Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peranan Lingkungan Dalam Membentuk Karakteristik Anak


BAB I
P E N D A H U L U A N


A.    Latar Belakang Masalah
Salah satu tujuan dari pendidikan adalah membentuk karaktristik anak kearah yang lebih baik. Karakteristik dengan kata lain juga lebih dekat dengan kepribadian adalah hasil dari proses sepanjang hidup manusia. Karakteristik atau kepribadian anak tidak akan terbentuk dengan sendirinya tetapi ada factor-faktor yang berperan di dalamnya, di antaranya adalah faktor lingkungan.
Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia, terutama bagi anak yang belum dewasa. Melalui pendidikan manusia bisa merubah tingkah lakunya dan bisa berkembang dari satu bentuk kebentuk lainnya. Hakikat pendidikan menurut Ahmad Riva’i adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan seseorang di dalam dan di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup, dan dilaksanakan menurut kemampuan masing-masing individu, serta dengan berbagai cara yang tidak terbatas hanya pada pendidikan formal saja.[1]
Lingkungan sangat menetukan pertumbuhan dan perkembangan anak terutama sekali dimana  tempat tinggal anak, sebab lingkungan ini sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk menuju dewasa, anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila lingkungan tempat tinggalnya baik, dan sebalik akan menjadi rusak, apabila lingkungan tempat tinggalnya buruk.
Lingkungan merupakan tempat atau arena pergaulan anak yang tidak mungkin dipisahkan dengan anak itu sendiri. Lingkungan ini sangat besar juga pengaruhnya bagi anak, karena apabila lingkungan itu baik maka baik pula pergaulan bagi anak itu sendiri, begitu juga sebaliknya. Lingkungan merupakan tempat suatu individu dalam mengalami  kehidupannya. H.A. Mustafa menjelaskan dalam Kamus Lingkungan, lingkungan tempat tinggal sebagai “kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.”[2]
            Suatu individu dibentuk oleh lingkungan tempat tinggal, bagaimana keadaan lingkungan suatu tempat, begitu pula keadaan individu yang tinggal di daerah tersebut. Bila kehidupan individu pada lingkungan yang tidak baik atau rusak, maka  rusak pula kehidupan individu tersebut.
 Faktor lingkungan tersebut adalah yang bersifat alamiah atau lingkungan yang diciptakan oleh corak kehidupan sehari-hari seperti lingkungan keluarga, madrasah dan masyarakat. Lingkungan memiliki peranan penting dan juga peranan dasar dalam pembentukan karakteristik anak, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Namun demikian, walaupun lingkungan mempunyai peranan penting tarhadap pembentukan kepribadian anak, akan tetapi juga tidak sepenuhnya mempengaruhi manusia khususnya untuk membentuk kepribadian manusia itu sendiri. Karena Allah menciptakan manusia disertai dengan ikhtiyar dan hak pilih sesuai dengan keinginan manusia itu sendiri. Allah juga mewajibkan kepada manusia untuk selalu memilih dan berusaha dalam hidupnya.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengambil judul dalam penulisan proposal skripsi ini adalah PERANAN LINGKUNGAN DALAM MEMBENTUK KARAKTERISTIK ANAK.
B.    Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1.     Bagaimana Peranan lingkungan dalam pembentukan karakteristik anak?
2.     Lingkungan apa saja yang berperan dalam pembentukan karakteristik anak  ?
C.    Tujuan Pembahasan
Adapun yang menjadi tujuan pembahasan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1.     Untuk mengetahui bagaimana Peranan lingkungan dalam pembentukan karakteristik anak.
2.     Untuk mengetahui lingkungan apa saja yang berperan dalam pembentukan karakteristik anak.
D.    Kegunaan pembahasan
Adapun yang menjadi kegunaan pembahasan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
              Secara teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai peranan lingkungan dalam membentuk karakteristik anak. Selain itu  hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan kajian bidang study pendidikan.
              Secara praktis, hasil pembahasan ini dapat memberikan arti dan niliai tambah dalam memperbaiki dan mengaplikasikan peranan lingkungan dalam membentuk karakteristik anak ini dalam pelaksanaannya. Dengan demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan Islam.
E.    Penjelasan Istilah
Adanya kesimpangsiuran dan kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.
            Adapun istilah yang penulis anggap perlu dijelaskan adalah: Peranan, orang tua minat, bakat dan anak.
1. Peranan
Istilah peranan berasal dari kata "peran" yang ditambah akhiran "an" yang berarti sesuatu yang menjadi bagian dari sebuah pekerjaan atau memegang yang terutama terjadi sesuatu hal/peristiwa dengan adanya sebuah tempat berpijak.[3] Peranan merupakan sesuatu yang biasanya sering disebut dengan fungsi yaitu kedudukan sesuatu yang sangat penting, fungsi ini penyebutannya ditempatkan menurut tempat dan kegunaannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa peranan adalah “Bagian yang dimainkan seseorang pemian ia berusaha bermain baik yang semua dibebankan kepadanaya.
Menurut  Poerwadarminta  peranan adalah “ sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan yang utama (dalam terjadinya sesuatu hal atau peristiwa)”[4] Sedangkan menurut Depdiknas, peranan adalah “tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu peristiwa.”[5].
Adapun peranan yang dimaksud adalah sesuatu yang mameliki pengaruh dan tanggung jawab dalam membekali anak agar terbentuknya karakteristik yang baik
2. Lingkungan
Lingkungan Menurut A. Mustafa dalam bukunya Kamus Lingkungan adalah sebagai berikut:
 “Lingkungan tempat tinggal adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan prilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.”[6]

