Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru
Pada dasarnya
peningkatan pengembangan kualitas diri seorang guru dalam pelaksanaannya dipengaruhi
oleh faktor internal dan eksternal baik dari guru maupun di luar guru yang ikut
menpengaruhi pengembangan kompetensinya ke arah yang lebih profesional. Artinya,
kedua cakupan faktor di atas berperan penting bagi mempengaruhi usaha
peningkatan kualitas guru dalam mengelola pembelajaran siswa ke arah yang lebih
baik.
Sehubungan
dengan ke dua faktor yang mempengaruhi pengembangan kompetensi pedagogik guru
di atas, hal itu besar kecilnya tidak terlepas
dari pengaruh internal dan eksternal guru itu sendiri. Di
antara faktor internal yang dapat pempengaruhi pengembangan kompetensi pedagogik
guru meliputi; kesadaran, minat serta motivasi dari guru itu sendiri.
- Kesadaran
Kesadaran merupakan pergertian yang
berhubungan potensi-potesi kejiwaaan, seperti ingatan, menghubungkan suatu hal,
di mana dalam pengertian sehari-hari disebut kesadaran yang dibawa
sejak lahir yang merupakan kemampuan atau intelegensi yang memungkinan
seorang berbuat dengan cara yang ditentukan.[1]
Sehubungan dengan pendapat di atas, kesadaran merupakan ilham dari yang Maha Kuasa pada
seseorang semenjak dia dilahirkan. Sehingga diharapkan dengan
adanya belajar atau latihan terhadap sesuatu pengetahuan, maka sesuatu tersebut
dapat lebih cerdas. Kesadaran akan keinginan untuk terus berkembang dan maju
sangat diharapkan pada semua guru.
- Minat serta
motivasi guru itu sendiri.
Minat merupakan suatu perhatian khusus
terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung
dari bakat dan lingkungannya. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi
seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan
cita-cita yang menjadi keinginannya.
Minat juga merupakan suatu motivasi
instrinsik sebagai kekuatan pembelajaran yang menjadi daya penggerak seseorang
dalam melakukan aktivitas dengan penuh kekuatan dan cenderung menetap, di mana
aktivitas tersebut merupakan proses pengalaman belajar yang dilakukan dengan
penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka dan gembira. Sedangkan
motivasi adalah akumulasi daya dalam diri seseorang tersebut untuk mendorong,
merangsang, menggerakkan, serta membangkitkan harapan untuk melakukan sesuatu. Motivasi mempersoalkan bagaimana
caranya mengarahkan daya dan potensi agar mau bekerjasama secara produktif
berhasil mencapai serta mewujudkan
tujuan tersebut.[2] Jadi,
bila seseorang telah memiliki minat atau motivasi
dalam dirinya, maka dia secara sadar akan melakukan kegiatan sesuai dengan
kecendrungan hatinya dalam mengerjakannya[3]
Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa minat adalah dorongan atau motivasi yang
tinggi dari seseorang yang menjadi penggerak utama untuk melakukan sesuatu guna
mewujudkan pencapaian tujuan. Oleh karenanya dalam pengembangan kompetensi pedagogik
guru, minat guru serta motivasi dari drinya itu sendiri merupakan suatu faktor
yang dapat menentukan keberhasilan percapaian tujuan dari kegiatan pengembangan
itu sendiri. Seseorang yang tidak memiliki minat dan didukung oleh motivasi
intrinsik dalam dirinya sendiri, niscaya tidak akan berhasil dalam melakukan
upaya pengembangannya ke arah pencapaian tujuan itu sendiri.
Adapun faktor eksternal yang ikut
memperhambat bagi pengembangan kompetensi pedagogik guru mencakup beberapa hal
sebagai berikut:
a.
Kualifikasi jenjang kependidikan
Di dalam bekerja
sering kali faktor pendidikan merupakan syarat yang paling penting untuk
memegang jabatan tertentu. Hal itu disebabkan latar belakang pendidikan akan
mencerminkan kesadaran atau keterampilan tertentu sebagai indikator kesuksesan
kerja seseorang. Semakin tingginya tingkat pendidikan seseorang akan semakin
besar kecendrungannya untuk sukses dalam kerjanya. Oleh
karenanya, studi kanjut gelar ke pasca sarjana merupakan salah satu upaya
efekfit dalam peningkatan kompetensi guru ke arah yang lebih
baik.[4]
Dengan demikian, berarti akan keterkaitan positif antara latar belakang guru
dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan profesional guru. Oleh karena
itu, peningkatan kualifikasi kompetensi seorang guru akan sangat dipengaruhi oleh semakin tingginya jenjang
kependidikan yang telah dijalaninya dengan memberi pengaruh pada upaya memudahkannya
dalam meningkatkan kemampuan professional guru.
b.
