Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh Pemberian ASI dan Hubungannya dengan Pendidikan


A.    Pengaruh Pemberian ASI dan Hubungannya dengan Pendidikan


Mengutip info yang diperoleh dari National Health Service (Lembaga Pelayanan Kesehatan) di Inggris, diantara manfaat pemberian ASI pada bayi adalah mengurangi resiko bayi terkena diare dan muntah, mengurangi kemungkinan terkena infeksi pada dada dan telinga, mengurangi resiko penyakit kulit, mengurangi kemungkinan bayi terkena sembelit, sehingga berkurang juga kemungkinan bayi dirawat di rumah sakit. Selain itu pemberian ASI mengurangi kemungkinan bayi mengalami masalah kegemukan di saat dewasa sehingga juga mencegah penyakit diabetes, dan penyakit yang terkait kegemukan lainnya. Kemudian juga ada laporan indikasi hubungan kecerdasan anak dengan pemberian ASI. Yang terakhir adalah hasil penelitian di Universitas Oxford Inggris ini yang mengaitkan pemberian ASI dengan penurunan kemungkinan anak terkena gangguan perkembangan dan tingkah laku seperti hiperaktif, kecemasan dan ketergantungan anak pada keberadaan orang tuanya yang berlebihan, atau masalah tingkah laku seperti berbohong dan mencuri, yang kesemuanya sangat mengganggu bagi kehidupan sehari-hari rumah tangga dan juga masa depan anak.[1]
Penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Inggris dilakukan dengan teknik prospective and cohort study, yang melibatkan jumlah sampel yang banyak yakni lebih dari 10.000 anak dan bayi. Mereka diwawancara ketika bayi berumur 9 bulan, dan dikunjungi ulang setiap dua tahun sekali. Setelah anak berusia 5 tahun, diberikan sebuah questionnaire  ilmiah yang disebut dengan istilah Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Penelitian ini juga sudah mempertimbangkan berbagai faktor seperti keadaan sosial ekonomi, kesehatan mental sang ibu, usia ibu, tingkat pendidikan, kondisi keharmonisa rumah tangga, tingkah laku ibu ketika hamil seperti merokok atau minum alkohol, hubungan ibu dan anak, dsb.[2]
Diantara hasil penelitian tersebut adalah, bayi yang diberikan ASI ekslusif sampai umur 4 bulan akan berkurang kemungkinannya sebesar 39% mengalami gangguan tingkah laku dibandingkan yang tak diberi ASI sama sekali tapi hanya diberi susu formula. Jika ASI diberikan berserta tambahan makanan lain dalam 4 bulan pertama tersebut, maka kemungkinan berkurangnya gangguan tingkah laku pada anak hanya menjadi 33%. Bahkan bayi yang diberi ASI tapi tak sampai 4 bulan hasilnya nyaris sama dengan bayi yang tak diberi ASI sama sekali. Sementara itu, bayi yang terlahir prematur tidak menunjukkan perbedaan berarti antara diberi ASI atau tidak. Kesimpulannya adalah semakin lama masa pemberian ASI, maka akan semakin turun resiko gangguan tingkah laku pada bayi.[3]
Faktor penyebab langsung antara pemberian ASI dengan berkurangnya kemungkinan anak mengalami gangguan tingkah laku masih belum jelas. Di antara penjelasan bagi hal ini adalah kandungan ASI yang kaya dengan berbagai macam asam lemak tak jenuh, hormon dan nutrisi pertumbuhan, yang berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan otak dan system saraf pada bayi. Kemungkinan penyebab lainnya adalah hubungan erat yang terbentuk antara ibu dan bayi selama proses menyusui yang mendukung perkembangan emosi dan psikologi sang anak.[4]



[2] Majalah Ayah Bunda, No.23, 11-24 November 2000, hal. 38
[3] Rulina Surad,Ibu & Laktasi: Kandungan ASI Beda Kebutuhan Beda Komposisinya, Majalah Ayah Bunda, No.19, 22 Sep- 5 Okt 2001, hal. 100.

[4] Kartini Kartono, Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan), (Bandung: Penerbit Mandar Maju, 1995), hal. 18.

Post a Comment for "Pengaruh Pemberian ASI dan Hubungannya dengan Pendidikan"