Kendala-kendala yang menyebabkan siswa kurang lancar membaca Al-Qur'an
1.
Kendala-kendala
yang menyebabkan siswa kurang lancar membaca Al-Qur'an.
Dalam setiap melaksanakan suatu pekerjaan, tentunya mempunyai kendala
yang harus dihadapi oleh seseorang. Demikian pula hal dengan mengajarkan siswa
MTsN Rukoh agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan fasih mempunyai kendala
yang harus dihadapi serta diatasi oleh guru. Menurut pernyataan salah seorang guru
yang menyatakan bahwa “dalam mengajarkan Al-Qur'an kepada siswa mempunyai
kendala yang harus dihadapi oleh seorang guru yang berkeinginan untuk
menyukseskan pendidikan sekolahnya”.[1]
Namun demikian untuk mengetahui ada tidaknya kendala siswa dalam belajar
Al-Qur'an dan hadits dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel:
3. 16 Ada
tidaknya kendala siswa dalam belajar Al-Qur'an dan hadits
|
No
|
Alternatif
Jawaban
|
F
|
%
|
|
A
b
c
d
|
Ya
Sering
Tidak
Kadang-kadang
|
12
5
16
17
|
24
10
22
34
|
|
Jumlah Total
|
50
|
100 %
|
|
Berdasarkan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa siswa
kadang-kadang saja menemui kendala dalam belajar Al-Qur'an. Hal ini terlihat
dari pernyataan yang dikemukakan oleh responden yang memberikan jawaban ya
sebanyak 12 orang atau 24 %, responden yang memberikan jawaban sering sebanyak
5 orang atau 10 %, responden yang menyatakan tidak sebanyak 16 orang atau 22 %,
responden yang menyatakan kadang-kadang sebanyak 17 orang atau 34 %.
Akan tetapi kendala yang dihadapi siswa bermacam-macam bentuknya. Oleh
karena itu, untuk mengetahui bentuk kendala yang dihadapi siswa dapat dilihat
pada tabel berikut ini:
Tabel:
3. 17 Bentuk kendala yang dihadapi siswa
|
No
|
Alternatif
Jawaban
|
F
|
%
|
|
a
b
c
d
|
Penjelasan guru kurang bisa
dipahami
Fasilitas belajar tidak
memadai
Minat belajar Al-Qur'an dan
Hadits kurang
Tidak ada jawaban
|
20
4
17
9
|
40
8
34
18
|
|
Jumlah Total
|
50
|
100 %
|
|
Berdasarkan keterangan tabel di atas, maka dapat diketahui bahwa bentuk
kendala yang dihadapi siswa dalam belajar Al-Qur'an adalah penjelasan guru
kurang bisa dipahami. Hal ini terlihat dengan jelas dari pernyataan siswa yang
menyatakan penjelasan guru kurang bisa dipahami sebanyak 20 orang atau 40 %,
siswa yang menjawab fasilitas belajar tidak memadai sebanyak 4 atau 8 %, siswa
yang menjawab minat belajar Al-Qur'an dan hadits kurang sebanyak 17 orang atau
34 %, dan siswa yang tidak menjawab sebanyak 9 atau 18 %.
Namun demikian semua kendala yang dihadapi siswa tersebut harus diatasi
secepat mungkin agar siswa tidak menjadi bosan dalam belajar. Akan tetapi guru
harus melakukan berbagai cara untuk mengatasi kendala tersebut. Untuk lebih
jelasnya mengenai cara guru mengatasi kendala yang dihadapi siswa dapat dilihat
dalam tabel sebagai berikut:
Tabel:
3. 18 Cara guru mengatasi kendala yang dihadapi siswa
|
No
|
Alternatif
Jawaban
|
F
|
%
|
|
A
b
c
|
Guru menasehati
Membandingkan dengan metode
lain
Tidak ada jawaban
|
37
9
4
|
74
18
8
|
|
Jumlah Total
|
50
|
100 %
|
|
Berdasarkan keterangan tabel di atas,
maka dapat diketahui bahwa cara guru MTsN Rukoh dalam mengatasi kendala yang
dihadapi siswa dengan cara menasehati. Hal ini terbukti dari jawaban yang
diberikan oleh siswa yang menyatakan guru menasehati sebanyak 37 orang atau 74 %,
siswa yang menyatakan membandingkan dengan metode lain sebanyak 9 orang atau 18
%, dan siswa yang tidak menjawab sebanyak 4 orang atau 8 %.
Namun
demikian, menurut pengamatan penulis mengatasi kendala dengan cara menasehati
tidak begitu efektif, karena nasehat lebih tepat digunakan dalam proses
bimbingan terhadap siswa yang bermasalah. Akan tetapi, untuk melihat tentang efektif
tidaknya cara mengatasi kendala dengan menasehati dapat dilihat dalam tabel sebagai
berikut:
Tabel:
3. 19 Efektif tidaknya cara mengatasi kendala dengan menasehati
|
No
|
Alternatif
Jawaban
|
F
|
%
|
|
a
b
c
|
Efektif
Kurang efektif
Tidak ada jawaban
|
20
22
8
|
40
44
16
|
|
Jumlah Total
|
50
|
100 %
|
|
Berdasarkan
data pada tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa cara guru mengatasi
kendala yang dihadapi siswa dengan menasehati kurang efektif. Hal ini terlihat
dari jawaban yang diberikan siswa yang menyatakan efektif sebanyak 20 orang
atau 40 %. Sedangkan siswa yang menyatakan kurang efektf sebanyak 22 orang atau
44 %. Namun siswa yang tidak memberikan jawaban sebanyak 8 orang atau 16 %.
Berdasarkan
keterangan yang telah penulis kemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa dalam
belajar Al-Qur'an dan hadits terdapat kendala-kendala yang harus dihadapi siswa.
Kendala-kendala tersebut meliputi kurangnya tersedia fasilitas belajar dan
penjelasan guru kurang bisa dipahami. Namun guru mengatasinya dengan cara
menasehati siswa, akan tetapi usaha guru tersebut belum mampu meningkatkan kemampuan
siswa dalam membaca Al-Qur'an.

Post a Comment for "Kendala-kendala yang menyebabkan siswa kurang lancar membaca Al-Qur'an"