Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kemampuan Siswa MTs Dalam Membaca Al-Qur'an


1.     Kemampuan Siswa MTsN Rukoh Dalam Membaca Al-Qur'an

Mendidik siswa supaya mampu membaca Al-Qur'an merupakan kewajiban dan tanggung jawab sekolah. Hal ini termasuk juga di MTsN Rukoh yang menyelenggarakan program pendidikan ilmu Al-Qur'an sesuai dengan misinya. Namun siswa kadang merasa bosan dengan pelajaran yang disajikan oleh gurunya, sehingga pada akhirnya siswa tidak mampu menguasai mata pelajaran yang disajikan gurunya tersebut Untuk melihat apakah siswa pernah disuruh membacakan ayat Al-Qur'an dapat dilihat melalui tidak di bawah ini:
Tabel: 3. 5 Ada tidaknya disuruh membacakan ayat Al-Qur'an kepada siswa ketika belajar Al-Qur'an

No
Alternatif Jawaban
F
%
A
b
c
Pernah
Sering
Tidak pernah
37
13
74
26
Jumlah Total
50
  100 %

Berdasarkan keterangan tabel di atas, maka terlihat dengan jelas bahwa guru MTsN Rukoh pernah menyuruh siswanya untuk membaca ayat Al-Qur'an. hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden menyatakan pernah sebanyak 37 orang atau 74 % dan responden yang menyatakan sering sebanyak 13 atau 26 %.
Namun demikian, dalam membaca Al-Qur'an tersebut tentunya mempunyai waktu tertentu agar tidak mengganggu jam pelajaran. Biasanya, guru menganjurkan siswa untuk mengulangi bacaan ayat Al-Qur'an di rumah. Tetapi untuk melihat waktu siswa disuruh membaca ayat Al-Qur'an dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel: 3. 6 Waktu siswa disuruh membaca ayat Al-Qur'an
No
Alternatif Jawaban
F
%
a
b
c
Di rumah
Di tempat pengajian
Di sekolah
9
31
10
18
62
20
Jumlah Total
50
  100 %

Berdasarkan keterangan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa guru menganjurkan siswa untuk membaca Al-Qur'an di semua tempat. Hal ini terlihat dari jawaban responden yang menyatakan di tempat pengajian sebanyak 31 orang atau 62 %, yang menjawab di sekolah sebanyak 10 atau 20, bahkan ada siswa yang menyatakan di rumah sebanyak 9 orang atau 18 %. Hal ini menandakan bahwa anjuran membaca Al-Qur'an tidak saja dilakukan di satu tempat, melainkan juga harus dilakukan diberbagai tempat.
Anjuran guru untuk membaca Al-Qur'an diberbagai tempat dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an. Apalagi siswa MTsN Rukoh diwajibkan oleh gurunya untuk mampu membaca Al-Qur'an. untuk lebih jelasnya mengenai kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel: 3. 7 Kemampuan siswa membaca Al-Qur'an
No
Alternatif Jawaban
F
%
A
B
Mampu
Kurang mampu
40
10
80
20
Jumlah Total
50
  100 %

Berdasarkan tabel tersebut di atas, maka dapat dipahami bahwa siswa MTsN Rukoh pada umumnya mampu membaca Al-Qur'an. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden menyatakan bahwa siswa mampu membaca Al-Qur'an sebanyak 40 orang atau 80 %. Sedangkan siswa yang belum mampu membaca Al-Qur'an hanya 10 atau 20 %. Bagi siswa yang belum mampu membaca Al-Qur'an, guru mengupayakan agar mereka mampu membaca Al-Qur'an secara fasih dan benar. Namun umumnya siswa mampu membaca Al-Qur'an setelah mempelajari Al-Qur'an dan Hadits. Namun untuk lebih jelasnya mengenai tersebut dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:
Tabel: 3. 8 Mampu tidaknya siswa membaca Al-Qur'an setelah belajar Al-Qur'an dan Hadits

No
Alternatif Jawaban
F
%
a
b
c
Ya
Tidak
Mungkin
38
-
12
76

24
Jumlah Total
50
   100 %

Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dipahami bahwa siswa mampu membaca Al-Qur'an setelah mempelajari Al-Qur'an dan Hadits. Hal ini terlihat dari jawaban yang diberikan responden yang menyatakan ya sebanyak 38 orang atau 76 %. Sedangkan siswa yang menjawab mungkin hanya 12 orang atau 24 %. Kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur'an tersebut tidak terlepas dari kemahiran guru dalam menerapkan metode pengajaran Al-Qur'an.
            Akan tetapi dalam setiap mengajarkan Al-Qur'an selalu menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan materi pelajaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Maryati bahwa “dalam setiap menyajikan materi pelajaran guru selalu menerapkan metode yang sesuai dengan materi pelajaran”.[1] Namun untuk mengetahui tentang ada tidaknya digunakan metode dalam mengajarkan Al-Qur'an dapat dilihat melalui tabel berikut ini:
Tabel: 3. 9 Ada tidaknya guru menggunakan metode dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada siswa

