Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning)


BAB I


PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Proses belajar mengajar matematika yang berlangsung saat ini banyak menyebabkan siswa yang mengalami kendala dalam penguasaan materi. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan guru dalam mengelola kelas, sehingga prestasi belajar siswa rendah. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar, dewasa ini telah berkembang amat pesat baik materi maupun kegunaannya. Salah satu tujuan pengajaran matematika di SD berdasarkan GBPP Matematika SD menurut Soedjadi dalam Doyin (2009: 46) adalah menumbuhkembangkan keterampilan berhitung (menggunakan bilangan) sebagai alat dalam kehidupan sehari-hari.
Matematika sebagai induk dari berbagai cabang ilmu harus dilaksanakan dengan baik, apalagi matematika oleh sebagian siswa dianggap pelajaran yang sulit dan momok sehingga siswa kurang tertarik mengikuti pelajaran matematika. Berdasarkan data yang diperoleh dari SD Negeri 2 Juli ada siswa kelas IV yang kurang tertarik mengikuti mata pelajaran matematika, hal ini dapat dilihat pada proses kegiatan belajar mengajar, setiap kali guru menjelaskan materi ada siswa yang terlihat malas, bermain sendiri dan mengantuk saat pelajaran berlangsung, hal ini menyebabkan ada siswa yang tidak menyerap materi dengan sempurna sehingga penguasan materi rendah. Data yang diperoleh dari sekolah menunjukkan ada 9 siswa mendapat nilai 40, 12 siswa mendapat nilai 55, 11 siswa mendapat nilai 75 dan 8 siswa nilainya 90 pada ujian tengah semester I tahun 2014.
Berdasarkan data tersebut dapat diketahui hanya ada sebagian kecil siswa yang mampu menguasai pelajaran sebesar 90% dari penyajian guru, sebagian besar bervariasi antara 50%-80%. Adanya variasi dalam penguasaan bahan ini mencerminkan adanya variasi kemampuan (intelektual dan bakat) yang dimiliki siswa (Rusyan, 1989: 179).
Keberhasilan pembelajaran matematika dipengaruhi oleh ketepatan guru dalam mengelola kelas diantaranya ketepatan dalam memilih strategi, metode dan pendekatan pembelajaran sehingga proses belajar mengajar tidak bersifat monoton tetapi menyenangkan, dan dalam proses pembelajaran guru serta siswa terlibat aktif. Apabila dalam proses pembelajaran ditemukan adanya siswa yang tidak mampu menyerap materi dengan sempurna maka akan segera diketahui oleh guru dan guru akan segera mencari jalan penyelesaiannya dengan memberikan bimbingan dan latihan.
Belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua siswa mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh materi yang dipelajari. Agar semua siswa memperoleh hasil secara maksimal, pembelajaran harus dilaksanakan dengan sistematis. Kesistematisan akan tercermin dari strategi pembelajaran yang dilaksanakan, terutama dalam mengorganisir tujuan dan bahan ajar, melaksanakan evaluasi dan memberikan bimbingan dan latihan terhadap peserta didik yang gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan (http://wikimedia foundation. Org/27 oktober 2009).
Menurut Carrol, setiap siswa akan mampu menguasai bahan kalau diberi waktu atau kesempatan yang cukup untuk mempelajarinya, sesuai dengan kapasitas masing-masing siswa (Djamarah, 2006: 24). Oleh karena itu bila guru mengharapkan siswa dapat mencapai taraf penguasaan atas bahan pelajaran metematika misalnya 60% maka bahan harus dipersiapkan secara sempurna, begitu juga pengukuran hasil belajarnya juga sudah dipersiapkan dengan baik, sehingga apabila seorang guru menginginkan siswanya mampu menguasai matematika dengan sempurna diperlukan upaya yaitu dengan penerapan Mastery Learning, yang diharapkan dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa sehingga terjadi penguasaan materi yang diberikan oleh guru dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Mastery Learning memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk menguasai materi, bila siswa kurang cepat menerima materi guru akan memberikan bimbingan dan remedial dan siswa yangn cepat menguasai materi diberikan pengayaan dan membantu siswa yang belum menguasai materi sehingga tidak ada siswa yang tertinggal dalam menguasai materi.
Pada dasarnya setiap guru matematika mengharapkan peserta didik mampu menguasai dan mempunyai prestasi belajar baik, namun daripada itu sering proses pembelajaran matematika berlangsung membosankan dan siswa tidak mempunyai banyak waktu untuk mempelajari sebuah materi, sehingga tujuan yang ingin dicapai tidak terlaksana dan banyak siswa yang tidak menguasai materi sepenuhnya, hal ini juga disebabkan karena dalam pengelolaan kelas kurang tepat sehingga menyebabkan prestasi dan penguasaan materi matematika peserta didik rendah.
Materi yang diberikan guru kadang tidak dapat diterima dengan sempurna oleh siswa hal ini dikarenakan siswa tidak tertarik dengan pelajaran matematika, mereka asyik berbicara sendiri sehingga menyebabkan siswa tidak menyerap materi yang diberikan oleh guru.
Berdasarkan munculnya masalah diatas, seorang guru hendaknya dapat menghidupkan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa mampu menguasai materi matematika, maka diperlukan Mastery Learning, yang dapat membantu siswa menguasai pelajaran matematika. Berdasarkan latar belakang itulah, penulis terdorong melakukan penelitian dengan mengangkat judul,: “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Juli Melalui Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning).”.

