Kepedulian orang tua terhadap Pendidikan Agama anak
BAB
I
P
E N D A H U L U A N
A. Latar
Belakang Masalah
Anak-anak
merupakan anugerah dan karunia Allah SWT kepada pasangan suami isteri yang secara
fitrahnya menginginkan dan sentiasa mengharapkan karunia ini. Fitrah ini ada di
kalangan muslim maupun bukan muslim. Bagaimanapun ibu bapak muslim sangat
dituntut untuk mengetahui dan memahami nilai karunia Allah SWT ini.
Ketidakfahaman dalam masalah ini menyebabkan ibu bapak tidak dapat melaksanakan
peranan dan tanggung-jawab mereka, malah mungkin tidak menunaikan hak
anak-anaknya.
Orang
tua mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan
masyarakat Islam maupun non-Islam. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan
anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada
masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu
tahun-tahun pertama dalam kehidupanya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa
tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak
mudah hilang atau berubah sudahnya.
Pentingnya kepedulian orang tua
dalam proses pendidikan anak dicantumkan di dalam Al-Qur’an, yang mana Allah
SWT berfirman dalam surat Al-Furqan ayat 74, sebagai berikut:
وَالَّذِينَ
يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاما) الفرقان: ٧٤(
Artinya: Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah
kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati
(kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. ( Qs. Al-Furqan: 74 )
Selanjutnya,
berhubungan dengan pentingnya kepedulian orang tua dalam pendidikan anak di
dalam lingkungan keluarga ini juga dijelaskan Allah SWT sesuai dengan
firman-Nya didalam surah At-Tahrim ayat 6, sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ
اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ) التحريم: ٦(
Artinya: Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan
tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan
selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(
Qs. At-Tahrim: 6 )
Ali Radhiallahu anhu ketika menjelaskan kalimat peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka” berkata, Didiklah mereka dan ajarlah mereka. Ibnu Abbas berkata,
Taatlah kepada Allah, jauhilah perbuatan maksiat dan perintahkan keluargamu untuk
selalu dzikir (ingat kepada Allah), maka Allah akan menyelamatkanmu dari api
neraka.
Abdurahman An-Nahlawi dalam bukunya Pendidikan Islam di
Rumah, Sekolah dan Masyarakat menjelaskan bahwa setiap orang Islam berkewajiban
untuk mengajar keluarganya baik kerabatnya maupun pembantunya tentang apa-apa
yang diwajibkan oleh Allah dari apa-apa yang dilarang-Nya.[1]
Rasulullah SAW Juga memerintahkan
orang tua untuk peduli terhadap pendidikan agama anak, hal ini sesuai dengan
sabdanya dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Amru Bin
Syuaib sebagai berikut:
وعن
عمروبن شعيب عن جده رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلي ا لله عليه وسلم:
مروأأولادكم بالصلا ة وهم ابنا ء سبع سنتين واضربوهم عليها وهم
ابناءعشروفرقوابينهم في المضا جع(رواه ابوداود)
Artinya: Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari neneknya ra
berkata : Rasulullah SAW bersabda : Suruhlah anakmu sholat pada waktu umur
tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkan sholat jika telah berumur
sepuluh tahun. Dan pisahkan anak laki- laki dengan anak perempuan dalam tempat tidur
mereka (HR. Abu Daud). [2]
Realita masyarakat kita sanagat mengkhawatirkan. Para orang
tua merasakan bahwa tanggung jawab utama mereka hanyalah memberikan makan,
minum dan pakaian anak, sedangkan mendidik anak untuk shalat atau beragama
mereka anggap hanyalah pelengkap saja, bahkan ada yang menganggap itu bukan
tugas mereka, tapi tugas para ustadz dan ulama.