Lingkungan menurut Zakiah Daradjat adalah “segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang, ia adalah seluruh yang ada, baik manusia maupun benda buatan manusia atau alam yang bergerak, kejadian-kejadian atau hal-hal yang mempunyai hubungan dengan seseorang”.[7]
Dari kutipan di atas dapat kita pahami bahwa defenisi lingkungan tempat tinggal adalah tempat kelangsungan hidup manusia, dimana pada tempat itulah manusia beradaptasi dan melangsungkan kehidupannya, dari kecil ia hingga dewasa. Lingkungan yang dimaksud adalah keadaan sekitar yang turut berperan dalam pembentukan karakteristik anak kearah yang lebih baik.
3.     Pembentukan
Pembentukan berasal dari kata bentuk yang berarti proses”[8] Sedangkan pembentukan yang dimaksud adalah jalan atau rangkaian usaha yang akan memberikan sebuah hasil pada akahirnya.
4.     Karakteristik
Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti sama dengan kepribadian, tetapi dipandang dari sudud yang berlainan. Istilah karakter dipandang dari sudut “penilian” baik, buruk, senang, benci, menerima dan menolak suatu tingkah laku berdasarkan norma-norma yang dianut. Sedangkan kepribadian dipandang dari sudut “penggambaran” manusia apa adanya tanpa disertai pilihan”[9]
Karakteristik yang dimaksud adalah hasil dari pada serangkaian usaha dari hidupnya yang panjang dan membedakannya dengan orang lain.

5.     Anak
Dalama Kamus Besar Bahasa Indonesia Departemen Pendidikan dan Kebudayaan disebutkan bahwa Anak adalah,“ ( 1) keturunan, ( 2) manusia yang masih kecil.”[10] Anak adalah orang yang belum dewasa yang memerlukan bimbingan dan pembinaan dari orang lain yang dewasa guna dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Tuhan. Sebagai warga negara, anggota masyarakat dan sebagai suatu pribadi atau individu yang mandiri.
Anak adalah “keturunan kedua yang dilahirkan oleh dua orang yang telah hidup berumah tangga”.[11] Zakiyah Darajat mengemukakan bahwa anak adalah “Orang yang masih membutuhkan bantuan dan dorongan dari orang dewasa dalam menuju kesempurnaan fisik dan mentalnya menuju kedewasaan”[12]
Adapun anak yang penulis maksudkan dalam pembahasan skripsi ini ialah manusia yang masih membutuhkan bimbingan dan pendidikan dari orang-orang disekitarnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan baginya sehingga berpengaruh terhadap karakteristiknya.
F.     Metode penelitian
Adapun metodelogi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.     Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif: suatu penelitian yang menggambarkan tentang peranan lingkungan dalam membentuk karakteristik anak. dalam hal ini Sukardi menjelaskan bahwa: metode kuantitatif merupakan suatu metode yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah pengaruh tingkat satu variabel atau lebih”.[13] Selanjutnya Sukardi, mengatakan pula bahwa:
“Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang menggunakan angka-angka dalam menjelaskan hasil penelitian atau metode yang menunjukkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya tentang situasi yang diambil suatu hubungan dengan kesehatan, pandangan, sikap yang nampak atau kecenderungan yang sedang nampak, pertentangan yang sedang meruncing dan sebagainya”.[14]