Pengalaman
Pengalaman
mengajar juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung bagi upaya
pengembangan kompetensi pedagogik guru untuk lebih meningkat dalam pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar. Pengalaman mengajar yang dimiliki oleh seorang guru
menjadi penentu pencapaian hasil belajar yang akan diraih oleh siswa.
Pengalaman mengajar yang cukup, dalam arti waktu yang telah dilalui oleh
seorang guru melaksanakan tugasnya akan mendukung pencapaian prestasi belajar
siswa yang maksimal sebagai tujuan yang akan diraih sekolah.
Pengalaman
mengajar merupakan suatu hal yang dijadikan perhatian yang tidak kalah
pentingnya bagi
menentukan prestasi belajar siswa. Guru yang mempunyai pengalaman mengajar yang
memadai, secara positif akan mendukung siswa untuk lebih mudah dikelolanya
melalui berbagai teknik
dan metode ajar yang lebih efektif.[5]
Guru
yang berpengalaman akan merasa lebih mudah menghadapi masalah-masalah siswa saat proses belajar mengajar yang
berkaitan dengan materi pelajaran, bahkan guru akan mampu memotivasi dan mendorong
semangat belajar siswa serta mampu memberdayakan kemampuan guru seoptimal
mungkin. Dalam beberapa hal, guru yang mempunyai masa kerja lebih lama,
niscaya akan lebih
berpengalaman dalam melakukan pembelajaran dibanding dengan guru yang masih
relatif baru. Dengan demikian, pengalaman mengajar guru juga berpengaruh
terhadap peningkatan kemampuan professional guru dalam mengajar. Biasanya,
seorang pendidik yang telah berpengalaman lama mereka telah terbiasa menghadapi
dan menyelesaikan berbagai masalah yang berhubungan dengan bidang study yang
diajarkan. Sehingga semakin lama guru berpengalaman
mengajar, maka kosekwensinya
makin bertambah professional.
c.
Faktor sarana atau fasilitas
Sarana menjadi
salah satu faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kompetensi
pedagogik guru ke arah yang lebih baik. Melalui sarana dan fasilitas yang
memadai, akan guru lebih mudah mengasah kemampuan mengajarnya melalui
pemanfaatan sarana dan media pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini menjadi
penting diperhatikan, segingga mampu memenuhi penyelenggaraan pembinaan
fasilitas pendidikan sekolah sebagai salah satu fungsi yang harus dikembangkan
terus dan diusahakan untuk melengkapinya. Keterkaitan dengan hal ini, Suharsimi
Arikunto mengatakan sarana pendidikan merupakan bagian dari proses belajar
mengajar yang harus dipenuhi di sekolah.[6] Realitas ini
menuntut peran kepala sekolah sebagai fasilitator bagi menfasilitasi guru
dengan berbagai sarana dan fasilitas pembelajaran demi meningkatkan kemampuan
mengelola pembelajaran di kelas.
d.
Peran dan dukungan Kepala Sekolah
Pengembangan
dalam kontek proses perbaikan mengacu pada suatu aktivitas konstruktif yang
bertujuan membentuk dan menciptakan sesuatu kualitas yang lebih baik sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Dilihat dari
aktivitasnya pembinaan dan pengembangan kompetensi peadagogik guru, pada
dasarnya bukan menjadi tugas dan tanggung
jawab guru semata-mata, melainkan pengembangannya
juga tanggung jawab pimpinan kepala sekolah untuk mencapai tujuan organisasi
melalui peningkatan kecakapan dan kemampuan guru.
Pengembangan
kompetensi pedagogik guru sangat dipengaruhi oleh perlunya optimalisasi peran
kepala sekolah ke arah yang lebih baik melalui pelaksanaan supervisi kepala
sekolah secara baik, pemberdayaan MGMP serta program dan pelatihan lainnya yang
harus difasilitasi oleh kepala sekolah dalam peningkatan kompetensi peadagogik guru,
baik melalui optimalisasi peran kepala sekolah sebagai administrator,
supervisor, leader dan lain sebagainya.
[3]Abdul Mujib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, (Jakarta: Raja Grafindo, 2001), hlm.
244-245.
[4] Fachruddin Saudagar dan Ali
Idrus, Pengembangan Profesionalisme Guru,
(Jakarta: GP Pres), hlm.
101-102.
[6] Suharsimi
Arikunto, Organisasi dan Administrasi Teknologi dan Kejuruan, (Jakarta:
Rajawali,1989), hlm. 81.

Post a Comment for "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kompetensi Pedagogik Guru"