Keterampilan Mengadakan Variasi
A.
Keterampilan
Mengadakan Variasi
Salah
satu komponen belajar mengajar adalah keterampilan dasar mengajar yang termasuk
di dalamnya keterampilan mengadakan variasi yang berguna untuk mengatasi
kejenuhan atau kebosanan yang dialami siswa dalam kegiatan atau proses
pembelajaran dan juga untuk mengatasi kondisi ruangan yang tidak nyaman,
performance guru kurang disukai peserta didik serta materi yang diajarkan
kurang menarik. Dengan memperbaiki gaya mengajar saja belum dapat mengatasi
persoalan yang terjadi namun, dengan harapan bervariasinya proses pembelajaran
yang diberikan akan membuat siswa nyaman melaksanakan pembelajaran dikelas dan
kelas menjadi lebih kondusif. Berdasarkan wawancara dengan Ibu
Rohana, S.Ag Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 51 Bireuen bahwa
menurut beliau:
Pada dasarnya
semua orang tidak menghendaki adanya kebosanan dalam melakukan segala kegiatan.
Sehingga orang akan selalu berusaha untuk memperoleh kehidupan yang penuh
variasi (pergantian atau perubahan) yang positif. Tidak lepas dari tujuan itu,
dalam proses belajar mengajar juga mempunyai tujuan yang sama, sehingga para
pendidik dituntut untuk mengembangkan variasi dalam mengajarnya.[1]
Di
dalam ketrampilan mengajar yang Beraneka ragam begitu banyak Variasi yang bisa
digunakan agar pemahaman siswa bisa terfokus pada pembelajaran. Ada banyak cara
yang dapat dilakukan untuk membuat variasi dalam pembelajaran diantaranya
Variasi Gaya Mengajar, Variasi dalam menggunakan media,Variasi dalam interaksi
antara guru dengan siswa. Hal ini di perlukan agar pembelajaran bisa
dilaksanakan secara maksimal karena kebutuhan setiap dalam memahami materi
pelajaran tidak sama. Helmiati, S.Pd.I,
Wakil Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri
51 Bireuen Bidang Kurikulum memberikan keterangan kepada penulis di
sela-sela mewancara beliau yaitu:
Keterampilan mengadakan variasi dalam proses
belajar mengajar meliputi tiga aspek, yaitu variasi dalam gaya mengajar,
variasi dalam menggunakan media dan bahan pengajaran dan variasi dalam
interaksi antara guru dengan siswa. Dengan dikombinasikannya ketiga komponen
atau aspek dalam penggunaannya atau secara integrasi, maka akan meningkatkan
perhatian peserta didik, membangkitkan keinginan dan kemauan belajarnya. Dengan
sebab itu, maka diharapkan tujuan pendidikan tercapai.[2]
Semua guru pasti
mengharapkan peserta didiknya tetap bergairah dan senang akan pelajaran yang
diberikan oleh guru tersebut. Untuk mencapai harapan tersebut maka perlu
menciptakan suasana lingkungan belajar yang kondusif. Salah satu upaya untuk
menciptakan kearah itu adalah dengan cara memperhatikan beberapa prinsip
penggunaan variasi dalam mengajar. Beberapa prinsip penggunaan variasi mengajar
sangat penting untuk diperhatikan dan betul-betul dihayati guna mendukung
pelaksanaan tugas mengajar di kelas. Ibu Futhaimi, A.Ma, Guru Madrasah Ibtidaiyah
Negeri 51 Bireuen menuturkan kepada
penulis bahwa:
Dalam mengadakan variasi didalam proses belajar
mengajar seorang guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pertama, Keterampilan mengajar variasi serta hubungannya
dengan keterampilan-keterampilan guru profesionnal lainnya, seperti penguasaan
berbagai metode mengajar dan keterampilan mengajukan pertanyaan. Kedua, Penggunaan berbagai ketrampilan mengajar dengan
variasi perlu direncanakan sebelumnya dan sebaliknya dicantumkan dalam satuan
pelajaran yang harus disusun sebagai persiapan mengajar. Ketiga, Penggunaan variasi sangat dianjurkan, tetapi
harus luwes dan wajar serta sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Pemakaian
variasi yang berlebihan justru akan menimbulkan kebingungan dan mengganggu
proses belajar mengajar. Maka guru perlu memperhatikan reaksi siswa, baik
reaksi tingkah laku ataupun reaksi perhatian siswa.[3]

Post a Comment for "Keterampilan Mengadakan Variasi"