Pelaksanaan Pendidikan Agama Bagi Anak
BAB I
P E N D A H U L U A N
A.
Latar Belakang Masalah
Salah satu
tujuan dari pendidikan adalah membentuk karaktristik anak kearah yang lebih
baik. Karakteristik dengan kata lain juga lebih dekat dengan kepribadian adalah
hasil dari proses sepanjang hidup manusia. Karakteristik atau kepribadian anak
tidak akan terbentuk dengan sendirinya tetapi ada factor-faktor yang berperan
di dalamnya, di antaranya adalah faktor lingkungan.
Pendidikan merupakan suatu keharusan
bagi manusia, terutama bagi anak yang belum dewasa. Melalui pendidikan manusia
bisa merubah tingkah lakunya dan bisa berkembang dari satu bentuk kebentuk
lainnya. Hakikat pendidikan menurut Ahmad Riva’i adalah usaha sadar untuk
mengembangkan kepribadian dan kemampuan seseorang di dalam dan di luar sekolah
yang berlangsung seumur hidup, dan dilaksanakan menurut kemampuan masing-masing
individu, serta dengan berbagai cara yang tidak terbatas hanya pada pendidikan
formal saja.[1]
Salah satu upaya peningkatan harkat,
martabat serta kualitas bangsa adalah melalui peningkatan dan pembinaan moral
serta akhlak bangsa. Pendidikan Islam merupakan salah satu faktor penting dalam
mewujudkan manusia yang bertaqwa, berkepribadian, jujur, ikhlas, memiliki
kecakapan dan keterampilan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam mewujudkan generasi yang berkualitas tersebut, dituntut kepada oran g tua, masyarakat
serta pemerintah agar selalu memperhatikan pelaksanaan pendidikan Agama Islam
diberbagai lembaga pendidikan baik formal, informal maupun non formal. Oleh
karena itu dalam pelaksanaannya harus ada keseimbangan dan saling mendukung
diantara ketiga unsur tersebut.
Menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasy,
“tujuan pendidikan Islam adalah membentuk moral yang tinggi, karena pendidikan
moral merupakan jiwa pendidikan Islam tanpa mengabaikan pendidikan jasmani,
akal dan ilmu praktis”.[2]
Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:
عن ابي هريرة رضي الله عنه: قال رسول
الله صل الله عليه وسلم: إنما بعثت لأتم مكارم الاخلاق. (رواه بيØÙ‚Ù‰).[3]2
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. Berkata: Bersabda
Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku di utus (oleh Allah) untuk menyempurnakan
akhlak manusia”. (H.R. Baihaqi).
Dengan melihat pentingnya tujuan
tersebut, timbul hasrat untuk membahas tentang bagaimana pendidikan tersebut
dilaksanakan di barak pengungsian, dengan segala keterbatasan sarana dan prasarananya
khususnya bagi anak-anak, karena pada masa ini merupakan masa penting dalam hal
penanaman Aqidah, pengetahuan dasar agama sekaligus sebagai langkah awal
pembinaan moral dan akhlak.
Dari ur aian
di atas, dapat dipahami bahwa pelaksanaan pendidikan agama mutlak diperlukan
bagi setiap muslim. Pelaksanaan tersebut bukan hanya sekedar kegiatan
mentrasfer ilmu pengetahuan, akan tetapi mencakup segala usa ha penanaman
nilai-nilai Islami, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi corak kepribadian
anak..
Demikian pula dengan anak yang tinggal di Kecamatan
Peusangan Kabupaten Bireuen. Walaupun mereka telah menjalani pendidikan dengan
segala keterbatasan sarana dan prasarana belajar, namun pendidikannya tidak
bisa diabaikan begitu saja. Mereka harus dibekali dengan berbagai pengetahuan
keagamaan melalui pelaksanaan pengajaran di bidang agama. Misalnya dengan
mengadakan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA),
pengajian dalam bentuk kelompok kecil yang diadakan di rumah-rumah penduduk dan
kegiatan-kegiatan lainnya. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan agama perlu
melibatkan berbagai komponen baik oran g
tua, tenaga pendidik dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut harus bahu
membahu serta bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan agama bagi
anak-anak. Karena mereka masih perlu mendapatkan bimbingan dan arahan dalam
membentuk kepribadiannya.
Oleh karena itu setiap muslim harus bisa dan berkewajiban
untuk melaksanakan pendidikan agama secara sempurna dan menyeluruh, agar
menjadi manusia yang paripurna. Di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen dalam
pelaksanaan pendidikan agama yaitu: masyarakat disibukkan dengan mencari
nafkah, kurangnya usaha untuk mendapatkan pendidikan dan tidak pandai dalam
membagi waktu, sehingga menyebabkan masyarakat kurang memperhatikan pendidikan
agama anak. Permasalahan di atas merupakan tanggung jawab kita bersama untuk
memberikan sumbangan pikiran yang dapat membantu mereka dalam mengarahkan ke
arah yang lebih baik guna terwujudnya suatu tanta ngan masyarakat yang Islami.
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas, maka penulis mengambil judul dalam penulisan
proposal skripsi ini adalah PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA BAGI
ANAK DI KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah
dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1. Bagaimana
pelaksanaan pendidikan agama pada anak-anak yang tinggal di Kecamatan Peusangan
Kabupaten Bireuen?
2. Apa
saja faktor-faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama
anak-anak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen?
C.
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian
dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1.
Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan agama pada anak-anak yang
tinggal di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.
2.
Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan
pendidikan agama anak-anak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen.
D.
Kegunaan Penelitian
Adapun yang menjadi kegunaan
pembahasan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
Secara
teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum
dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai pelaksanaan pendidikan agama bagi anak di
Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen. Selain itu hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan
kajian bidang study pendidikan.
Secara
praktis, hasil pembahasan ini dapat memberikan arti dan niliai tambah dalam
memperbaiki dan mengaplikasikan pelaksanaan
pendidikan agama bagi anak di Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen ini
dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi
tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan
Islam.
E.
Penjelasan Istilah
Adanya kesimpangsiuran dan
kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering
terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari
hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari
istilah-istilah yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.
Adapun istilah yang penulis anggap perlu
dijelaskan adalah:
1.
Pelaksanaan
Pelaksanaan adalah suatu usaha yang
dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai berdasarkan
rencana tertentu.[4]
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia menyatakan bahwa pelaksanaan mempunyai pengertian proses, cara,
perbuatan melaksanakan (tantangan keputusan dan sebagainya).[5]
Pelaksanaan yang dimaksud dalam
judul proposal skripsi ini adalah proses pendidikan, baik berupa kegiatan
mentransfer pengetahuan maupun penanaman nilai-nilai keagamaan dengan tujuan
akhir adalah pembentukan kepribadian anak.
2.
Pendidikan Agama
Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan
adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani
dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.[6]
Sedangkan agama adalah suatu sistem
kepercayaan kepada Tuhan yang dianut oleh sekelompok manusia dengan selalu
mengadakan interaksi dengan-Nya.[7]
Pendidikan agama yang dimaksud adalah pendidikan agama Islam yakni suatu usaha
secara sistematis dan pragmatis sesuai dengan ajaran agama Islam.[8]
3.
Anak
Dalama Kamus Besar Bahasa Indonesia
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa Anak adalah,“ (
1) keturunan, ( 2) manusia yang masih kecil.”[9] Anak adalah orang
yang belum dewasa yang memerlukan bimbingan dan pembinaan dari orang lain yang
dewasa guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan. Sebagai warga
negara, anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu yang
mandiri.
Anak adalah “keturunan kedua yang
dilahirkan oleh dua orang yang telah hidup berumah tangga”.[10] Zakiyah
Darajat mengemukakan bahwa anak adalah “Orang yang masih membutuhkan bantuan
dan dorongan dari orang dewasa dalam menuju kesempurnaan fisik dan mentalnya
menuju kedewasaan”[11]
Adapun anak yang penulis maksudkan
dalam pembahasan skripsi ini ialah manusia yang masih membutuhkan bimbingan dan
pendidikan dari orang-orang disekitarnya yang bertanggung jawab terhadap
pendidikan baginya sehingga berpengaruh terhadap karakteristiknya.
F.
Sistematika Penulisan
Adapun sistematika dalam penulisan
dalam pembahasan proposal skripsi ini
adalah sebagai berikut :
Pada bab satu terdapat pendahuluan
meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan
penelitian, penjelasan istilah, dan sistematika penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Riva’i, Perkembangan Pendidikan Anak,
Jakarta: Buah Pena, 2001.
Abu Ahmadi, Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan,
Cet. II, Jakarta: Rineka Cipta, 2001.
Imam
Baihaqi, Sunan Kubra, Juz. X, Darul Fiqri: 1355 H.
W.J.S., Poerwadarminta, Kamus Bahasa
Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1982.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.,
Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1990), hal. 488.
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat
Pendidikan Islam, Al-Maarif, 1980.
Amsal, Bahtiar, Filsafat Agama, Cet. II,
Jakarta: Logos, 1999.
Zuhairini, dkk., Methodik Khusus Pendidikan
Agama, Surabaya: Usaha Nasional, 1983.
Aboebakar Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf,
Surabaya: Ramadhani, 1990.
Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam
Islam, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.
Abu Ahmadi, Nur
Uhbiyati, Imu Pendidikan, Cet. II, Jakarta: Rineka Cipta, 2001.
[1]Ahmad
Riva’i, Perkembangan Pendidikan Anak, ( Jakarta: Buah Pena, 2001), hal.
39.
[2] Abu
Ahmadi, Nur Uhbiyati , Ilmu Pendidikan,
Cet. II, (Jakarta :
Rineka Cipta, 2001), hal. 112.
[3]
Imam Baihaqi, Sunan Kubra, Juz. X, (Darul Fiqri: 1355 H), hal. 192.
[4]
W.J.S., Poerwadarminta, Kamus Bahasa Indonesia ,
(Jakarta : Balai
Pustaka, 1982), hal. 1065.
[5] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI., Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka, 1990), hal. 488.
[6]
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, (Al-Maarif,
1980), hal. 19.
[7]
Amsal, Bahtiar, Filsafat Agama, Cet. II, (Jakarta : Logos, 1999), hal. 2.
[8]
Zuhairini, dkk., Methodik Khusus Pendidikan Agama, (Surabaya : Usa ha
Nasional, 1983), hal. 27.
[10]Aboebakar
Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf, Surabaya: Ramadhani, 1990, hal. 20.
[11]
Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam Islam, (Jakarta: Balai Pustaka,
1998), hal. 123.
[12] Abu
Ahmadi, Nur Uhbiyati, Imu Pendidikan, Cet. II, (Jakarta : Rineka Cipta, 2001), hal. 71.

Post a Comment for "Pelaksanaan Pendidikan Agama Bagi Anak"