Orang tua merasakan bahwa tugasnya dalam mendidik dengan
mentransfer pengatahuan yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari seperti
menghitung ,menbaca dan sebagainya,sementara pendidikan emosional dan spritual
yang bermuara pada agama masih diabaikan
Para orang tua sangat merisaukan apa yang akan dimakan anaknya kelak kalau
dia tidak sempat mewariskan harta yang banyak sebanyak bekal anak sepeninggal mereka;
sebaliknya mereka tidak sedikitpun merasa risau kalau meninggalkan anaknya
dalam keadaan tidak pandai atau tidak pernah shalat, padahal shalat itulah yang
akan dipertanggung jawabkan kelak. Jika orang tua meninggal anaknya tanpa bekal
yang akan dimakan, si anak akan pandai mencari makan untuk dirinya dengan
berbagai macam cara, akan tetapi bila ditinggalkan anak tidak tahu cara shalat,
jangan diharapkan sepeninggal orang tuanya akan pandai pula mencari tempat
belajar shalat.
Bukti lain ketidak pedulian orang tua tentang pendidikan agama anaknya, dan
bahkan tidak sedikit orang tua yang mencabut anaknya dari madrasah atau taman
pendidikan al-Qur’an karena anaknya akan masuk les bahasa Inggris atau les
lainnya untuk mengejar prestasi akademik anak dengan mengorbankan pendidikan
agama anaknya.Akibat dari pengabaian saat ini dapat kita lihat betapa banyak
kriminal yang dilakukan remaja yang tidak memiliki dasar agama yang kuat .
Menurut penulis realita diatas juga terjadi di Gampong Juli Seutuy Kecamatan
Juli Kabupaten Bireuen, maka penulis merasa tertarik membahas tentang “ Kepedulian
orang tua terhadap Pendidikan Agama anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli
Kabupaten Bireuen” sehingga judul ini penulis ambil untuk penulisan
skripsi.
B. Rumusan
Masalah
Adapun yang menjadi rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
pandangan Orang tua terhadap pentingnya Pendidikan Agama bagi anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan
Juli Kabupaten Bireuen?
2. Usaha-usaha
apa saja yang dilakukan orang tua dalam memberikan pendidikan agama anak di
Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen ?
3. Kendala-kendala
pada saja yang dihadapi Orang tua dalam memberikan pendidikan agama bagi anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan
Juli Kabupaten Bireuen ?
C. Tujuan
Penelitian
Adapun
yang menjadi tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui bagaimana pandangan Orang tua terhadap pentingnya Pendidikan Agama bagi anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan
Juli Kabupaten Bireuen.
2. Untuk
mengetahui usaha-usaha apa saja yang dilakukan orang tua dalam memberikan
pendidikan agama anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen
3. Untuk
mengetahui kendala-kendala pada saja yang dihadapi Orang tua dalam memberikan
pendidikan agama bagi anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.
D. Kegunaan
Pembahasan
Adapun yang menjadi kegunaan penelitian dalam
penulisan proposal skripsi ini adalah :
1.
Secara teoritis
pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum dapat
menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai “ Kepedulian
orang tua terhadap Pendidikan Agama anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli
Kabupaten Bireuen”. Selain itu
hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan kajian bidang study
pendidikan.
2.
Sedangkan
secara praktis, hasil pembahasan ini dapat memberikan arti dan niliai tambah
dalam memperbaiki dan mengaplikasikan “ Kepedulian
orang tua terhadap Pendidikan Agama anak di Gampong Juli Seutuy Kecamatan Juli
Kabupaten Bireuen” ini dalam
pelaksanaannya. Dengan demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi
tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan
Islam.
E. Penjelasan
Istilah
Adapun istilah yang perlu penulis
jelaskan adalah sebagai berikut :
1. Kepedulian
Desi Anwar dalam Kamus Lengkap
Bahasa Indonesia menjelaskan peduli ialah memperhatikan, menghiraukan,
mencampuri urusan orang dan sebagainya.”[3]
Menurut Yusuf Muhammad Al Hasan, kepedulian adalah peran tingkah laku, teladan, dan pola-pola hubungannya
dengan anak yang dijiwai dan disemangati oleh nilai-nilai keagamaan menyeluruh.[4]
Sedangkan menurut penulis,
kepedulian adalah usaha – usaha orang tua untuk mengarahkan anak agar dalam menjalani kehidupannya tidak menyimpang dari ajaran agama.
