Mengetahui Hasil Belajar Siswa
1.6.3 Hasil Belajar
Siswa
Dalam pendidikan, hasil belajar merupakan faktor yang sangat
penting dan sering menjadi pokok pembicaraan atau permasalahan antar pendidik,
karena hasil belajar mencerminkan
kemampuan siswa dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Hasil belajar
merupakan perubahan perilaku yang diperoleh siswa setelah mengalami aktivitas
belajar. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan nilai yang diberikan guru. Hasil
belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik setelah
mengalami kegiatan belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut
tergantung pada apa yang dipelajari oleh peserta didik (Rifa’i dan Anni 2009:
85). Hasil belajar akan nampak pada perubahan perilaku individu yang belajar.
Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat
kegiatan belajarnya. Pengetahuan dan keterampilanya bertambah, dan penguasaan
nilai-nilai dan sikapnya bertambah pula. (Siddiq, Isniatun, dan Sungkono 2008:
1.5).
Dari beberapa pengertian hasil belajar dapat disimpulkan
bahwa, hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang dialami siswa dari
tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti, karena telah
mengalami aktivitas belajar. Berdasarkan
teori Taksonomi Bloom dalam Anni, dkk (2007: 7) hasil belajar dalam rangka
studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif,
psikomotor. Rinciannya adalah sebagai berikut:
(1) Ranah kognitif;
berkaitan dengan hasil berupa pengetahuan yang terdiri atas enam aspek, yakni
pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi atau penerapan, analisis,
sintesis dan evaluasi atau penilaian,
(2) Ranah afektif;
berhubungan dengan perasaan, sikap, minat, dan nilai yang terdiri dari lima
aspek yakni penerimaan, penanggapan, penilaian, pengorganisasian, dan
pembentukan pola hidup,
(3) Ranah
psikomotor; berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak
yang terdiri dari tujuh aspek, yakni persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing,
gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian dan kreativitas. Ketiga ranah
tersebut menjadi objek penilaian hasil belajar. Diantara ketiga ranah, ranah
kognitiflah yang banyak dinilai karena berkaitan dengan kemampuan para siswa
dalam menguasai isi bahan pengajaran. Hasil belajar afektif dan psikomotor juga
harus menjadi bagian dari penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.
Dari penjelasan hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima
pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran
atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan. Hal ini dapat tercapai
apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan perilaku
yang lebih baik lagi.

Post a Comment for "Mengetahui Hasil Belajar Siswa"