pendidikan Islam menurut Prof. Dr. Omar Muhammad Al Toumy Al Syaebani
BAB II
PENDIDIKAN ANAK SHALEH
A. Pengertian Pendidikan
Pendidikan berasal dari kata didik yang
artinya “Memelihara, memberi latihan, dan pimpinan, kemudian kata didik itu
mendapat awalan pe- akhiran- an sehingga menjadi pendidikan yang artinya
perbuatan mendidik”.[1]
Syaiful Djamarah dalam bukunya “Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam
Keluarga” mengemukakan bahwa ”Pendidikan adalah usaha-usaha untuk membina
pribadi muslim yang terdapat pada pengembangan dari segi spiritual, jasmani, emosi,
intelektual dan sosial”.[2]
Tarbiyah/pendidikan Islam
menurut Prof. Dr. Omar Muhammad Al Toumy Al Syaebani, diartikan sebagai usaha
mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya, kehidupan
kemasyarakatannya dan kehidupan dalam alam sekitarnya dengan dilandasi oleh
nilai-nilai Islam. Dari ungkapan tersebut jelas bahwa pendidikan merupakan
rangkaian usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa
kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan belajar, sehingga terjadi perubahan di
dalam kehidupan pribadinya, sebagai makhluk individu dan sosial serta dalam
hubungannya dengan alam sekitar, yang kesemuanya mengacu kepada nilai-nilai
Islam. Menurut H. M Arifin, pendidikan adalah usaha orang dewasa
secara sadar untuk membimbing dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan
dasar anak didik baik dalam bentuk pendidikan formal maupun non formal”.[3]
Menurut Ahmad D. Marimba Pendidikan
adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap
perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian
yang utama.”[4] Menurut Soegarda Poerbakawatja pendidikan ialah semua
perbuatan atau usaha dari generasi tua untku mengalihkan pengetahuannya,
pengalamannya, kecakapannya, dan ketrampilannya kepada generasi muda. Sebagai usaha menyiapkan agar dapat
memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohani”.[5]
Pendidikan
Islam adalah pendidikan yang didasarkan pada konsep penciptaan manusia dalam
Islam, yaitu adanya fithrah atau potensi kebaikan sejak lahir. Manusia lahir membawa
potensi percaya kepada Allah, cenderung kepada Al Haq, dan selalu ingin berbuat
baik. Pendidikan Islam harus berusaha menggali dan mengembangkan potensi
spiritual anak didiknya. Salah satu dasar pendidikan Islam yang terpenting
adalah konsep Tauhid. Konsep tauhid yang murni dan mutlak di bidang ketuhanan
ini mempunyai aplikasi yang luas di dalam konsep kesatuan penciptaan dan
eksistensi, kesatuan ilmu pengetahuan, kesatuan nilai kebajikan dan kesatuan
kemanusiaan serta kesatuan sejarah. Konsekuensinya, didalam pendidikan Islam
tidak mengenal dikotomi/pencabangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan.
Demikian pula tidak ada pemisahan antara nilai-nilai kebenaran dan kebajikan di
dalam ilmu maupun penerapannya di dalam teknologi. Pendidikan Islam mengandung
pengembangan "sense of meaning"/makna, sense of
commitment"/istiqomah, "sense of purpose"/tujuan dan "sense
of direction"/pengarahan.
Dengan
pengembangan makna dan komitmen pendidikan, maka seseorang akan termotivasi
untuk berprestasi, mempunyai semangat mencipta, semangat menemukan, semangat
berinovasi yang bersumber kepada semangat percobaan dan semangat kritis. Sedang
dengan pengembangan tujuan dan pengarahan pendidikan, anak didik diharapkan
tidak hanya mengikuti logika dalam mengembangkan ilmu dan teknologinya,
sehingga tidak menyebabkan kerusakan alam karena penggalian sumber daya alam
yang berlebihan, pencemaran lingkungan hidup, perlombaan senjata,
ketidak-adilan sosial, ekonomi, pelanggaran hak asasi manusia, perkembangan
budaya kekerasan, dan lain-lain. Jelas sekali hasil yang akan didapat
dari pendidikan Islam, yaitu rahmatan lil alamin, penebar rahmat ke seluruh
alam.[6]
Pendidikan Islam adalah pendidikan yang melatih
sensibilitas individu sedemikian rupa, sehingga dalam perilaku mereka terhadap
kehidupan, langkah-langkah dan keputusan begitu pula pendekatan mereka terhadap
semua ilmu pengetahuan diatur oleh nilai-nilai etika Islam yang sangat dalam
dirasakan. Dengan pendidikan Islam itu mereka akan terlatih dan secara mental
sangat berdisiplin sehingga mereka ingin memiliki pengetahuan bukan saja untuk
memuaskan rasa ingin tahu intelektual atau hanya manfaat kebendaan yang
bersifat duniawi, tetapi juga untuk tumbuh sebagi makhluk yang rasional,
berbudi dan menghasilkan kesejahteraan spiritual, moral dan fisik keluarga
mereka, masyarakat dan umat manusia. Pendidikan Islam yang memiliki
tujuan besar dan universal ini, bukan berlangsung temporal, tapi dilakukan
secara berkesinambungan. Artinya tahapan-tahapannya sejalan dengan kehidupan,
tidak berhenti pada batas-batas tertentu, terhitung sampai dunia ini berakhir.[7]
Selanjutnya dapatlah diketahui bahwa pendidikan itu adalah upaya yang
dilakukan secara terarah, terpadu,sistematis untuk mengantarkan anak didik ke
arah kedewasaan dalam berfikir, bertindak serta berprilaku yang baik dalam
kehidupan mereka sehari-hari sesuai dengan moral dan etika yang berlaku serta
sesuai dengan kaeda-kaedah pendidikan itu sendiri.[8] Pengertian pendidikan
tersebut tidak terlepas dari maksud dan tujuan pendidikan itu sendiri yaitu
untuk meningkatkan kualitas pribadi dan masyarakat untuk mencapai kecerdasan
dan ketrampilan guna untuk meningkatkan harkat dan martabat serta untuk dapat
membangun diri dan masa depannya yang lebih cerah.
Dari beberapa pendapat yang telah diuraikan secara terperinci dapat penulis
simpulkan bahwa pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha manusia untuk dapat
membantu, melatih, dan mengarahkan anak melalui transmisi pengetahuan,
pengalaman, intelektual, dan keberagamaan orang tua (pendidik) dalam kandungan
sesuai dengan fitrah manusia supaya dapat berkembang sampai pada tujuan
yang dicita-citakan yaitu kehidupan yang sempurna dengan terbentuknya
kepribadian yang utama.Sedang pendidikan Islam menurut ahmad D Marimba adalah
bimbingan jasmani maupun rohani berdasarkan hukum-hukum agama.
[2] Syaiful Djamarah, Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam Keluarga,(
Jakarta : Rineka Cipta, 2004), hal. 78.
[7] Armai Arief, Pengantar Ilmu Dan Metodologi Pendidikan Islam, Cet. I, (Jakarta: KDI, 2002), hal 78.

Post a Comment for "pendidikan Islam menurut Prof. Dr. Omar Muhammad Al Toumy Al Syaebani"