Efektivitas Implementasi KTSP dalam Pembelajaran Aqidah akhlak
1. Efektivitas Implementasi KTSP dalam Pembelajaran Aqidah
akhlak di SD Negeri 3 Bireuen
Menerapkan
perubahan di dalam KTSP, sekolah memerlukan berbagai tugas
pendekatan. Secara esensial menerapkan perubahan meliputi tiga langkah, yaitu
inisiasi, implementasi, dan pemeliharaan. Inisiasi yaitu perubahan mengacu pada
penentuan langkah proses implementasi, memperoleh kultur sekolah yang mau
menerima inovasi yang direncanakan. Pada langkah ini, perencana menaikkan
pertanyaan penting tentang siapa yang akan dilibatkan, yang diharapkan dari
tingkat dukungan, dan apa yang merupakan status kesiap-siagaan person untuk
inovasi. Idealnya, pertanyaan ini berkenaan dengan tahap inisiasi ketika
bagian-bagain dilibatkan dalam aktivitas pengembangan kurikulum.
Langkah
implementasi melibatkan presentasi inovasi dan mendapatkan orang-orang untuk
mencobanya di dalam kelas mereka atau bidang pendidikan lain yang sesuai. Ini
adalah langkah variasi model-model atau pendekatan untuk tahap implementasi,
yang mana akan dijelaskan nanti. Tahap yang ketiga adalah maintenance atau
pelembagaan, yang mana sangat esensial untuk monitoring inovasi setelah telah
diperkenalkan. Jika pemeliharaan tidaklah direncanakan untuk, inovasi yang
diperkenalkan sering memudar atau diubah.
Berdasarkan
hasil wawancara penulis dengan Ibu Syarwani, A.Ma.Pd Guru Aqidah Akhlak pada SD
Negeri 3 Bireuen, bahwa efektivitas implementasi KTSP dalam pembelajaran Aqidah
Akhlak di SD Negeri 3 Bireuen masih kurang efektif, karena guru masih belum
paham secara benar tentang KTSP karenan KTSP merupakan kurikulum baru yang
masih dalam tahap penerapannya, sehingga dalam mengimplementasinya dalam
pelajaran PAI masih dalam tahapan permulaan[1].
[1] Hasil Wawancara dengan
Ibu Syarwani, A.Ma.Pd Guru Aqidah Akhlak pada SD Negeri
3 Bireuen Tanggal 19 Juli 2011.

Post a Comment for "Efektivitas Implementasi KTSP dalam Pembelajaran Aqidah akhlak"