Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
A.
Keterampilan
Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan
perseorangan adalah kecakapan menanamkan pengetahuan yang dilakukan pada
sekelompok siswa dan pada siswa secara individu. Mengajar kelompok kecil dan
perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru
memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang
lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan
peserta didik. Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu
diperhatikan kemampuan dan kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang
disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik. Berdasarkan
wawancara dengan Ibu Rohana, S.Ag Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 51 Bireuen bahwa
menurut beliau:
Keterampilan dasar
mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan salah satu cara yang dapat di
lakukan oleh guru MIN 51 Bireuen untuk dapat memfasilitasi system pembelajaran
yang di butuhkan oleh siswa baik secara klasikal maupun individu. Oleh karena
itu keterampilan mengajar ini harus di
latih dan di kembangkan, sehingga para calon guru atau guru dapat memiliki
banyak pilihan untuk dapat melayani siswa dalam melakukan proses pembelajaran.[1]
Dalam usaha meningkatkan
mutu pendidikan, perlu suatu perbuatan yang bersifat memanusiawikan pendidikan.
Artinya bahwa perbedaan individu (siswa) perlu mendapatkan perhatian yang
memadai. Dalam pengajaran yang klasikal pada dasarnya kebutuhan masing-masing
siswa tidak dapat dilayani oleh guru karena semua anak di perlakukan sama.
Berdasarkan pengakuan Ibu Futhaimi, A.Ma guru PAI MIN 51 Bireuen bahwa menurut
beliau:
Memang bukan cara yang
mudah untuk dapat mengajar yang menyesuaikan dengan setiap karakteristik siswa
yang berbeda-beda itu, karena guru sebagai manusia tidak lepas dari kelebihan
dan kekurangan. Paling tidak dengan profesionalisme, guru harus berusaha dalam
mengajar siswa tersebut dengan memperhatikan perbedaan siswa secara individu.
Disinalah keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan solusinya.[2]
Tugas guru dalam
membimbing pembelajaran idealnya harus disesuaikan dengan karakteristik siswa,
sehingga setiap siswa dari berbagai perbedaan yang dimilikinya secara adil
dapat dilayani secara optimal oleh guru. Guru tidak hanya senang melayani anak
yang memiliki kecerdasan tinggi, tapi secara demokratis bagaimana mampu
melayani siswa yang tergolonh sedang maupun rendah. Selanjutnya penulis juga
mewawancarai Ibu Saedah, S.Pd.I Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, menurut
penuturan beliau:
Pada dasarnya, siswa mempunyai karakteristik yang
sangat berbeda satu dengan lainnya. Untuk melayani perbedaan ini, diperlukan
variasi pengorganisasian kegiatan klasikal, kelompok kecil, dan perorangan. Pengajaran
kelompok kecil dan perorangan hanya mungkin terwujud jika terpenuhi
syarat-syarat berikut. Pertama, Ada hubungan yang sehat dan akrab antara
guru-siswa dan antar siswa. Kedua, Siswa belajar dengan kecepatan,
kemampuan, cara, dan minat sendiri. Ketiga, Siswa mendapat bantuan
sesuai dengan kebutuhannya. Keempat, Siswa dilibatkan dalam perencanaan
belajar. Kelima, Guru dapat memainkan berbagai peran.[3]
Perkembangan teknologi yang semakin hari
semakin pesat seorang guru dituntut untuk lebih menambah kualitas ilmu dengan
banyak belajar dari berbagai sumber ilmu yang dimiliki oleh guru harus
diajarkan kepada siswa dengan ketrampilan mengajar yang baik. Selain hanya
pengetahuan ilmu yang harus ditambah guru juga harus menguasai beberapa
ketrampilan mengajar. Karena setinggi-tingginya ilmu yang dimiliki oleh seorang
guru jika guru tersebut tidak memiliki ataupun menguasai ketrampilan dalam
mengajar maka akan sulit bagi siswa untuk menyerap ilmu yang telah diajarkan
oleh guru tersebut.

Post a Comment for "Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan "