Keterampilan Memberi Penguatan
1. Keterampilan Memberi Penguatan
Penguatan adalah
respon terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya
kembali perilaku itu. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif
dan penguatan negatif. Penguatan positif adalah penguatan yang bertujuan untuk
mempertahankan dan memelihara perilaku positif, sedangkan penguatan negatif
merupakan penguatan perilaku dengan cara menghentikan atau menghapus rangsangan
yang tidak menyenangkan. Misalnya dalam penguatan negatif, guru memberikan
sindiran kepada siswa yang tidak memperhatikan saat guru tersebut menerangkan
suatu materi pelajaran. Berdasarkan
wawancara dengan Ibu Rohana, S.Ag Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 51 Bireuen bahwa
menurut beliau:
Semua
usaha yang dilakukan guru di dalam pembelajaran mengacu pada bagaimana
memfasilitasi siswa mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan. Pencapaian
kompetensi tidak mungkin terjadi tanpa melibatkan secara langsung di dalam
pembelajaran. Oleh sebab itu guru mestinya merencsiswaan pembelajaran yang
mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif di dalam proses pembelajaran.[1]
Partisipasi
siswa di dalam pembelajaran sebaiknya diberikan tanggapan balik oleh guru
sehingga siswa termotivasi untuk mengulangi aktivitas tersebut dengan kualitas
yang lebih baik. Tanggapan yang diberikan guru sesaat
setelah siswa berpartisipasi disebut penguatan atau reinforcement. Reinforcement berbeda
dengan reward. Reward merupakan
hadiah keberhasilan siswa yang mencapai hasil memuaskan dalam kegiatan
pembelajaran. Berbagai bentuk penguatan dapat dikombinasikan oleh guru,
sehingga tidak terkesan mengada-ada, tidak alami atau tidak spontan. Ibu Ita Hayati, S.Pd.I kepada penulis menuturkan bahwa:
Keterampilan
dasar memberikan penguatan perlu dimiliki oleh seorang guru, karena
terkadang guru suka bersikap dingin terhadap respon yang diberikan siswa
ketika di kelas. Sepertinya pemikiran tersebut tidak dihargai. Tentu hal ini
dapat mengakibatkan melemahnya motivasi dalam belajar. Tanpa motivasi, mungkin
tidak akan tercipta pembelajaran yang kondusif.[2]
Keterampilan memberikan penguatan merupakan
keterampilan yang harus dikuasai oleh guru karena penguatan yang diberikan
kepada siswa akan membangkitkan semangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
Semangat siswa yang tinggi akan meningkatkan daya tangkap ilmu sehingga
nantinya tujuan yang ingin dicapai oleh guru dapat diraih dengan baik.
Selanjutkan Ibu Futhaimi, A.Ma berpandangan bahwa:
Penguatan harus dilakukan secara merata
kepada siswa yang baik ataupun kurang baik perilakunya. Guru tidak boleh
membeda-bedakan dalam memberikan penguatan. Ada dua cara dalam menggunakan
penguatan, antara lain. Pertama, Penguatan kepada pribadi tertentu. Penguatan
harus jelas kepada siapa ditujukan. Karena apabila tidak, akan kurang efektif.
Oleh karena itu, sebelum memberikan penguatan, guru terlebih dahulu menyebut
nama siswa yang bersangkutan sambil menatap kepadanya. Kedua, Penguatan
kepada kelompok. Penguatan dapat pula diberikan kepada sekelompok siswa,
misalnya “Bapak sangat senang kalian menyelesaikan tugas ini dengan baik”.
Dapat juga memberikan sebuah penghargaan lain.[3]
Pemberian penguatan
di dalam pembelajaran harus memperhatikan beberapa prinsip pemberian penguatan,
antara lain memberikan kehangatan, keantusiasan, kebermaknaan, menghindari
respon negatif, pemberian penguatan dengan segera, dan memvariasikan
bermacam-macam bentuk penguatan. Dengan demikian,
seorang guru harus mampu untuk menjaga motivasi belajar siswanya agar dapat
mencapai suatu hasil yang optimal ketika melakukan suatu proses pembelajaran. Lebih lanjut Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Ibu Helmiati, S.Pd.I
mengatakan bahwa:
Penerapan komponen keterampilan
memberi penguatan guru dalam pembelajaran di kelas terdiri dari penguatan
verbal dan non verbal. Penguatan verbal dilakukan dengan memberikan
pengharhgaan atau pujian kepada tingkah laku siswa dengan kata-kata maupun
kalimat pujian dengan memperhatikan pada prinsip pemberian penguatan.Penerapan
penguatan non verbal dilakukan dengan memberikan sentuhan, pendekatan, kegiatan
yang menyenangkan, simbol atau benda, dan penguatan tak penuh pada
siswa.Penguatan dengan sentuhan dilakuakn guru dengan menepuk pundak, menjabat
tangan dan memberikan tos pada anak. Penguatan dengan cara mendekati dilakukan
guru dengan berdiri atau duduk di samping siswa atau sekelompok siswa saat
sedang diskusi maupun mengerjakan soal. Penguatan dengan simbol atau benda
diterapkan guru dengan memberikan simbol point atau centang dan memberikan
hadiah uang pada siswa. Penerapan penguatan tak penuh dilakukan guru
karena ada siswa yang belum sempurna dalam mengerjakan sesuatu[4]
Dalam kegiatan
pembelajaran, penguatan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan
keefektifan kegiatan pembelajaran. Pujian atau respon positif guru terhadap
prilaku/perbuatan siswa positif akan membuat siswa merasa senang karena
dianggap mempunyai kemampuan. Namun sayangnya, guru sangat jarang memuji
prilaku/perbuatan siswa yang positif. Yang sering terjadi adalah guru menegur
atau memberi reespon negatif terhadap perbuatan siswa yang negatif. Oleh karena
itu, guru perlu melatih diri sehingga terampil dan terbiasa memberi penguatan.

Post a Comment for "Keterampilan Memberi Penguatan"