Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Pokok Bahasan Surat Al-Maun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Penyelenggaraan
pendidikan di Indonesia menurut UU Nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat (2)
menyebutkan bahwa suatu pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama,
kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Tidak bisa di pungkiri bahwa pendidikan Islam baik sebagai sistem maupun
institusinya, merupakan warisan budaya bangsa yang berurat berakar pada
masyarakat bangsa Indonesia. Dengan demikian jelas bahwa pendidikan Islam akan
merupakan bagian integral dari sistem Pendidikan Nasional.[1]
Kehidupan
dan peradaban manusia senantiasa mengalami perubahan. Dalam merespons fenomena
itu, manusia berpacu mengembangkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui
penyempurnaan kurikulum, kualitas yang tinggi diperlukan untuk menciptakan
keghidupan yang cerdas, damai, terbuka, demokratis dan mampu bersaing. Dalam
konteks madrasah/ sekolah, agar lulusannya memiliki keunggulan kompetensi dan
komparasi maka kurikulum Madrasah/ Sekolah perlu dikembangkan dengan pendekatan
kompetensi dan tingkat satuan pendidikan. Hal itu dilakukan agar madrasah
secara kelembagaan dapat merespon secara proaktif berbagai perkembangan
informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta tuntutan desentralisasi,
sehingga madrasah tidak kehilangan relevansi program pembelajarannya.
Selanjutnya
basis kompetensi yang dikembangkan di madrasah/ sekolah harus menjamin
pertumbuhan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah S.W.T, penguasaan keterampilan
hidup, kemampuan akademik, seni dan pengembangan kepribadian yang sempurna.
Oleh karena itu peranan dan efektifitas pendidikan agama di madrasah/ sekolah
sebagai landasan bagi pengembangan sepiritual terhadap kesejahteraan masyarakat
mutlakharus di tingkatkan, karena asumsinya adalah jika pendidikan agama (yang
meliputi Alquran dan Hadits, Aqidah dan Akhlak, Fiqih dan Sejarah Kebudayaan
Islam) yang dijadikan landasan pengembangan nilai spiritual dilakukan dengan
baik, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik.
Pendidikan
Alquran dan Hadits di madrasah/ sekolah sebagai landasan yang integral dari
pendidikan agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam
pembentukan watak dan kepribadian peserta didik, tetapi secara subtansial mata pelajaran
Alquran dan Hadits memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta
didik untuk mempraktikan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan akhlaqul
karimah dalam kehidupan sehari-hari.[2]
Alquran
sebagai kitab suci terakhir, memiliki posisi penting dalam sistem ajaran Islam.
Penerimaan wahyu Alquran oleh Nabi Muhammad S.A.W. terkait erat dengan kondisi
aktual ketika beliau di Makkah dan Madinah, meskipun demikian substansi Alquran
relevan sepanjang zaman. Oleh karena itu, Alquran sebagai Kalamullah telah
mencerahkan eksistensi kebenaran dan moral manusia, Alquran dipandang sebagai
sumber pertama dan utama yang membentuk seluruh bengunan keagamaan Islam baik
teologi, etika maupun hukum dan menjadi fondasi bagi segala aspek kehidupan
kaum muslimin baik secara individual maupun sosial.
Untuk
itu, tanpa pemahaman yang benar terhadap Alquran, bangunan keagamaan Islam
ataupun kehidupan, pemikiran, dan kebudayaan kaum muslimin akan cenderung
menyimpang dari sumbernya, kita sering menemukan perbedaan pokok-pokok ajaran
Islam didalam memahami kandungan Alquran dan Hadits, mereka hanya memperoleh
pengetahuan Islam yang bersifat normatif-teologis bersumber pada Alquran dan
Hadits yang dipahami berdasarkan salah satu pemahaman tokoh madzhab tertentu, benar
dan salah diukur oleh pendapat madzhabnya, jika suatu kali menyentuh paham
madzhab lain segera menganggap dan menyatakan keliru, sesat, menyimpang dan
tidak jarang mengkafirkan yang lain, baik itu dalam bidang tauhid, fiqih,
tasawuf dan ilmu pengetahuan yang lain,sehingga pengetahuannya terbatas pada
satu madzhab, tidak memiliki pilihan alternative pemikiran sesuai dengan
perkembangan tempat dan perubahan zaman yang sangat dinamis. Hingga sekarang
umat Islam Indonesia masih banyak yang beranggapan bahwa Islam yang benar
adalah madzhab yang ia yakini yang diperoleh dari satu madzhab (aliran) saja.[3]
.
