Membiasakan Syari’at Dalam Rumah Tangga
Membiasakan Syari’at Dalam Rumah Tangga
Berbagai kebiasaan yang turun-temurun kita
lakukan pun turut berubah, dari kebiasaan makan, minum, berpakaian, berjalan,
berbicara, hingga segala bentuk penampilan masyarakat. Kami tidak menentang
jika memang perubahan yang terjadi mengarah pasa sesuatu yang lebih baik. Namun
sayangnya, justru berubah ke arah yang membawa madarat dan penderitaan. Dahulu,
kita leluasa menyantap makanan yang terjamin kehalalan dan kebaikannya.
Sekarang, kita makan tanpa mengetahui apakah makanan yang santap halal atau
haram, bahkan ada diantara kita yang santai saja melahap makanan yang haram
padahal ia sudah mengetahui keharamannya tanpa mempedulikan hal itu. Dahulu,
kita pakai baju longgar yang membantu untuk shalat menstimulasi untuk duduk
berlama-lama di masjid. Sekarang, pakaian yang kita kenakan sempit dan dipenuhi
tali diberbagai titiknya sehingga orang yang tidak kuat agamanya pun
menjadikannya sebagai alasan untuk meninggalkan shalat, bahkan karena alasan
pakaian banyak pula orang taat beragama yang taat beragama yang terpaksa
menjamak salatnya tanpa alasan yang syar’i, dan semua itu hanya
dikarenakan pakaian.
Ini
bukan pandangan yang dangkal maupun sembarangan, akan tetapi ini merupakan
fakta-fakta yang disodorkan oleh realitas empiris yang biasa diraba di
mana-mana, meski searogan apapun orang-orang arogan menepisnya. Dahulu, kita
langsung tidur sehabis shalat Isya’ sehingga bisa mendapatkan tidur dengan
kenyamanan, menyelerasi hukum alam, dan bangun menunaikan salat Shubuh dengan fitalitas
yang sempurna. Sekarang, kita begadang menonton TV hingga larut malam dan
bangun kesiangan tanpa menunaikan kewajiban Allah (salat Shubuh).
Dahulu, kita biasa berbicara
dengan bahasa Arab yang fasih dan kita pun bangga mengakuinya sebagai bahasa
dan nasionalisme kita. Sekarang, orang-orang terpelajar diantara kita memenuhi
mulut-mulut mereka dengan bahasa-bahasa asing seolah rida menerima kehinaan dan
bangga dengan perbudakan.
Begitulah. Segala sesuatu di tengah-tengah
kita telah berubah. Tanpa sadar
kaum muslimin pun tercerabut dari agama mereka.
Inti
pemikiran Ikhwanul Muslimin adalah agar manusia (kaum muslimin) kembali ke rel
kehidupan islam. Namun, banyak diantara intelektual Mesir yang memakai jas ala
Barat menertawakan dan mencemooh kita. Merka menanggapiya dengan olok-olokan
dan keanehan. Mereka tidak habis pikir dengan gaya berpikir kita yang kata
mereka jumud karena masih terpaku pada masalah formalisme kehidupan Islam. Mereka
memandang mustahil Mesior bisa dikembalikan ke kondisi Mesir sebelum mengalami
perubahan ini, Mereka memustahilkan jika para patriot Ikhwanul Muslimin mampu
menghancurkan rintangan-rintangan ini dan mengembalikan manusia pada islam.
Apapun,
mereka masih bisa dimaafkan. Sebab mereka belum mengimani kekuatan dan energi
besar yang bisa dihasilkan oleh keimanan. Mereka tampaknya belum perna membaca
apa yang telah dilakukan keimanan ini pada umat Islam, sebelum dan sesudahnya.
Misi
setiap masalah kerasulan disetiap masa adalah mengubah sistem dan mengganti
status quo, mengarahkan manusia pada sesuatu yang baru dan mengangkat mereka
dari segala hal yang mereka lekati.
Itulah
risalah islam yang telah ditunaikan oleh Rasulullah swa. secara sempurna dan
dijamin kesempurnaannya lagi oleh para pembaru dan reformer dari kalangan
umatnya. Dan kita insya Allah akan ambil bagian dalam pembaruan ini dan
dengan tangan-tangan kita Allah akan mengubah sistem dan status quo tersebut.
Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita Al-qur’an setelah beberapa waktu
lagi.
Kewajiban
setiap ikhwan jika memang serius dalam hal ini adalah mentransformasikan
tataran pesan ke dalam tataran praktis. Dan sekaranglah waktunya untuk bekerja
keras.
Jika
ada Kalangan Ikhwanul Muslimin yang beranggapan bahwa masa kerja keras ini
sebagai masa konfrontasi dengan pemerintah, atau yang mereka sebut dengan turun
ke lapangan maka itu adalah anggapan yang salah. akan tetapi, pertama-tama
berkonfrontasilah dahulu dengan nafsu diri kalian sendiri. Seretlah is turun ke
medan pertempuran dan baku hantamlah sendiri dengan rezin-rezim personal di
dalam diri kalian yang bertentangan dengan islam.
Gantilah
busana kalian agar lebih dekat dengan penampilan Islam! Peliharalah jenggot
agar berbeda dengan para priyayi! Ubahlah waktu kalian, tidurlah sesudah Isya’
dan bangunlah sebelum subuh! Gantilah perabotan rumah kalian dengan perabotan
Islami! Didiklah istri, anak. dan saudara perempuan kalian dengan didikan dan
ajaran Islam!
Lalukanlah
semua ini dengan cara sistematis dan perencanaan yang jelas Tingkatkanlah
kualitas dan kuantitas shalat kalian dan berusahalah untuk selalu berjamaah.
Banyak
hal sejenis yang sebenarnya ingin kami serukan pada kalian. Barang siapa yang
mampu memenangi nafsunya sendiri maka ia akan mampu mengalahkan pemerintah yang
tiran.
Diantara
contoh – contoh pelaksanaan syariat dalam rumah tangga :
1. Mengucapkan salam
ketika masuk rumah ( Qs. An-Nur ayat 61 )
Artinya. ” apabila kamu
sekalian memasuki rumah maka hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya,
suatu penghormatan yang ditetapkan disisi Allah, yang diberi berkah lagi baik”.
2. Membiasakan shalat
berjamaah dalam rumah tangga ( hal ini sesuai dangan hadist Nabi Saw:
Artinya.” Dari Ibnu Umar ra,
bahwa Nabi Saw bersabda shalat berjamaah lebih utama daipada shalat sendirian
dengan dua puluh derajat.”10
3. Memakai pakaian yang
sesuai dengan syariat islam ( Qs. Al – Ahzab ayat 59 )
Artinya.” Hai nabi katakanlah kepada isteri –
isterimu, anak – anak perempuanmu dan isteri – isteri orang mukmin hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. yang demikian itu supaya
mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu dan Allah
adalah maha pengampun lagi maha penyayang”.

Post a Comment for "Membiasakan Syari’at Dalam Rumah Tangga"