Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Metode Problem Solving


A.    Pengertian Metode Problem Solving
Pengertian Metode Problem Solving

Dalam pengertian, kata ‘metode” berasal  dari bahasa Greek yang terdiri dari “meta” yang berarti “melalui” dan ‘hodos” yang berarti “jalan” jadi metode berarti “jalan yang dilalui”.[1] Metode pendidikan Islam terdiri atas tiga kata yang berlainan maknanya. Dalam pengertian yang umum, metode adalah cara-cara penyampaian bahan pelajaran kepada murid. Imamsyah Ali Pane mengemukakan metode atau metodik adalah cara yang sistematis yang digunakan oleh guru dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan.[2] Pengertian metode juga dikemukakan oleh Abu Ahmadi yang menyatakan bahwa metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.[3]
Metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti "melalui" dan hodos berarti "jalan" atau "cara."[4] Dengan demikian metode dapat berarti cara atau  jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Metode diartikan juga sebagai sarana untuk menemukan, menguji dan menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin sesuatu.[5] Metode pada  hakikatnya  adalah jalan atau cara untuk mencapai tujuan.[6] Dari pengertian-pengertian di atas metode adalah jalan untuk mencapai tujuan yang bermakna untuk ditempatkan pada posisi sebagai cara dalam menemukan, menguji dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan ilmu  atau pemikiran secara sistematika.
Dalam pengertian yang umum, metode adalah cara-cara penyampaian bahan pelajaran kepada murid. Imamnsyah Ali Pane mengemukakan metode atau metodik adalah cara yang sistematis yang digunakan oleh guru dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan.[7]
Pengertian metode juga dikemukakan oleh Abu Ahmadi yang menyatakan bahwa metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan.[8] Menurut Ramayulis, pengertian metode adalah “Langkah-langkah strategi dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan.”[9] Maka dari kutipan ini dapat disimpulkan bahwa metode adalah suatu cara dalam melakukan atau mempersiapkan proses belajar mengajar. Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara sistematis yang digunakan oleh guru dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan, yaitu tujuan-tujuan yang diharapkan tercapai oleh siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, bahwa metode itu merupakan suatu cara yang ditempuh dengan sistematis di mana dalam fungsinya terletak suatu tujuan tertentu yang hendak dicapai.
Selain itu ada pula yang mengatakan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut.[10] Ada lagi pendapat yang mengatakan bahwa metode sebenarnya berarti jalan untuk mencapai tujuan.[11] Jalan untuk mencapai tujuan itu bermakna ditempatkan pada posisinya sebagai cara untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan ilmu atau tersistematisasikannya suatu pemikiran. Dengan pengertian yang terakhir ini, metode lebih memperlihatkan sebagai alat untuk mengolah dan mengembangkan suatu gagasan sehingga menghasilkan suatu teori temuan. Dengan metode serupa itu, ilmu pengetahuan apapun dapat berkembang.
Dari pendekatan kebahasaan tersebut nampak bahwa metode lebih menunjukkan kepada jalan dalam arti jalan yang bersifat non fisik. Yakni jalan dalam bentuk ide-ide yang mengacu kepada cara yang mengantarkan seseorang untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Namun demikian, secara terminologis atau istilah kata metode bisa membawa kepada pengertian yang bermacam-macam sesuai dengan konteksnya. Hasan Langgulung mengatakan, karena pelajaran agama sebagaimana diungkapkan di dalam Al-Qur’an itu bukan hanya satu segi saja, melainkan bermacam-macam, yaitu ada kognitifnya seperti tentang fakta-fakta sejarah, syarat-syarat syah sembahyang, ada aspek afektifnya, seperti penghayatan pada nilai-nilai keimanan dan akhlak, dan ada aspek psikomotorik seperti praktek-praktek shalat, haji, dan sebagainya, maka metode untuk mengajarkannya pun bermacam-macam, sehingga metode tarbiyah Islamiah itu dapat diartikan sebagai metode pengajaran yang disesuaikan dengan materi atau pelajaran yang terdapat dalam Islam itu sendiri.[12]
Metode mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
Metode memiliki kaitan erat dengan pendidikan, sehingga mengandung arti sebagai jalan untuk menanamkan pengetahuan pada diri seseorang agar menjadi pribadi yang berpendidikan. Karena itu metode dalam pendidikan diartikan sebagai suatu cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan diri pribadi, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam al-Qur'an metode identik dengan Thariqah yang terdiri dari objek, fungsi, sifat, akibat dan sebagainya.
Dalam PAI kata  metode  diungkapkan  dalam berbagai kata, seperti  al-thariqah, manhaj dan al-wasilah. Al-tariqah berarti jalan, manhaj  dan al-wasilah  berarti  perantara atau  mediator. Kata al-Thariqah dalam al-Qur'an  dihubungkan  sebagai jalan  menuju  neraka (Q.S: 4:169) sebagai berikut:
إِلاَّ طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيراً) النساء: ١٦٩(

Artinya:   Kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Terkadang juga dihubungakn dengan  sifat dari jalan lurus, seperti al-thariqah al-mustaqim yang berarti jalan yang lurus (Q.S: 46:30) sebagai berikut:
قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَاباً أُنزِلَ مِن بَعْدِ مُوسَى مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيقٍ مُّسْتَقِيمٍ) الأحقاف: ٣٠(

Artinya: Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.(Qs. Al-Ahqaf:30)

Ada juga  Al-thariqah fi-al-bahr  yang berarti jalan  (yang kering) di laut (Q. S: 20: 77).
وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقاً فِي الْبَحْرِ يَبَساً لَّا تَخَافُ دَرَكاً وَلَا تَخْشَى) طه: ٧٧(

