Kendala-Kendala Penerapan Metode Problem Solving dalam Pembelajaran PAI di SMP
A.
Kendala-Kendala Penerapan Metode Problem
Solving dalam Pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Juli
Kabupaten Bireuen
Metode pembelajaran bidang studi PAI yang diterapkan di SMP Negeri 1
Juli sangat terbatas, karena di SMP Negeri 1 Juli tersebut belum memiliki
sarana yang cukup memadai untuk menerapkan sebuah metode Pembelajaran. Menurut
pengakuan Fauzan, S.Pd. I
bahwa “di SMP Negeri 1 Juli sangat kekurangan sarana belajar mengajar terutama
alat peraga, buku paket yang disediakan hanya untuk guru saja. Sedangkan para
siswa diwajibkan untuk membeli sendiri buku tersebut. Hal ini terjadi karena di
perpustakaan tidak tersedia atau tidak cukup buku pelajaran bahasa arab.[1]
Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dilihat bahwa
kendala utama dalam penerapan Pembelajaran PAI adalah kekurangan alat peraga-media dan buku-buku
pelajaran.
Akan tetapi berbeda dengan penuturan Bapak. Muzakkir, BA yang mengatakan bahwa “kendala yang
sangat terasa dalam melaksanakan Pembelajaran PAI adalah tidak adanya fasilitas
praktikum seperti tidak ada laboratorium bahasa, dan masih banyak lagi
kekurangan yang dialami dalam Pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Juli”.[2]
Di sisi lain kendala yang paling menonjol adalah kurang
seriusnya siswa dalam mempelajari bidang PAI, bahkan disaat materi pelajaran PAI disajikan, mereka seakan-akan ada
yang tidak senang dengan mata pelajaran tersebut. Hal ini terlihat dengan jelas
ketika penulis mengamati dalam proses belajar mengajar, ada diantara siswa
seakan-akan tidur, bahkan setiap ada pertanyaan dari gurunya tentang materi
yang telah berlalu, ada beberapa siswa tidak mampu menjawabnya dengan baik.
[1]Hasil
Wawancara dengan Bapak Fauzan, S. Pd.I Guru PAI pada SMP Negeri 1 Juli pada tanggal 11 Juli 2011.
[2]Hasil
Wawancara dengan Bapak Muzakkir, BA Guru PAI pada SMP Negeri 1 Juli pada tanggal 11 Juli 2011.

Post a Comment for "Kendala-Kendala Penerapan Metode Problem Solving dalam Pembelajaran PAI di SMP"