Pendidikan dirumah tangga menurut Islam
BAB I
P E N D A H U L U A N
A.
Latar Belakang Masalah
Orang tua merupakan pendidik utama bagi
anak-anak mereka, karena dari mereka anak mula-mula menerima pendidikan. Dengan
demikian bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga.
Dilihat dari ajaran Islam, anak adalah amanah Allah, yang wajib
dipertanggungjawabkan. Tanggung jawab orang tua terhadap anak tidaklah kecil.
Secara umum inti tanggung jawab itu adalah menyelenggarakan pendidikan bagi
anak-anak dalam rumah tangga. Allah memerintahkan agar setiap orang tua menjaga
keluarganya dari siksa neraka sebagaimana Firman Allah swt, didalam Surat At-Tahrim ayat 6 sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ
غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا
يُؤْمَرُونَ) التحريم: ٦(
Artinya: Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.( Qs. At-Tahrim:6 )
Ungkapan diatas menyatakan bahwa
tanggung jawab yang pertama-tama adalah sebagai suatu kewajiban dari Allah,
kewajiban harus dilaksanakan.[1] Rasulullah menganjurkan orang tua untuk
mendidik anak-anak mereka. Dengan demikian kepedulian orang tua terhadap
pendidikan agama anak sangatlah penting, agar kelak anaknya menjadi berguna dan
bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Pada umumnya kepedulian seseorang
diwarnai oleh pendidikan, dan pengalaman orang tua.
Orang tua yang menaruh kepedulian
terhadap pendidikan anaknya cenderung berhasil dalam memperoleh pendidikan yang
mapan. Jika hanya sekolah yang menanggung pendidikan anak, maka pihak sekolah
mungkin akan mendapat kesulitan-kesulitan dalam mendidik anak-anak. Oleh karena
itu peranan orang tua sangat membantu dalam meningkatkan prestasi belajar anak.
Rumah tangga merupakan azas
kebudayaan dan pembentuk gaya pemikiran seorang anak. Pengetahuan, pemikiran,
pandangan, dan filsafat hidupnya, sikap yang di ambil dalam menghadapi situasi
dan kondisi tertentu, kebiasaan bahasa, dialek, dan tata nilai yang di terima
anak, berasal dari rumah tangga. Rumah tangga merupakan sarana terpenting guna
mewariskan kebudayaan sosial dan membentuk para individu agar memiliki cara
berfikir dan cara pandang khas dalam kehidupan. Semangat dan kondisi kebudayaan
mereka berasal dari kebudayaan yang ada di dalam rumah tangganya. Betapa banyak
optimisme dan pesimisme akan kehidupan ini, keahlian akan
penemuan dan inovasi, muncul dari rumah tangga.
Pelajaran politik pertama, di pelajari seorang anak dari
rumah tangganya. cara pandang dan prilaku orang tua dalam masalah kebebasan,
kepartaian, pengelompokan, Undang–Undang dan peraturan, ketentraman dan
mobilisasi sosial, hubungan tran-nasonal dan internasional, serta pemerintahan
dan evolusi sosial. Sangat berpengaruh pada proses pembentukan pola berfikir
dan sikap seorang anak.
Betapa banyak sikap positif dan negatif seseorang terhadap
suatu hal yang merupakan akibat dari dictum atau doktrin yang di tanamkan dalam
rumah tangga. Anak – anak, bahkan pemuda, dalam berbagi perkara merupakan juru
bicara dari bentuk pemikiran orang tua mereka. Mereka hanya memegang kuat –
kuat apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Apabila melihat orang
tuanya cenderung pada kelompok pemerintahan dan politik tertentu, seorang anak
niscaya akan menjadi seperti itu.
Penerimaan ataupun penolakan dalam pandangan positif atau negatif
seorang anak terhadap jenis aktifitas dan pekerjaan tertentu, sebagian besar
berasl dari berbagai sikap dan doktrin orang tauanya dalam lingkunagn keluarga.
Seorang ayah yang selalu mengungkapkan perasaan letih atas pekerjaan sehari –
harinya atau seorang ibu yang merasa benci terhadap jenis pekerjaan suaminya,
dengan sendirinya akan membentuk benih permusuhan dan kebencian di hati sang
anak terhadap jenis penerjaan tersebut.