No
Alternatif Jawaban
F
%
a
b
c
Ya
Sering
Tidak
29
15
6
58
30
12
Jumlah Total
50
    100 %

Berdasarkan data pada tabel di atas dapat diketahui bahwa dari sejumlah responden atau 29 (58 %) orang siswa yang diteliti ternyata menyatakan bahwa guru yang mengajar di MTsN Rukoh selalu menggunakan metode pengajaran dalam mengajarkan Al-Qur'an. Akan tetapi sebagian siswa 15 siswa atau (30 %) yang menyatakan bahwa guru sering menerapkan metode pengajaran dalam mengajarkan Al-Qur'an, tetapi hanya beberapa orang siswa yang menyatakan guru tidak menerapkan metode pengajaran dalam mengajarkan Al-Qur'an.
Dalam mengajarkan materi pelajaran Al-Qur'an seorang guru harus mempergunakan metode-metode yang sesuai dengan klasifikasi materi pelajaran yang akan diajarkan. Karena salah satu efektifitas pengajaran itu bila antara metode dan materi-materi yang disajikan itu saling mendukung. Misalnya materi praktek shalat, maka metode yang paling tepat dipergunakan adalah metode yang bersifat praktikum juga, seperti metode demonstrasi. Namun menurut pengakuan guru dalam melaksanakan pengajaran Al-Qur'an di MTsN Rukoh digunakan beberapa metode di antaranya metode ceramah, tajwid, hafalan, qiraat, dan Tanya jawab.[2]
Namun untuk lebih jelasnya mengenai penggunaan metode dalam pengajaran Al-Qur'an dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel: 3. 10 Jenis-jenis metode yang diterapkan
No
Alternatif Jawaban
F
%
a
b
c
Ceramah, tentang tajwid
Hafalan, qira-at
Ceramah Tanya jawab
16
27
7
32
54
14
Jumlah Total
50
    100 %

Berdasarkan keterangan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa dalam pelaksanaan pengajaran Al-Qur'an di MTsN Rukoh metode yang pernah digunakan guru adalah metode pengajaran hafalan dan qiraat. Hal ini terlihat dari jawaban responden yang kebanyakan memberikan jawaban hafalan dan qiraat sebanyak 27 orang atau 54 %, sedangkan responden yang memberikan jawaban ceramah dan tajwid sebanyak 16 orang atau 32 %.
Akan tetapi dalam setiap penggunaan metode pengajaran, tentu saja ada metode yang paling sering digunakan, karena penggunaan metode pengajaran ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Untuk melihat metode yang paling sering digunakan di MTsN Rukoh dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel: 3. 11 Metode yang paling sering digunakan
No
Alternatif Jawaban
F
%
a
b
c
Ceramah, tentang tajwid
Hafalan, qira-at
Ceramah Tanya jawab
19
24
7
38
48
14
Jumlah Total
50
   100 %

Berdasarkan keterangan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa dalam pelaksanaan pendidikan Al-Qur'an di MTsN Rukoh guru paling sering menggunakan metode hafalan dan qiraat serta ceramah dan tajwid. Hal ini terlihat dari jawaban responden yang memberikan jawaban ceramah dan tajwid sebanyak 19 orang atau 38 % dan responden yang menjawab hafalan dan qiraat sebanyak 24 orang atau 48 %.
Akan tetapi dalam penyajian materi pelajaran Al-Qur'an tidak pernah digunakan alat visual. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan guru Qur'an Hadits bahwa “dalam penyajian materi pelajaran Al-Qur'an dan Hadits guru tidak pernah menggunakan alat audio visual, karena alat tersebut belum tersedia di sekolah ini.[3] Untuk lebih jelasnya mengenai ada tidaknya digunakan audio visual dalam penyajian materi Qur’an Hadits dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel: 3. 12 Ada tidaknya digunakan alat visual dalam mengajarkan Al-Qur'an
No
Alternatif Jawaban
F
%
A
b
c
d
Pernah
Tidak pernah
Kadang-kadang
Tidak ada jawaban
5
35
5
5
10
70
10
10
Jumlah Total
50
   100 %

Dari keterangan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa guru tidak pernah menggunakan alat audio visual dalam menyajikan pelajaran Qur'an Hadits. Hal ini terlihat dari pernyataan yang diberikan responden yang menyatakan tidak pernah sebanyak 35 orang atau 70 %. Sedangkan selebihnya responden menyatakan pernah sebanyak 5 orang atau 10 %, yang menyatakan kadang-kadang sebanyak 5 orang atau 10 %, dan reponden yang tidak memberikan jawaban sebanyak 5 orang atau 10 %. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan  alat visual mungkin saja ada, sebab ada di antara siswa yang ragu dalam memberikan jawaban kepada penulis melalui angket yang disebarkan.


[1]Wawancara dengan Ibu Maryati tanggal 24 Juni 2006
[2]Wawancara dengan Ibu Maryati tanggal 23 Juni 2006
[3]Wawancara Dengan Ibu Maryati tanggal 23 Juni 2006

Post a Comment for " Kemampuan Siswa MTs Dalam Membaca Al-Qur'an"