Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa


. Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa

            Peningkatan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri tidak terlepas dari berbagai kendala faktor penghambat. Hambatan yang dimaksud adalah hal-hal yang merintangi atau menjadi kendala dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dan melakukan tugas-tugas pengajaran. Untyuk mengetahui ada atau tidaknya hambatan dalam membangkitkan minat belajar agama pada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.12. ada atau tidaknya kendala dan hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
Ya, ada hambatan
Tidak ada hambatan
87
-
100
-
Jumlah
87
100%

            Tabel di atas menunjukkan menurut seluruh responden (100%) ada hambatan dalam upaya peningkatan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri, tidak seorang pun yang memilih alternatif jawaban tidak ada hambatan.
            Data hasil penelitian tentang hambatan yang dihadapi dalam peningkatan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.13. hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Kurangnya guru dan fasilitas
Guru kurang mampu mengajar
Motivasi belajar kurang
61
16
10
70,11
18,39
11,50
Jumlah
87
100%

            Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa menurut sebagian besar responden (70,11%) adalah kurangnya buku dan fasilitas belajar, hanya sedikit (8%) yang menyatakan guru kurang mampu mengajar dan sebagian kecil (11,50%) yang memilih alternatif jawaban motivasi belajar kurang.
            Dengan demikian, secara umum guru SMP Negeri 2 Indrapuri menyatakan terdapat  hambatan dalam meningkatkan prestasi belajar. Adanya hambatan ini menyebabkan peningkatan prestasi belajar terkendala. Namun meskipun menghadapi berbagai hambatan, upaya meningakatkan prestasi belajar terus dilakukan sebagai bagian untuk meningkatkan kualitas pengajaran pada lembaga pendidikan SMP Negeri 2 Indrapuri.[1]
            Dengan demikian, guru SMP Negeri 2 Indrapuri masih menghadapi berbagai hambatan dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri. Hambatan ini tentunya dapat mempengaruhi upaya guru meningkatkan pretasi belajar siswa, karena keterbatasan waktu guru menyebabkan kualitas dan kuantitas pembelajaran berkurang. Pada sisi lain, terbatasnya sarana dan fasilitas belajar menyebabkan kualitas pembelajaran, hal ini jelas mempengaruhi peningkatan prestasi belajar siswa.[2]
Data  hasil penelitian tentang upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi hambatan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.14. upaya guru mengatasi hambatan untuk meningkatkan prestasi belajar
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.

b.

c.
Melakukan tugas mengajar secara optimal
Menggunakan media dan fasilitas belajar
Menghimbau orang tua memperhatikan pendidikan anak
37

20

30
42,53

22,99

34,48
Jumlah
87
100%

            Melalui tabel di atas dapat diketahui  bahwa upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri dalam meningkatkan prestasi belajar siswa menurut sebagian besar responden (42,53%) adalah melakukan tugas pembalajaran secara optimal, sebagian kecil (34,48%) menyatakan menghimbau orang tua memperhatikan pendidikan anak dan hanya sedikit (22,99%) alternatif jawaban menggunakan media dan fasilitas belajar.
E. Upaya Guru Meningkatkan Minat Belajar Agama pada Murid SMP Negeri 2 Indrapuri
            Peningkatan minat belajar agama pada siswa dilakukan dengan berbagai upaya. Data hasil angket berikut menunjukkan upaya guru dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri.
Tabel 3.15. upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri untuk meningkatkan minat belajar siswa
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.

b.

c.
Mengajar dengan metode yang efektif
Menyajikan materi pelajaran yang menarik
Menggunakan media pembelajaran yang tepat

35

27

25
40,23

31,03

28,74
Jumlah
87
100%

            Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru dalam meningkatkan minat belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri menurut sebagian besar responden (40,23%) adalah mnegajar dengan metode yang efektif, sebagian kecil (28,47%) menyatakan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan hanya sedikit (31,03%) yang memilih alternatif jawaban menyajikan materi pelajaran yang menarik.
            Salah satu upaya guru meningkatkan minat belajar siswa adalah mnegajar dengan metode yang efektif. Untuk mengetahui metode yang deterapkan guru dalam mengajar dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.16. metode yang diterapkan guru dalam mengajar
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
36
22
29
41,38
25,29
33,33
Jumlah
87
100%

