-kahfi ayat 21:
.... قَالَ الَّذِينَ غَلَبُوا عَلَى أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِداً) الكهف: ٢١(
Artinya: Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: ‘Sungguh kami tentu akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atas mereka’(QS. Al-kahfi: 21)
Di dalam ayat ini terdapat dalil bahwa masyarakat di mana mereka hidup adalah orang-orang yang mengerti agama. Hal ini diketahui krn mereka sangat menghormati para pemuda itu sehingga sangat berkeinginan membangun rumah ibadah di atas gua mereka. Dan walaupun ini dilarang –terutama dalam syariat agama kita– tetapi tujuan diceritakan hal ini adalah sebagai keterangan bahwa rasa takut yang begitu besar yang dirasakan oleh para pemuda tersebut akan fitnah yang mengancam keimanan serta masuk mereka ke dalam gua telah Allah Subhanahu wa Ta’ala gantikan sesudah itu dgn keamanan dan penghormatan yang luar biasa dari manusia. Dan ini adalah ketetapan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap orang yang menempuh suatu kesulitan krn Allah di mana Dia jadikan bagi akhir perjalanan yang sangat terpuji.
11.  Pembahasan yang berbelit-belit dan tidak bermanfaat adalah suatu hal yang tidak pantas untuk ditekuni berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana yang tersebut dalam surat Al-kahfi ayat 22:
.... فَلَا تُمَارِ فِيهِمْ إِلَّا مِرَاء ظَاهِر) الكهف: ٢٢(
Artinya: Karena itu janganlah kamu bertengkar tentang keadaan mereka kecuali pertengkaran lahir saja. (QS. Al-kahfi: 22).
12.  Faedah lain dari kisah ini bahwasa berta kepada yang tidak berilmu tentang suatu persoalan atau kepada orang yang tidak dapat dipercaya adalah perbuatan yang dilarang. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan dalam surat Al-kahfi ayat 22:
ً وَلَا تَسْتَفْتِ فِيهِم مِّنْهُمْ أَحَداً
Artinya: Dan jangan pula berta mengenai mereka kepada salah seorang di antara   mereka itu. (QS. Al-kahfi: 21).
Inilah diantara pelajaran penting yang dapat diambil oleh penulis dalam penyusunan skripsi ini dan menjadi pelajaran bagi orang yang yang menempuh perjalanan dalam mengarungi hidup ini yang penuh dengan tantangan dan cobaan dalam hidup ini.




Post a Comment for "Pelajaran Penting Dalam Kisah Ashhabul Kahfi "