Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manhaj Islam dalam Memilih Isteri


A.    Manhaj Islam dalam Memilih Isteri

Isteri adalah ibu pendidik dan guru serta penyangga keluarga, bila isteri baik maka keluarga akan menjadi baik. Isteri ibarat bumi yang subur tempat untuk menyemai dan menumbuhkan anak didik kita, jika memilih bumi yang tepat dan bagus maka telah menjatuhkan pilihan bagus dan menyemai bibit di ladang yang subur yang siap membentuk keluarga yang shalih sehingga bisa membantu terbentuknya masyarakat yang baik[1].
Rasululullah SAW. Menjelaskan tentang tata cara memilih isteri dalam Islam sebagai berikut:
عن أبى هريرة  عن النبى صلى الله عليه وسلم قال : ينكحو ا المرأة لاربع لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها فاضلقر بزات لدين تربت يداك. (رواه البخارى)

Artinya : Dari Abu Huraiah ra, Rasulullah Saw bersabda : wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena ketaatannya kepada agama. Pilihlah wanita yang taat kepada agama, maka kamu akan bahagia. (HR. Bukhari)[2].
Ketika Islam menganjurkan kepada laki-laki dan wanita agar memilih jodoh yang baik semata-mata untuk mendapatkan keturunan yang baik dan mulia yang mampu menjadi pemimpin agama dan umat di masa yang akan dan anak shalih yang kita harapkan bersama.
Seorang pendidik yang baik adalah seorang yang mempersiapkan pendidikan anak sejak dini dengan memulai tahapan pertama dalam mendidik dan membesarkan anak karena masa itulah masa pertumbuhan anak yang paling penting dalam membentuk pribadi dan garis-garis besar corak kepribadian anak dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Isteri adalah peneduh hidup sang suami, ladang bagi pertumbuhan anak, pemelihara rumah tangga, ibu bagi anak-anak, belahan hati sang suami dan tempat menyimpan seluruh rahasia hidup dan keluhan batin serta dialah penyangga rumah tangga yang paling strategis. Isteri bertugas melahirkan anak, sementara anak mengambil kebiasaan dan sifat-sifat serta prinsip hidup dari ibu maka gaya hidup, pola berfikir, keahlian, ketrampilan, kebiasan, karakter dan kematangan hidup anak sangat tergantung kepada kebiasaan, akhlak dan pola berfikir serta gaya hidup seorang ibu. Maka dialah yang mengajarkan kepada anak berbagai macam ajaran agama, adat kebiasaan dan etika dalam hidup pribadi dan bermasyarakat.
Karena tujuan di atas maka manhaj Islam sangat menganjurkan kepada umatnya agar memilih isteri yang shalihah sebab wanita shalihah termasuk sebaik-baik kenikmatan dunia. Keluarga merupakan pondasi utama dan tempat strategis untuk membentuk kader bangsa dan pembinaan anggota masyarakat muslim maka harus hati-hati dan tepat dalam memilih isteri karena itu adalah asas terbentuknya keluarga dan masyarakat muslim tangguh dan kokoh.


[1] Ibid., hal. 26.

[2]Imam Bukhari, Shaheh Bukhari, juz. II, (Cairo: Darul Ma’taban, Asya’biah, t.t), hal. 125.


Post a Comment for " Manhaj Islam dalam Memilih Isteri"