Solusi Implementasi Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2013
A.
Solusi Implementasi Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2013
di SD Negeri 3 Pandrah
Solusi
adalah jalan keluar untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi, baik masalah
itu bersifat intern dan ekstern. Solusi yang dianggap tepat untuk mengatasi
permasalahan yang terjadi di SD Negeri 3 Pandrah dalam implementasi evaluasi
pembelajaran kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi penulis di SD
Negeri 3 Pandrah bahwa bahwa perbaikan mutu guru dan penyediaan buku paket merupakan solusi
efektif dalam penerapan kurikulum 2013 di SD Negeri 3 Pandrah”.[1]
1. Guru
Menurut
Heryati, Guru SD Negeri 3 Pandrah,
“perlu ada peningkatan kompetensi guru dalam metode pembelajaran dengan berbagai upaya pelatihan guru. Kegiatan ini
bisa bentuk workshop dengan sistem
klinik dan aplikasi langsung”.[2]
Metode lesson study bisa disarankan dan melalui pendampingan yang
intensip oleh guru inti, pengawas sekolah dan Tim Pengembang Kurikulum
Kabupaten. Hal ini juga perlu ditegaskan bahwa metode saintifik bukan
satu-satunya metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran karena tidak ada
satu metode pun yang paling baik untuk semua.
2.
Buku
Buku
merupakan sarana yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Berdasarkan
wawancara dengan Ibu Elly Nursaputri, Guru SD Negeri 3 Pandrah, “Pemerintah mempersiapkan buku
pegangan guru serta memberikan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran secara komplit
sebagai solusi implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 3 Pandah”.[3]
3.
Siswa
Berdasarkan wawancara dengan Bapak Zainuddin
Adamy, Kepala SD Negeri 3 Pandrah,
menurutnya “guru harus memberikan motivasi kepada siswa agar aktif
mengungkapkan keberaniannya untuk berpendapat secara spontan. hal ini di
karenakan kurikulum 2013 menuntut siswa untuk bisa mengamati, aktif bertanya,
mencobam dan mengeksplorasi tema pembelajaran. Untuk hal ini jelas guru pun
dituntun untuk menciptakan pengajaran yang inovatif dan aplikatif. Yang
melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran, sebagai pusat pembelajaran”.[4]
Inilah tugas berat persiapan penerapan kurikulum 2013, mengubah mindset guru sesuai
dengan yang dikehendaki Kemendikbud.
Pembelajaran mendorong siswa menjadi
pembelajar aktif, pada awal pembelajaran guru tidak berusaha untuk memberitahu
siswa karena itu materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk final. Pada
awal pembelajaran guru membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu
fenomena atau fakta lalu mereka merumuskan ketidaktahuannya dalam bentuk
pertanyaan. Jika biasanya kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyampaian
informasi dari guru sebagai sumber belajar, maka dalam pelaksanaan kurikulum
2013 kegiatan inti dimulai dengan siswa mengamati fenomena atau fakta tertentu.
Oleh karena itu guru selalu memulai dengan menyajikan alat bantu pembelajaran
untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa dan dengan alat bantu itu guru membangkitkan
rasa ingin tahu siswa dengan bertanya.

Post a Comment for "Solusi Implementasi Evaluasi Pembelajaran Kurikulum 2013"