            Dari tabel di atas dapat diketahui metode yang diterapkan guru dalam menyajikan pelajaran menurut sebagian besar responden (41,57%) adalah ceramah, sebagian kecil (25,29%) menyatakan diskusi dan sebagiannya lagi (33,33%) yang memilih alternatif jawaban metode tanya jawab.
            Guru SMP Negeri 2 Indrapuri lebih dominan menyajikan pelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Pada dasarnya penyajian materi pelajaran agama di SMP Negeri 2 Indrapuri di depan kelas dapat dikategorikan sebagian metode ceramah, sebab guru secara langsung menurutkan materi pelajaran kepada siswa. Dalam penyajian materi itu, terjadi proses tanya jawab dan dialog, sehingga di terapkan beberapa metode dalam penyajian materi pelajaran dalam satu jam pelajaran. Dapat dikatakan guru SMP Negeri 2 Indrapuri memadukan beberapa metode dalam satu jam pelajaran. Hal ini dimaksudkan agar penyajian materi pelajaran lebih bervariasi dan tidak membosankan.[3]
            Untuk mengetahui data hasil penelitian tentang materi yang disajikan guru dalam pembalajaran agama dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.17. Materi yang diajarkan guru agama pada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Aqidah
Ibadah
Akhlak
26
23
38
29,89
26,43
43,68
Jumlah
87
100%

            Tabel di atas memperlihatkan materi yang diajarkan  guru menurut sebagian besar responden (43,68%) adalh materi akhlak, sebagian kecil menyatakan materi aqidah (29,89%) dan ibadah (26,43%)
            Dengan demikian materi akhlak lebih domianan diajarkan kepada siswa SMP Negeri 2 Indrapuri. Penyajikan materi ini sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan. Selain itu Guru menggunakan metode tertentu dalam kegiatan pembelajaran. Data hasil angket berikut menunjukkn media yang menunjukkan media yang di gunakan guru dalam kegiatan pembelajaran agama pada SMP Negeri 2 Indrapuri.
Tabel 3.18. Media yang sering digunakan dalam pembeljaran agama pada SMP Negeri 2 Indrapuri
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Media elektronil (TV/Radio)
Media cetek (Buku/gambar)
Alat peraga
-
65
22
-
74,71
25,29
Jumlah
87
100%



            Dari tabel di atas dapat diketaui bahwa media yang digunakan guru dalam pembelajaran agama menurut sebagian responden (74,71%) adalah media cetak (buku/gambar). Sebagian kecil 25,29%) menyatakan alat peraga dasn tidak seorang pun yang memilih alternatif jawaban media elektonik (radio/TV)
            Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar agama siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.19. Upaya yang dilakukan guru SMP Negeri 2 Indrapuri untuk meningkatkan prestasi belajar agama siswa
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.

b.

c.
Memberi Bimbingan belajar pada siswa
Mengadakan kegiatan belajar tambahan (les)
Bekerja sama dengan orang tua murid

39

20

28
44,83

22,99

32,18
Jumlah
87
100%

            Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru meningkatkan prestasi belajar agama siswa menurut sebagian besar responden (44,83%) adalah memberi bimbingan belajar pada siswa, sebagian kecil (32,18%) memilih alternatif jawaban bekerja sama dengan orang tua murid dan hanya sedikit (22,99%) yang memilih alternatif jawaban mengadakan kegiatan belajar tambahan (les)
            Guru SMP Negeri 2 Indrapuri melakukan berbagai upaya untuk mengaktifkan kegiatan belajar. Usaha guru untuk mengaktifkan kegiatan belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri dapat dilihat pada tabel berikut:


Tabel 3.20. Upaya guru dalam mengaktifkan kegiatan belajar
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
  b.

  c.