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu , kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".(Qs. Thaha:70)

Di samping itu  diartikan juga  kepatuhan kepada jalan sebaagaimana yang terdapat dalam surat Al-Jin.
وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاء غَدَقاً )الجن: ١٦(

Artinya:     Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).(Qs. Al-Jin:16)

Dan juga thariqah berarti  tata surya atau langit. "Dan  sesungguhnya  Kami  telah mencibtakan  di atas kamu tujuh  buah jalan (tujuh buah langit) dan Kami tidaklah  lengah terhadap ciptaan  Kami" (Q.S: 23: 17).
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ) المؤمنون: ١٧(
Artinya:   Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan (tujuh buah langit); dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).(Qs.Al-Mukminun:17)

Dalam ilmu pendidikan metode berfungsi  sebagai pemberi jalan atau cara  yang sebaik mungkin  bagi pelaksanaan  operasional ilmu pendidikan terutama menyangkut nilai-nilai.
Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dipahami bahwa metode adalah suatu cara sistematis yang digunakan oleh guru dalam menyajikan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan, yaitu tujuan-tujuan yang diharapkan tercapai oleh siswa dalam kegiatan belajar. Dengan demikian, bahwa metode itu merupakan suatu cara yang ditempuh dengan sistematis di mana dalam fungsinya terletak suatu tujuan tertentu yang hendak dicapai.
Metode Problem Solving adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran di mana siswa diharapkan dengan kondisi masalah, dari masalah yang sederhana, menuju ke masalah yang sulit/muskil.[13] Problem solving adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan di mana siswa dihadapkan dengan kondisi masalah. Dari masalah yang sederhana menuju ke masalah yang sulit/muskil.[14] Metode ini dimaksudkan untuk melatih keberanian anak dan masa tanggung jawab dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan kelak di masyarakat. Metode ini berdekatan dengan metode diskusi, di mana siswa dan guru sama-sama memikirkan dan mengeluarkan pendapat serta memperdebatkan untuk memperoleh kesimpulan. Materi pelajaran PAI yang sesuai dipergunakan untuk metode ini adalah materi yang bersifat problem, contohnya mengapa manusia harus mengabdi kepada Tuhan dengan melaksanakan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.
Metode problem solving dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat 3 ciri utama dari problem solving yaitu:
Pertama, Problem Solving merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi problem solving ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. Problem solving tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui Problem Solving siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan.
Kedua, aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Problem Solving menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa masalah maka tidak mungkin ada proses pembelajaran.
Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan penedekatan berpikir secara ilmiah. Berpikir dengan menggunakan metode ilmiah adalah proses  berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir ini dilakukan secara secara sistematis dan empiris. Sistematis artinya berpikir ilmiah dilakukan melalui tahapan-tahapan tertentu; sedangkan empiris artinya proses penyelesaian masalah didasarkan pada data dan fakta yang jelas.[15]
Dalam kegiatan belajar mengajar dan cara menentukan metode yang sesuai dengan tujuan dan kondisi psikologi anak didik. Pembahasan berikut ini akan membahas mengenai metode pemecahan masalah. Dengan adanya uraian ini pembaca akan mendapatkan gambaran mengenai metode tersebut. Belajar pemecahan masalah terjadi bila individu menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan. Proses pemecahan masalah selalu bersegi jamak dan satu sama lain saling berkaitan.
Adapun bagian-bagian yang akan disinggung dalam makalah ini adalah pengertian dari metode pemecahan masalah, langkah penggunaannya, kelebihan dan kekurangannya dan hal-hal lain yang berkaitan.
Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Belajar Pemecahan Masalah mengacu pada proses mental individu dalam menghadapi suatu masalah untuk selanjutnya menemukan cara mengatasi masalah itu melalui proses berpikir yang sistematis dan cermat. Penggunaan metode ini dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya, Kedua, mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku-buu, meneliti, bertanya, dan lain-lain, Ketiga, menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua diatas, Keempat, menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betu-bet yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi, dan lain-lain, Kelima, menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.[16]



[1]M. Arif, Filsafat Pendidikan Islam, Cet. II, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), hal. 79.

[2]Imansyah Ali Pane, Didakdik Metodik Pendidikan Umum, Cet. III, (Surabaya: Usaha Nasional, 1999), hal. 71.

[3]Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Surabaya: Bina Ilmu, 1992), hal. 180.

[4]H. M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan  Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan interdesipliner, (Jakarta: Bumi Akasara, 1991), hal. 61.

[5]Imam  Bernadib, Filsafat Pendidikan, Sistem dan Metode, (Yogyakarta: Yayasan Penerbitan IKIP Yogyakarta, 1990), hal.  85. 

[6] Hasan Langgulung, Beberapa  Pemikiran  tentang Pendidikan Islam, (Bandung: Al-ma'arif, 1991), hal. 183.

[7]Imansyah Ali Pane, Didakdik Metodik Pendidikan Umum, Cet. III, (Surabaya: Usaha Nasional, 1999), hal. 71

[8]Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan, (Surabaya: Bina Ilmu, 1992), hal. 180.

[9]Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hal. 155.

[10]Ibid., hal. 83.

[11]Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab IV, Pasal 9, hal. 5.
[12]Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan, (Jakarta: Al-Husna Zikra, 1995). hal. 65.

[13]Ibid., hal. 237.

[14]Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama/IAIN, Metodik Khusus Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: 1980/1981), hal. 237-238.
[15] Ibid., hal. 39.
[16] Ibid., hal. 40.

Post a Comment for "Pengertian Metode Problem Solving"