Komponen Utama dalam Pembelajaran STAD
Komponen Utama dalam Pembelajaran STAD
Menurut Slavin (dalam Asma, 2006: 51) kegiatan
pembelajaran model STAD terdiri dari 7 tahap yaitu:
1.
Tahap I:
Persiapan Pembelajaran Dalam tahap persiapan pembelajaran
perlu diperhatikan beberapa komponen diantaranya yaitu:
(1) Materi; materi pembelajaran tipe STAD
dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara berkelompok. Sebelum
menyajikan materi pelajaran, dibuat lembar kegiatan siswa (LKS) yang akan
dipelajari kelompok, lembar jawaban, dan lembar kegiatan tersebut,
(2) Menempatkan siswa dalam kelompok; menempatkan
siswa ke dalam kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari empat atau
enam orang dengan cara mengurutkan siswa dari atas ke bawah berdasarkan
kemampuan akademiknya dan daftar siswa yang telah diurutkan tersebut di bagi
empat bagian. Kemudian
diambil satu siswa dari tiap kelompok sebagai anggota kelompok. Kelompok yang
sudah terbentuk diusahakan berimbang selain menurut kemampuan akademik juga
diusahakan menurtut jenis kelamin dan etnis,
(3) Menentukan skor
dasar; skor dasar merupakan skor rata-rata pada kuis sebelumnya. Jika mulai
menggunakan STAD setelah memberikan tes kemampuan prasyarat atau tes
pengetahuan awal, maka skor tes tersebut dapat dipakai sebagai skor dasar.
Selain skor tes kemampuan prasyarat/tes pengetahuan
awal, nilai siswa pada semester sebelumnya juga dapat digunakan sebagai skor
dasar.
2.
Tahap II: Penyajian Materi
Tahap penyajian materi ini menggunakan waktu sekitar 20-45 menit.
Setiap pembelajaran dengan model ini, selalu dimulai dengan penyajian materi
oleh guru. Sebelum menyajikan materi pelajaran, guru dapat memulai dengan
menjelaskan tujuan pelajaran, memberikan motivasi untuk berkooperatif, menggali
pengetahuan prasyarat. Dalam penyajian kelas dapat digunakan model pembelajaran
yang disesuaikan dengan bahan ajar dan kemampuan guru.
3.
Tahap III: Kegiatan Belajar Kelompok
Kegiatan belajar kelompok menggunakan lembar
kegiatan, lembar tugas, dan lembar kunci jawaban masing-masing dua lembar untuk
setiap kelompok, dengan tujuan agar terjalin kerjasama di antara anggota
kelompoknya. Lembar kegiatan
dan lemabar tugas diserahkan pada saat kegiatan belajar kelompok, sedangkan
kunci jawaban diserahkan setelah kegiatan kelompok selesai dilaksanakan.
Setelah menyerahkan lembar kegiatan dan lembar tugas, guru menjelaskan tahapan
dan fungsi belajar kelompok model STAD. Setiap siswa mendapat peran memimpin
anggota-anggota di dalam kelompoknya, degan harapan bahwa setiap anggota
kelompok termotivasi untuk memulai pembicaraan dalam diskusi. Pada awal pelaksanaan
kegiatan kelompok dengan model STAD diperlukan adanya diskusi dengan siswa
tentang ketentuan-ketentuan yang berlaku di dalam kelompok kooperatif. Hal-hal
yang perlu dilakukan siswa untuk menunjukkan tanggung jawab terhadap
kelompoknya, misalnya:
(1) Meyakinkan bahwa setiap anggota kelompok telah
mempelajari materi,
(2) Tidak seorang pun menghentikan belajar sampai
semua anggota menguasai materi,
(3) Meminta bantuan kepada setiap anggota
kelompoknya untuk menyelesaikan masalah sebelum menanyakan pada gurunya,
(4) Setiap anggota kelompok berbicara secara sopan
satu sama lain, saling menghormati dan menghargai.
4.
Tahap IV: Pemeriksaan terhadap Hasil Kegiatan Kelompok
Pemeriksaan terhadap kegiatan kelompok
dilakukan dengan mempresentasikan hasil kegiatan kelompok di depan kelas oleh
wakil dari setiap kelompok. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian. Pada
tahap ini pula diadakan pemeriksaan hasil kegiatan kelompok dengan memberikan
kunci jawaban dan setiap kelompok memeriksa sendiri hasil pekerjaanya serta
memperbaiki jika masih terdapat kesalahan-kesalahan.
5.
Tahap V: Siswa Mengerjakan Soal-soal Tes secara Individual
Pada tahap ini setiap siswa harus
memperhatikan kemampuannya dan menunjukkan apa yang diperoleh pada kegiatan
kelompok dengan cara menjawab soal-soal tes sesuai dengan kemampuannya. Setiap siswa dalam tahap ini tidak diperkenankan bekerjasama.
6.
Tahap VI: Pemeriksaan Hasil Tes
Pemeriksaan hasil tes dilakukan oleh guru, membuat daftar skor
peningkatan setiap individu, yang kemudian menjadi skor kelompok. Peningkatan
rata-rata skor setiap individual merupakan sumbangan bagi kinerja pencapaian
kelompok.
7.
Tahap VII: Penghargaan Kelompok
Setelah diperoleh hasil kuis, kemudian dihitung skor peningkatan
individual berdasarkan selisih perolehan skor kuis terdahulu (skor dasar)
dengan skor kuis terakhir. Berdasarkan skor peningkatan individual dihitung
poin perkembangan dengan menggunakan pedoman yang disusun oleh Slavin. Menurut
Slavin dalam Isjoni (2010:53) pedoman pemberian skor perkembangan individu
adalah sebagai berikut:
|
No
|
Skor
Tes
|
Skor
Perkembangan Individu
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
|
Lebih dari 10 poin di bawah skor awal 10 hingga 1 poin
di bawah skor awal Skor awal sampai 10 poin di atasnya Lebih dari 10 poin di
atas skor awal Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor awal)
|
5
10
10
20
30
|
8.
Penilaian dalam STAD
Asma (2006: 54), menyatakan bahwa pemberian penghargaan kepada
kelompok yang memperoleh poin/skor perkembangan tertinggi ditentukan dengan
rumus sebagai berikut:
N1= Jumlah
Total Perkembangan Anggota
Jumlah
Anggota Kelompok Yang Ada
Berdasarkan poin/skor perkembangan yang
diperoleh terdapat tiga tingkatan penghargaan yang diberikan yaitu:
(1) Kelompok yang memperoleh poin rata-rata 15,
sebagai kelompok baik,
(2) Kelompok yang memperolerh poin rata-rata 20,
sebagai kelompok hebat,
(3) Kelompok yang memperolerh poin rata-rata 25,
sebagai kelompok super.
1.6.7.3 Langkah-langkah
Pembelajaran STAD
Langkah-langkah dalam pembelajaran STAD,
yaitu:
(1) Membentuk kelompok yang anggotanya 4-5 orang
secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll ),
(2) Guru menyajikan pelajaran,
(3) Guru memberi tugas kepada kelompok untuk
dikerjakan oleh anggotaanggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainya sampai semua
anggota dalam kelompok itu mengerti,
(4) Guru memberi
kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh
saling membantu,
(5) Memberi
evaluasi,
(6) Kesimpulan.

Post a Comment for "Komponen Utama dalam Pembelajaran STAD"