Penelitian ini akan menjelaskan peranan lingkungan dalam membentuk karakteristik anak.
2.     Ruang Lingkup penelitian
Adapun ruang lingkup penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : peranan lingkungan dalam membentuk karakteristik anak.
3.     Sumber Data
Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data dan penyelidik untuk tujuan penelitian.[15]. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah:
1)     Ahmad Riva’i, Perkembangan Pendidikan Anak, Jakarta: Buah Pena, 2001.
Sumber data skunder yaitu sumber data yang mendukung dan melengkapi sumber data primer tersebut yaitu buku
1)     Pendidikan Anak dalam Islam karya Zakiyah Daradjat.
2)     Ilmu Pendidikan Islam karya Zakiyah Daradjat
3)     Begini Seharusnya Mendidik Anak, karya Said Al-Maghribi
4)     Dasar-dasar Ilmu Pendidikan dan Ilmu Jiwa karya Ramli Maha.
5)     Psikologi Pendidikan,karya Ngalim Purwanto,
4.     Tehnik Pengumpulan Data
Adapun tehnik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik Library Research yaitu menelaah buku-buku, teks dan literature-literature yang berkaitan dengan permasalahan di atas.[16] Suatu metode pengumpulan data atau bahan melalui perpustakaan yaitu dengan membaca dan menganalisa buku-buku, majalah-majalah yang ada kaitannya dengan masalah yang penulis teliti. Selain itu juga akan memanfaatkan fasilitas internet untuk memperoleh literatur-literatur yang berhubungan dengan skripsi ini.
5.     Tehnik Analisa Data
Teknik analisis data adalah proses kategori urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar, ia membedakannya dengan penafsiran yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan di antara dimensi-dimensi uraian.
Menurut Moleong, Lexy J analisis data adalah yakni suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi dengan mengidentifikasi karakter khusus secara obyektif dan sistematik yang menghasilkan deskripsi yang obyektif, sistematik mengenai isi yang terungkap dalam komunikasi.[17]
G. Sistematika Penulisan
            Adapun sistematika dalam penulisan dalam pembahasan proposal skripsi  ini adalah sebagai berikut :
            Pada bab satu terdapat pendahuluan meliputi : latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan pembahasan, penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika penulisan.













DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Riva’i, Perkembangan Pendidikan Anak, Jakarta: Buah Pena, 2001.
A. Mustofa, Kamus Lingkungan, Cet.I, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Wjs. Poerwadarminta, Pusat Pembuatan dan Pengembangan Bahasa Dep. P dan K, Jakata: Balai Pustaka, 1986.
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1976.
Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet.1, Jakarta: Balai Pustaka, 2001.
Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, Cet IV, Jakarta: Bumi Aksara, 2000.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1991.
Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990.
Aboebakar Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf, Surabaya: Ramadhani, 1990.
 Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam Islam, Jakarta: Balai Pustaka, 1998.
Sukardi, Metodologi Penelitian, Jakarta, PT. Bumi Aksara. 2003.
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, Bandung: Angkasa, 1987.
Kartini, Pengantar Metodologi Research Sosial, Bandung: Alumni, 1980.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002.



[1]Ahmad Riva’i, Perkembangan Pendidikan Anak, ( Jakarta: Buah Pena, 2001), hal. 39.

[2]A. Mustofa, Kamus Lingkungan, Cet.I, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hal.69.
[3]Wjs. Poerwadarminta, Pusat Pembuatan dan Pengembangan Bahasa Dep. P dan K, (Jakata: Balai Pustaka, 1986), hal. 735.

[4] W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), hal. 135.
[5] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cet.1, (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), hal. 854.
[6]A. Mustofa, Kamus Lingkungan, Cet.I, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 70.
[7]Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, Cet IV, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), hal. 63
[8] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1991), hal. 67.
[9] Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990), hal. 28.

               [10]  Ibid., hal. 38.
[11]Aboebakar Atjeh, Pengantar Ilmu Tasawuf, Surabaya: Ramadhani, 1990, hal. 20.
[12] Zakiyah Daradjat, Pendidikan Anak dalam Islam, (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), hal. 123.

[13] Sukardi, Metodologi Penelitian, (Jakarta, PT. Bumi Aksara. 2003),hal. 167
[14] Sukardi, Metodologi ………,hal. 160
[15] Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah, ( Bandung: Angkasa, 1987 ), hal. 163.
[16]Kartini, Pengantar Metodologi Research Sosial, (Bandung: Alumni, 1980), hal. 28.
[17] Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hal. 44.


Post a Comment for "Peranan Lingkungan Dalam Membentuk Karakteristik Anak"