Landasan Memilih Isteri
A. Landasan Memilih Isteri
Isteri shalihah adalah harta karun yang hakiki yang
disimpan seorang laki-laki di dunia dan akhirat[1].
Dan suami yang shalih membantu sang isteri untuk menunaikan kebaikan dan
membentuk keluarga yang shalih serta mencetak anak-anak yang shalih. Oleh sebab
itu baik suami dan isteri harus betul-betul komitmen secara sempurna terhadap
manhaj Islam dan nilai-nilai agama yang lurus kemudian menterjemahkan semua
nilai dan ajaran mulia tersebut dalam amal perbuatan dan kebiasaa sehari-hari. Manhaj islam yang di
bawa oleh Rasulullah menganjurkan agar berhati-hati dalam memilih isteri yang
shalihah. Dalam manhaj tersebut menjelaskan keutamaan isteri di atas suami dan
anak-anak karena wanita shalihah melahirkan anak shalih dan generasi yang baik
betjihad di jalan Allah serta menjadi pembuka kemenangan untuk Islam[2].
Banyak di antara kaum wanita yang telah melahirkan
pahlawan dan pejuang islam yang telah dikenal oleh sejarah islam seperti ali
bin abi Thalib, Abdullah bin az-Zubair, Muawiyah bin Abu Sufyan dan semisalnya.
Apabila anda ingin memiliki anak yang shalih maka pilihlah calon isteri
shalihah karena wanita yang shalihah adalah harta karun yang hakiki.
Adapun kafa’ah atau kesamaan status harus selaras
dari semua sisi dan bidang kehidupan karena kesamaan derajat dan posisi serta
status akan membantu kesuksesan hidup berumah tangga. Semakin baik dan bersih
nasab calon jodoh maka semakin kuat anjuran tersebut dan hal itu terwujud agar
proses pendidikan anak dan keluarga ditegakkan secara benar[3].
Namun sebelum menjatuhkan pilihan pada kesamaan derajat yang lain maka
hendaknya keselarasan agama harus menjadi prioritas utama lalu keselarasan
status social yang berkaitan dengan nasab, kedudukan dan harta tapi tidak tepat
bila pilihan status social lebih didahulukan daripada pilihan agama dan akhlak. Inilah pandangan Islam terhadap
hakekat perkara dan pandangan tersebut menjadi agama dan akhlak sebagai tolak
ukur kafaah kesetaraan derajat dan status bukan ukuran harta, kedudukan dan
keturunan. Allah berfirman, dalam surat Al-Hujarat ayat 13 sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا
خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ
عَلِيمٌ خَبِيرٌ) الحجرات: ١٣(
Artinya: Hai
manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu
disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah
Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Qs. Al-Hujurat: 13 )
Kita harus menjauhkan diri dari nafsu serakah dan jangan
sampai anda terjebak dalam perasaan emosional yang salah untuk membela para
pemuda dan pemudi yang sedang terlena dalam hubungan asmara cinta yang jauh
sama sekali dari manhaj, nilai dan ajaran islam yang mulia sambil
mengulang-ulang ucapan salah “apa salahnya saya menikah dengan orang berasal
dari keluarga buruk?” Maka manhaj islam
menjawab, “Apakah anak-anakmu akan menanggung akibat pasca pernikahan ini?”
Pernah suatu ketika ditanya, “Apa hak anak atas orang tua?” maka Umar menjawab,
“Hendaklah memilihkan ibu yang baik, memberi
nama yang baik dan mengajarkan al-Qur’an.”
Banyak kasus dan problem rumah yang muncul akibat
jauhnya dari manhaj Islam bahkan sering rumah tangga berantakan dan bahtera
rumah tangga pecah karena menjauh dari manhaj dan nilai ajaran islam yang
mulia. Sementara anak-anak mengalami broken home dan hidup liar karena
tidak komitmen dengan manhaj islam pada saat memilih pasangan hidup atau suami
yang shalih sebagai teman berjuang dalam mendidik anak dan membentuk keluarga
yang shalih. Sering kita membaca berita sedih dan memilukan setiap hari di Koran, majalah
dan tabloid akibat runtuhnya nilai dan manhaj Islam di tengah keluarga. Memilih pasangan
hidup atas dasar pilihan yang benar dan tepat dan sejalan dengan manhaj islam
serta ajaran yang dibawa oleh Rasulullah dan para sahabat dan para tabi’in dari
kalangan ulama as-salafush shlih, maka akan menjadi pondasi kokoh yang bias
melindungi dari berbagai kesalahan dengan taufik dan hidayah dari Allah.

Post a Comment for "Landasan Memilih Isteri"