Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keterampilan Mengelola Kelas


A.    Keterampilan Mengelola Kelas

Keberhasilan seorang guru dalam mengajar tidak hanya ditentukan oleh  faktor-faktor yang berhubungan dengan proses pembelajaran saja, melainkan juga ditentukan oleh keterampilan pengelolaan kelas yang dikuasainya. Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Keterampilan Mengelola kelas terbagi menjadi dua jenis keterampilan yaitu: Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Untuk melatih kemampuan seorang guru dalam mengelola kelas dapat melalui dua cara, yaitu melalui pengalaman dan melalui belajar. Oleh karena itu, makalah ini dibuat agra kita memahami dan mampu mengelola kelas dengan baik. Berdasarkan wawancara dengan Ibu Rohana, S.Ag Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 51 Bireuen bahwa menurut beliau:
Dalam mengelola kelas, guru telah dihadapkan pada siswa yang bersifat individual atau kelompok, sehingga kita perlu berhati-hati dalam menanganinya. Biasanya teknik yang digunakan antara lain: nasihat, teguran, larangan, ancaman, teladan, hukuman dan sebagainya.[1]

Sebagai guru memang perlu mengerti bagaimana cara mengelola kelas.  Mengasah kemampuan dalam mengelola kelas dapat melalui  dua cara yaitu melalui pengalaman dan melalui belajar.  Maksud dari melalui belajar yaitu menyadari kekurangan dalam mengelola kelas dan merasa untuk belajar kembali, misalnya belajar dari guru lain, membaca referensi mengenai kiat-kiat mengajar, mengikuti pelatihan, dan mengembangkan keterampilan. Berdasarkan pengakuan Ibu Ita Hayati, S.Pd.I bahwa menurut beliau:
Ada tiga pendekatan yang digunakan guru MIN 51 Bireuen dalam pengelolaan kelas yaitu pendekatan alodifikasi perilaku, pendekatan sosial emosional, dan pendekatan proses kelompok. Pendekatan alodifikasi perilaku menjelaskan bahwa tingkah laku positif maupun negatif dalam batas-batas tertentu merupakan hasil belajar maka teknik-teknik yang digunakan untuk membina siswa yaitu melalui penguatan negatif, penghapusan, dan hukuman. Pada pendekatan sosial emosional menjelaskan bahwa syarat pembelajaran yang efektif dan efisien adalah hubungan emosional yang baik antara guru dan siswa dan antarsiswa. Ada dua sikap dalam mengatasinya yaitu sikap umum (terbuka) dan sikap khusus (menyesuaikan perilaku yang kurang negatif tersebut). Sedangkan pendekatan terakhir adalah pendekatan proses kelompok. Pendekatan  ini menjelaskan pembelajaran yang efektif dan efisien berlangsung dalam konteks kelompok besar (kelas). Untuk membentuk suatu kelompok tersebut diperlukan menyepakati tujuan, aturan, dan pemimpin (guru bertindak sebagai pemimpin).[2]

Setiap keterampilan pasti ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari keterampilan ini adalah sangat efektif dalam pembelajaran, siswa menjadi sangat nyaman bila sukses dilakukan, menjadi pembelajaran yang nyaman, siswa menjadi cepat menanggapi setiap pembelajaran yang ada, guru menjadi enak dalam melanjutkan materi selanjutnya. Sementara kekurangan dari keterampilan ini adalah susah diterapkan, biasanya hanya diterapkan pada tingkat Menengah ke atas, perlu menjaga wibawa dan cara bergaul guru, dan senantiasa fokus pada kelas dan segala permasalahannya. 


               [1] Rohana, S.Ag, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri  51 Bireuen, Wawancara di Sekolah, 24 Juli 2018.
               [2] Ita Hayati, S.Pd.I, Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri  51 Bireuen, Wawancara di Sekolah, 25 Juli 2018.

Post a Comment for " Keterampilan Mengelola Kelas"