Faktor-faktor yang mempengaruhi Penguasaan Penuh
Faktor-faktor yang mempengaruhi Penguasaan Penuh
a. Bakat untuk mempelajari sesuatu
Bakat, misalnya intelegensi, mempengaruhi prestasi
belajar. Korelasi antara bakat, misalnya untuk matematika dan prestasi bidang
studi itu setinggi 70. Hasil itu akan tampak bila kepada murid dalam suatu kelas
diberikan metode yang sama dan waktu belajar yang sama. Atas kenyataan ini
timbul kepercayaan pada guru bahwa matematika hanya dapat dikuasai oleh
sebagian siswa saja yaitu yang mempunyai bakat khusus, sehingga timbul anggapan
bahwa antara bakat dan prestasi terdapat hubungan kausalitas. Bakat tinggi
menyebabkan prestasi tinggi dan prestasi yang rendah disebabkan karena bakat
yang rendah.
b. Mutu atau Kualitas Pengajaran
Menurut Carrol kualitas pengajaran ditentukan oleh
kualitas penyajian penjelasan dan pengaturan unsur-unsur belajar. Yang perlu
diperhatikan adalah mengembangkan metode-metode mengajar yang sesuai dengan
kebutuhan dan karakteristik siswa secara individual sehingga dapat menghasilkan
tingkat penguasaan bahan yang hampir sama pada semua siswa yang berbeda-beda
bakatnya (Usman, 1993: 98).
c. Kesanggupan untuk memahami pengajaran
Kemampuan siswa untuk menerima dan memahami pelajaran
bertalian erat dengan kemampuan untuk mengerti bahasa lisan dan tulisan. Bahasa
lisan bertalian dengan ucapan guru, guru yang tidak sanggup menyatakan buah
pikirannya dengan jelas akan sukar dipahami oleh siswa, sehingga siswa tidak
dapat mencapai penguasaan penuh atas bahan yang disampaikan. Bahasa tulisan
(kemampuan membaca) banyak ditentukan oleh cara penyusunan buku teks.
d. Ketekunan
Carrol mendefinisikan ketekunan sebagai jumlah waktu yang
diinginkan oleh siswa. Untuk belajar mempelajari sesuatu memerlukan jumlah
waktu tertentu. Apabila siswa membutuhkan sejumlah waktu untuk mempelajari
bahan pelajaran tetapi siswa hanya mendapat waktu kurang dari yang ia butuhkan,
tingkat penguasaan bahan tidak akan mencapai harapan. Indikasi ketekunan
belajar antara lain jumlah rata-rata dalam seminggu yang digunakan oleh siswa
untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru baik tugas disekolah maupun
tugas dirumah.
Ketekunan belajar berkaitan dengan sikap dan minat
terhadap pelajaran. Apabila suatu pelajaran, karena suatu hal tidak menarik
minatnya maka pelajaran tersebut akan dikesampingkan dan apabila pelajaran
tersebut senantiasa menghasilkan angka buruk betapapun ia berusaha, sehingga ia
merasa dirinya rendah, bodoh maka akhirnya timbul rasa benci dan sikap negatif
terhadap mata pelajaran tersebut.
e. Waktu yang tersedia untuk belajar
Sistem pendidikan kita kurikulum dibagi dalam bahan yang
harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, misalnya untuk satu semester
atau satu tahun. Guru dapat menguraikannya menjadi tugas bulanan dan mingguan,
maksudnya ialah agar bahan yang sama dikuasai oleh semua siswa tetapi waktu
yang sama tidak akan sesuai bagi semua siswa karena berhubungan dengan
perbedaan individual. Pendirian para ahli yang menganut “Mastery learning”
ialah faktor waktu yang essensial untuk menguasai bahan pelajaran tertentu
sepenuhnya (Nasution, 2005: 48). Dengan waktu yang cukup setiap siswa dapat
menguasai bahan pelajaran. Jika waktunya sama bagi semua murid, maka tingkat
penguasaan ditentukan oleh bakat anak. Anak yang berbakat akan lebih cepat
menangkap isi pelajaran.

Post a Comment for "Faktor-faktor yang mempengaruhi Penguasaan Penuh"