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan di atas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah:
1.     Hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli pada pembelajaran Matematika masih rendah.
2.     Pembelajaran yang lebih didominasi guru, sehingga membuat aktivitas siswa dalam belajar kurang berjalan dengan baik.
3.     Kurangnya respon yang baik dari siswa dalam proses belajar mengajar.


1.3  Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.     Apakah penerapan Mastery Learning dapat meningkatkan penguasaan materi mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli, Tahun Ajaran 2014/2015?
2.     Apakah penerapan Mastery Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli Tahun Ajaran 2014/2015?

1.4  Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1.     Untuk mendeskripsikan penerapan Mastery Learning dapat meningkatkan penguasaan materi mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli, Tahun Ajaran 2014/2015.
2.     Untuk mendeskripsikan penerapan Mastery Learning dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli Tahun Ajaran 2014/2015.

1.5  Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini antara lain:
1.     Bagi peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan mata pelajaran Matematika Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Juli dengan pendekatan pembelajaran tuntas (mastery learning).
2.     Bagi guru
Penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam mengajarkan dan menambah pengetahuan dan wawasan guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran  Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli dengan pendekatan pembelajaran tuntas (mastery learning). Selain itu juga dapat menambah wawasan dan meningkatkan ketrampilan dalam mengelola proses belajar mengajar.
3.     Bagi siswa
Penelitain ini melatih siswa untuk berpartisipasi dan berinteraksi secara aktif dalam proses pembelajaran baik antara siswa dengan siswa maupun siswa dengan guru, Memberi motivasi dan mengubah sikap atau perilaku siswa menjadi lebih kritis, dan bisa bersosialisasi dengan temannya, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
4.     Bagi sekolah
Hasil penelitian dapat dijadikan masukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan melalui penerapan pendekatan pembelajaran tuntas (mastery learning) dalam mata pelajaran Matematika.

1.6  Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian tindakan kelas ini mencakup: Peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli; Penelitian dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Juli; Model pembelajaran yaitu menggunakan model pembelajaran tuntas (mastery learning).

1.7  Definisi Operasional
Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.     Hasil belajar adalah perubahan tingkah laku siswa hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar melalui kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya yang mencakup bidang kognitif (pengetahuan), afektif (sikap dan kepribadian), dan psikomotorik (gerak).
2.     Mata Pelajaran Matematika Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan pada tingkat sekolah dasar yang berkaitan dengan operasi hitung (pengurangan, penambahan, perkalian, pembagian). Matematika adalah ilmu tentang bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan sebagai penjelasan masalah mengenai bilangan (Poerwadarminta, 2006: 554).
3.     Mastery Learning adalah pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan untuk setiap unit bahan pelajaran baik secara perorangan maupun kelompok dengan kata lain apa yang dipelajari siswa dapat dikuasai sepenuhnya (Usman, 1993: 96).

Post a Comment for "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Melalui Pendekatan Belajar Tuntas (Mastery Learning) "