Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perangkat Gampong dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Harus Memahami Peluang Pasar



Semua Gampong memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi kenapa Badan Usaha Milik Gampong (Badan Usaha Milik Gampong (BUMG)) kesulitan menentukan jenis usaha yang akan dijalankannya? Itu karena Pemerintah Gampong dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) tidak memiliki pengetahuan mengenai kondisi pasar dan peluang yang mereka miliki. Akibatnya banyak usaha yang didirikan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sulit berkembang bahkan mandeg.

Managing Director PT Usaha Gampong Sejahtera Mohammad Najib menyatakan, agar usaha yang dibangunnya tidak mengalami kemandega, seharunya sebelum memutuskan membangun usaha, pemerintah Gampong dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) melakukan survey pasar dan menjadi paham apa yang dibutuhkan pasar. “ Survei ini harus dilakukan sesuai dengan potensi komoditas yang dimiliki. Dengan begitu Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) bakal memahami apa peluang yang dimilikinya dan kapasitas seperti apa yang harus dicapainya untuk bisa memenuhi peluang itu,” katanya.

Pernyataan Najib didasarkan berbagai survei lapangan situasi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di berbagai wilayah Indonesia yang dilakukan PT Usaha Gampong Sejahtera. “ Kami melihat, banyak potensi Gampong yang dikembangkan mulai dari kuliner hingga pariwisata. Masalahnya, mereka tidak melihat pasar yang mereka bidik,” kata Najib. Misalnya pembuatan makanan kecil berbahan baku dari lokal Gampong. Dengan cepat warga memproduksi ratusan kilogram makanan kecil setiap hari. Tapi masalahnya, pasar yang mau dituju, segmen yang dibidik belum jelas sehingga banyak produk yang tidak terserap pasar. Kalau dipaksakan, harganya jatuh dan menjadi tidak menguntungkan sama sekali.

Maka pemahaman mengenai kondisi pasar menjadi adalah sangat penting bagi Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Kondisi pasar yang dimaksud haruslah pasar yang sesuai dengan potensi yang dimiliki Gampong.Seperti yang dilakukan Gampong Rawasari, Jambi. Gampong yang sebagian besar wilayahnya berupa rawa-rawa ini memanfaatkan tanah mengembangkan peternakan itik, produksi telur itik sekaligus penetasan. Hasilnya, Gampong ini menguasai pasar itik untuk kawasan berbagai Gampong di sekitarnya.

Peran Keuchiek Gampongsangat berpengaruh pada maju mundurnya usaha yang dibangun Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). “ Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) harus diposisikan sebagai instrument yang bergerak mendorong ekonomi Gampong melalui potensi yang ada, tetapi arsitek dari rancang bangun yang kemudian dikembangkan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) haruslah tetap Keuchiek Gampong dengan segenap jajarannya,” kata Najib.

Ada banyak kasus dimana Gampong menganggap segala yang berurusan dengan ekonomi Gampong berarti tanggungjawab Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). “ Tidak bisa seperti itu, Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) itu hanya lembaga yang menjadi instrument saja dalam hal ini. Jadi, ide besarnya haruslah diolah kepala Gampong, perangkat Gampong dan pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) secara sinergi. Lagipula di Gampong tidak semua urusan ekonomi dihandel oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG),” kata Najib.

Usaha Gampong Sejahtera adalah perusahaan sosial yang fokus membantu Gampong-Gampong meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui usaha-usaha yang dijalankannya. Usdes memiliki program pelatihan hingga Inkubasi yang membantu Gampong merumuskan hingga menciptakan sistem manajemen professional dalam mengembangkan potensi Gampong meningkatkan ekonomi warga.