Sehubungan
dengan ini peneliti menemukan bahwa
kemampuan siswa kelas V/4 MIN Bireuen masih rendah khususnya pada mata
pelajaran Al Quran Hadits. Setelah dilakukan observasi, tidak sampai separuh
siswa kelas V/4 MIN Bireuen yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan
benar. Peneliti berasumsi bahwa kemampuan baca Al-Qur’an siswa kelas V/4 MIN
Bireuen dapat ditingkatkan. Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu
dan akurat dalam memacu siswa guna meningkatkan kemampuan baca Al-Quran. Untuk
menemukan metode pembelajaran yang efektif tersebut di atas, peneliti berupaya
meneliti aplikasi metode Card Sort khususnya pada mata pelajaran Al-Quran
Hadits di Kelas V/4 MIN Bireuen.
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas penulis merumuskan judul penelitian “Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Pokok
Bahasan Surat Al-Maun Dengan Menggunakan Metode Card Short Pada Siswa Kelas V/4
MIN Bireuen”.
B.
Pertanyaan Penelitian
Adapun yang menjadi pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut:
Bagaimanakah upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Al-Qur’an Hadist pokok bahasan Surat Al-Maun dengan menggunakan
metode card short pada siswa kelas V/4 MIN Bireuen?
C.
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitiannya adalah sebagai berikut:
Untuk mengetahui upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Al-Qur’an Hadist pokok bahasan surat Al-Maun dengan menggunakan
metode card short pada siswa kelas V/4 MIN Bireuen.
D.
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
Adapun secara khusus penelitian ini diharapkan
berguna bagi:
1. Siswa :
a) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas V/4
dalam pembelajaran Al-Quran Hadits
b) Lebih aktif dalam pembelajaran Al-Quran
Hadits
2. Guru :
a)
Meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan
strategi pembelajaran dan mampu mengemas dalam kegiatan yang lebih menarik dan
bervariatif.
b)
Meningkatkan profesionalisme guru
3. Sekolah :
a)
Membantu sekolah mengembangkan visi dan misinya.
b)
Dapat meningkatkan kinerja sekolah dengan adanya
peningkatan profesionalisme guru.
c)
Menambah hasanah referensi karya ilmiah perpustakaan.
E.
Definisi Operasional
Untuk menghindari Kesalahpahaman
dalam memahami judul di atas dan demi menghindari dari bermacam-macam
penafsiran, maka diberikan penjelasan tentang pengertian beberapa kata yang
tercantum dalam judul sehingga diketahui arti dan makna dalam pembelajaran yang
diadakan.
Adapun istilah yang penulis anggap
perlu dijelaskan adalah:
1. Minat Belajar
Hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman
belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh guru untuk dijadikan ukuran atau
kriteria dalam mencapai suatu tujuan pendidikan[4].
Adapun menurut penulis, Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki
siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar digunakan oleh
guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai suatu tujuan
pendidikan.
2. Metode card short
Metode berasal dari kata meta dan
hodos “meta” berarti melalui dan “hodos “ berarti jalan atau cara.
Secara bahasa, metode berarti cara atau jalan yang dilalui untuk mencapai
tujuan tertentu.[5]
Metode adalah cara yang di gunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah
di susun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara
optimal. Metode di gunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan.[6]
card short adalah sistem
kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk di dalam struktur ini
adalah lima unsure pokok[7],
yaitu saling ketergantungan positif, tanggungjawab individual, interaksi
personal, keahlian bekerja sama, dan proses kerja kelompok. Dalam stategi
pebelajaran kooperatof, siswa diarahkan untuk dapat juga bekerja, mengembangkan
diri, dan bertanggungjawab secara individu. Strategi belajar card sort adalah
strategi pembelajaran yang di dalamnya mengkondisikan para siswa untuk bekerja
bersama-sama di dalam kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lain
dalam belajar.

Post a Comment for "Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Pokok Bahasan Surat Al-Maun "