Memotivasi kegiatan belajar
Mengajar dengan metode yang disukai siswa
Menyajikan materi yang disukai siswa
38
26

23

43,68
29,89

26,43
Jumlah
87
100%

            Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa upaya guru dalam mengaktifkan kegiatan belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri menurut sebagian besar responden (43,88%) adalah memotivasi kegiatan belajar,  sebagian kecil (29,89%) menyatakan mengajar dengan metode yang disukai siswa dan sedikit sekali (26,43%) yang memilih alternatif jawaban menyajikan materi yang disukai siswa.
            Propesi guru diwujudkan dengan kemampuan mengelola kelas dan memberi tindakan tertentu terhadap siswa yang sulit memahami pelajaran. Guru yang kurang mampu dlam mengambil tindakn terhadap siswa yang sulit memahami materi pelajaran yang disampaikan, cenderung gagal meningkatkan prestasi belajar anak didik, karena tidak memahami teknik dan strategi pembalajaran yang efektif dan efesien guna meningkatkan prestasi belajar siswa.[4] Data hasil penelitian tentang tindakan guru ketika melihat siswa belum mengerti tentang pelajaran yang disampaikan dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.21. Tindakan guru terhadap siswa yang belum mengerti tentang pelajaran yang disampaikan
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Membiarkan saja
Meneruskan pelajaran
Menjelaskan kembali pelajaran tersebut
-
36
51
-
41,38
58,62
Jumlah
87
100%

            Melalui tabel di atas dapat diketahui bahwa tindakan guru jika ada siswa yang belum memahami materi pelajaran yang disampaikan menurut sebagian besar responden (58,62%) adalah menjelaskan kembali pelajaran tersebut, sebagian kecil (41,38%) menyatakan meneruskan pelajaran dan tidak seorang pun responden yang memilih alternatif jawaban membiarkan saja.
            Hal ini menunjukkan guru SMP Negeri 2 Indrapuri telah mengambil tindakan tertentu untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Pada umumnya tindakan yang diambil  adalah menjelaskan  kembali pelajaran yang disampaikan.
            Selain hasil angket yang disebarkan kepada siswa SMP Pertiwi seperti yang telah dipaparkan di atas, penulis juga menyebarkan angket peda guru SMP Negeri 2 Indrapuri. Berikut akan dipaparkan hasil penelitian angket yang yang disebarkan kepada guru. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri guru melakukan upaya tertentu. Untuk mengetahui upaya guru dalam meningkatkan propesionalismenya dalam mengajar pada SMP Negeri 2 Indrapuri dapat di lihat pada tabel berikut:
Tabel 3.22. Upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar pada SMP Negeri 2 Indrapuri
No.
Alternatif Jawaban
Frekuensi
Persentase(%)
a.
b.
c.
Mengajar dengan baik
Menggunakan fasilitas belajar
Menerapkan metode variatif
54
-
33
62,07
-
37,93
Jumlah
87
100%

            Melalui tabel di atas dapat di ketahui bahwa upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Indrapuri adalah mengajar dengan baik (62,07%) sebagian lain (37,93%) menyatakan memilih alternatif jawaban menggunakan fasilitas belajar.
            Guru hanya membentuk sikap dan prilaku siswa sesuai tuntutan ajaran Islam, akan tetapi terkadang ada siswa yang tidak mengikuti bimbingan guru. Akibatnya tetap nakl dan melakukan kesalahan. Akan tetapi secara umum, sikap dan prilaku siswa SMP Negeri 2 Indrapuri baik akibat keberhasilan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah melalui pendidikan agama.[5] Hal ini merupakan indikator keberhasilan guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.


[1] Hasil wawancara dengan ibu Sirathallah, tanggal 19 Januari 2009

[2] Hasil wawancara dengan ibu Putri Nurfida, Spdi, tanggal  12 Januari 2009
[3] Hasil wawancara dengan ibu Fauziah M. Daud S.pd, tanggal 12 Januari 2009
[4] Hasil wawancara dengan ibu Nurbaiti S.Pd, tanggal 10 Januari 2009
[5] Hasil wawancara dengan ibu Fauziah M. Daud S.pd, tanggal 12 Januari 2009

Post a Comment for "Kendala dan Hambatan dalam Membangkitkan Minat Belajar Siswa"