Kamrani Buseri dalam bukunya Pendidikan Keluarga Dalam Islam
menjelaskan sungguh merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan
sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk
berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan
mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan
yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam
yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus-
memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri,
mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah,
membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.
Akan tetapi sekarang banyak terjadinya keributan dan kekeruhan di dalam rumah
tangga karena mereka tidak lagi mencontoh Rasulullah dalam membina rumah tangga
sehingga terjadi banyak persoalan didalam hidup ini.[2]
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis
mengambil judul proposal skripsi: “Pendidikan dirumah tangga menurut Islam”
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah
dalam penuisan proposal skripsi ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana memberikan pendidikan bagi anak dalam rumah tangga?
2.
Bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap anak dalam pendidikan
anak dirumah tangga?
C.
Tujuan Pembahasan
Adapun yang menjadi tujuan
pembahasan dalam penuisan proposal
skripsi ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui bagaimana memberikan pendidikan bagi anak dalam
rumah tangga?
2.
Untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab orang tua terhadap anak
dalam pendidikan anak dirumah tangga?
D.
Kegunaan Pembahasan
Adapun
yang menjadi kegunaan pembahasan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah:
Secara teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi
para pelaku pendidikan, secara umum dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan
khususnya mengenai Pendidikan dirumah tangga menurut Islam. Selain itu hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan
kajian bidang study pendidikan.
Secara praktis, hasil pembahasan ini dapat
memberikan arti dan niliai tambah dalam memperbaiki dan mengaplikasikan
Pendidikan dirumah tangga menurut Islam ini dalam pelaksanaannya. Dengan
demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam
dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan Islam.
E.
Penjelasan Istilah
Adanya
kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu
hal yang sering terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka
untuk menghindari hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan
pembatasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.
Adapun istilah
yang penulis anggap perlu dijelaskan adalah: pendidikan dan rumah tangga.
1.
Pendidikan
Adapun
Pendidikan berasal dari kata didik yang artinya ”Memelihara, memberi latihan,
dan pimpinan, kemudian kata didik itu mendapat awalan pe- akhiran- an sehingga
menjadi pendidikan yang artinya perbuatan mendidik.”[3]
Oemar Muhammad
Al-Syaibani dalam buku ”Filsafat Pendidikan” mengemukakan bahwa ”Pendidikan
adalah usaha-usaha untuk membina pribadi muslim yang terdapat pada pengembangan
dari segi spiritual, jasmani, emosi, intelektual dan sosial.[4]
Menurut
H. M Arifin, pendidikan adalah usaha orang dewasa secara sadar untuk membimbing
dan mengembangkan kepribadian serta kemampuan dasar anak didik baik dalam
bentuk pendidikan formal maupun non formal.[5]
Dari pengertian
di atas maka yang penulis maksudkan dengan pendidikan adalah suatu usaha
membimbing dan membina pribadi muslim baik jasmani ataupun rohani menuju
terbentuknya akhlak yang mulia.
2.
Rumah Tangga
Rumah tangga adalah sinonim dari
kata keluarga yang mengandung pengertian sanak saudara, kaum kerabat, orang
seisi rumah.[6]
keluarga atau rumah tangga merupakan system hidup yang asasi dan sangat urgen
dalam pandangan Islam yang harus di jaga keberlangsungannya.
F.
Metode Penelitian
Adapun metodelogi dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1.
Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian
kuantitatif: suatu penelitian yang menggambarkan tentang Pendidikan
dirumah tangga menurut Islam. dalam hal ini Sukardi menjelaskan
bahwa: metode kuantitatif merupakan suatu metode yang melibatkan tindakan
pengumpulan data guna menentukan, apakah pengaruh tingkat satu variabel atau
lebih”.[7]
Selanjutnya Sukardi, mengatakan pula bahwa:
“Penelitian kuantitatif adalah suatu
metode penelitian yang menggunakan angka-angka dalam menjelaskan hasil
penelitian atau metode yang menunjukkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya
tentang situasi yang diambil suatu hubungan dengan kesehatan, pandangan, sikap
yang nampak atau kecenderungan yang sedang nampak, pertentangan yang sedang
meruncing dan sebagainya”.[8]
Penelitian ini akan menjelaskan Pendidikan
dirumah tangga menurut Islam.
2.