2. Orang
Tua
Desi Anwar dalam Kamus Lengkap
Bahasa Indonesia menjelaskan Orang tua
adalah orang yang telah melahirkan anak dan mendidik serta membimbingnya dari
kecil hingga dewasa”[5]
Menurut
Zakiyah Daradjat, dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam, Orang tua adalah figur
dan cermin bagi anak-anaknya, apa yang diperbuatdan dicontohkan orang tua
kepada anaknya itulah yang akan ditiru dan diikuti.[6]
Sedangkan
menurut penulis, orang tua adalah figur utama yang ada dalam keluarga karena dari orang tua inilah anak pertama kalinya mendapatkan
pendidikan dan bimbingan.
3. Pendidikan
Agama
Ramayulis
dalam bukunya Ilmu Pendidikan Islam menjelaskan Istilah “pendidikan”
berasal dari kata didik dengan memberinya awalan "pe" dan akhiran
"kan" mengandung arti perbuatan (hal, cara dan sebagainya). Istilah
pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang
berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian
diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan education yang berarti
pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan
dengan tarbiyah, yang berarti pendidikan.[7]
Sedangkan
menurut Zakiah Daradjat, pendidikan Agama Islam adalah: pendidikan dengan
melalui ajaran-ajaran agama Islam, yaitu berupa bimbingan dan asuhan terhadap
anak didik agar nantinya setelah selesai dari pendidikan ia dapat memahami,
menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam yang telah diyakininya secara
menyeluruh, serta menjadikan ajaran agama Islam itui sebagai suatu pandangan
hidupnya demi keselamatan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat
kelak.[8]
Sedangkan
menurut Penulis pendidikan agama adalah suatu usaha untuk menyiapkan peserta
didik untuk meyakini, memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam sehingga
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada AllahSwt. dan berakhlak mulia
dalam kehidupannya.
F. Sistematika
Penulisan
Proposal
skripsi ini disusun secara sistematika sebagai berikut: Pendahuluan, bab ini
berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan
penelitian,penjelasan istilah, dan sistematika penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
Al- Qur’an dan Terjemahnya Departemen Agama RI
Abdurahman
An-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat (terj.),
Jakarta: Gema Insani Press, 2006.
Abdullah Nashih
Ulwan, Pendidikan Anak Dalam Islam, Terj. Jamaluddin Miri, Jakarta : Amani Press,
1995.
Abu Fahmi, 7
Langkah Aman Membentuk Anak Shalih, Jakarta : Wala' Press, 1997.
Abu Daud, Sunan
Abu Dawud, Jakarta: Al-fitiyan, 1980.
Abi Yaqin, Mendidik Secara Islami. Jombang :
Lintas Media, 2005.
Adil Fathi
Abdullah,Pahami anak anda,anda akan sukses mendidiknya Jakarta:Pustaka
Al-kausar,2005.
Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Cet. II, Jakarta:
Rineka Cipta, 1993.
Asmaran, Pengantar
Studi Akhlak, Cet I, Jakarta: Raja Grafindo, 2001.
Agus Sujanto, Psikologi
Umum, Cet. 6, Jakarta: PT Aksara Baru, 1986.
Ahmad Tafsir, Ilmu
Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007
Daryanto,SS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Apollo, 1998.
Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai
Pustaka, 2002.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:
Balai Pustaka,
Desi Anwar, Kamus
Lengkap Bahasa Indonesia Cet.I, Surabaya: Karya Abditama 2001.
Fuhaim Musthafa, Rahasia Rasul Mendidik Anak, Yokyakarta : Qudsy
Media, 2008.
Hasan
Langgulung, Manusia dan Pendidikan Suatu
Analisa Psikologi dan Pendidikan,Jakarta: A1Husna Zikra, 1995.

Post a Comment for "Kepedulian orang tua terhadap Pendidikan Agama anak "