Ruang Lingkup penelitian
Adapun ruang lingkup penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : Pendidikan dirumah tangga menurut Islam
3.
Sumber Data
Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
Sumber data
primer adalah sumber data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data
dan penyelidik untuk tujuan penelitian.[9].
Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah:
1)
Nuri,
Sukamto, Petunjuk Membangun dan Membina Keluarga Menurut Anjuran Islam.
Surabaya: Al Ikhlas, 2000.
Sumber data skunder yaitu sumber data
yang mendukung dan melengkapi sumber data primer tersebut yaitu buku:
1) Saling Memahami Dalam Bahtera Rumah
Tangga, karya Makmun Mubayidh.
2) Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak Dalam
Keluarga karya Syaiful Bahri Djamarah,
4.
Tehnik Pengumpulan Data
Adapun tehnik
pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik Library Research yaitu menelaah buku-buku, teks dan
literature-literature yang berkaitan dengan permasalahan di atas.[10]
Suatu metode pengumpulan data atau bahan melalui perpustakaan yaitu dengan
membaca dan menganalisa buku-buku, majalah-majalah yang ada kaitannya dengan
masalah yang penulis teliti. Selain itu juga akan memanfaatkan fasilitas
internet untuk memperoleh literatur-literatur yang berhubungan dengan skripsi
ini.
5.
Tehnik Analisa Data
Teknik analisis data adalah proses kategori urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar, ia
membedakannya dengan penafsiran yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap
analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan di antara
dimensi-dimensi uraian.
Menurut Moleong, Lexy J
analisis data adalah yakni suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi
dengan mengidentifikasi karakter khusus secara obyektif dan sistematik yang
menghasilkan deskripsi yang obyektif, sistematik mengenai isi yang terungkap
dalam komunikasi.[11]
G. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika dalam penulisan
dalam pembahasan proposal skripsi ini
adalah sebagai berikut :
Pada bab satu terdapat pendahuluan
meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan
pembahasan, penjelasan istilah, metode pembahasan dan sistematika penulisan.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Kamrani
Buseri, Pendidikan Keluarga Dalam
Islam, Yogyakarta: Bina Usaha, 1990.
Hobby, Kamus
Populer, Cet.XV, (Jakarta: Central,
1997 ), hal 28.
Oemar Muhammad
At-Tomy Al-Syaibani, Filsafat Pendidikan Islam ,terj. Hasan Langgulung, Cet.
I, Jakarta: Bulan Bintang, 1979 .
HM. Arifin, Hubungan
Timbal Balik Pendidikan Agama,Jakarta: Bulan Bintang, 2000.
Nuri, Sukamto, Petunjuk
Membangun dan Membina Keluarga Menurut Anjuran Islam. Surabaya: Al Ikhlas,
2000.
Sukardi, Metodologi
Penelitian, Jakarta, PT. Bumi Aksara. 2003.
Winarmo
Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, Bandung: Angkasa, 1987.
Kartini, Pengantar
Metodologi Research Sosial,Bandung: Alumni, 1980.
Moleong, Lexy
J. Metodologi Penelitian Kualitatif,Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002.
[3]
Hobby, Kamus Populer, Cet.XV, (Jakarta: Central, 1997 ), hal 28.
[4]
Oemar Muhammad At-Tomy Al-Syaibani, Filsafat Pendidikan Islam ,terj.
Hasan Langgulung, Cet. I, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979 ), hal.44.
[5] HM. Arifin, Hubungan Timbal Balik Pendidikan Agama,
(Jakarta: Bulan Bintang, 2000), hal. 12
[6] Nuri, Sukamto, Petunjuk Membangun dan Membina Keluarga Menurut Anjuran
Islam.( Surabaya: Al Ikhlas, 2000), hal. 28
[7]
Sukardi, Metodologi Penelitian, (Jakarta, PT. Bumi Aksara. 2003),hal.
167
[8]
Sukardi, Metodologi ………,hal. 160
[9]
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah,
( Bandung: Angkasa, 1987 ), hal. 163.
[10]Kartini,
Pengantar Metodologi Research Sosial, (Bandung: Alumni, 1980), hal. 28.
[11] Moleong, Lexy J. Metodologi
Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 44.

Post a Comment for "Pendidikan dirumah tangga menurut Islam"