Pengertian Budaya Asing
Pengertian Budaya Asing
Sebelum membicarakan secara khusus masalah
kebudayaan Asing, akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian kebudayaan/budaya.
Dengan memahami pengertian kebudayaan, maka akan diperoleh pengetahuan dasar
mengenai kebudayaan dengan pemikiran-pemikiran teori dan disiplin-disiplin ilmu
budaya lainnya. Namun selangkah lebih awal, penulis membicarakan secara singkat
mengenai gagasan yang mendasar daripada arti budaya itu sendiri.
Dalam
kehidupan sehari-hari, orang begitu sering membicarakan soal kebudayaan. Juga
dalam kehidupan sehari-hari, orang atau masyarakat tak mungkin tidak berurusan
dengan hasil-hasil kebudayaan. Masyarakat yang hidup bersama yang menghasilkan
kebudayaan. Dengan demikian, tak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan
dan sebaliknya tak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan
pendukungnya.
Untuk
memahami suatu kebudayaan maka kita perlu memahami apa itu kebudayaan.
Kebudayaan itu ibarat sebuah lensa, bayangkan jika kita memakai lensa untuk
meneropong sesuatu maka kita akan memilih satu fokus tertentu, dari fokus
itulah kita akan membidik objek dengan tepat. Objek itu bisa manusia atau
binatang, benda atau sebuah gagasan, termasuk gagasan tempat tentang dunia
sekeliling. Maka dari itu apabila kita memandang sesuatu dari sudut pandang
kebudayaan maka kita menjadikan kebudayaan sebagai sebuah lensa, artinya sebuah
pandangan yang tepat dan kebudayaan mengajarkan kepada kita untuk memandang
sesuatu secara terfokus, secara tajam.
Kata “kebudayaan” berasal dari bahasa
Sanskerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak kata “buddhi”
yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai hal-hal
yang bersangkutan dengan budi atau akal.[1]
Seorang
antropolog yaitu E.B Tylor pernah mencoba memberikan definisi mengenai
kebudayaan sebagai berikut:
Kebudayaan adalah komplek yang
mencakup pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, adat istiadat dan lain
kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia
sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya
yang di dapatkan atau di pelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.[2]
Dengan
kata lain, kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh
manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang
di pelajari dari pola-pola prilaku yang normatif. Artinya, mencakup segala
cara-cara atau pola-pola berfikir, merasakan dan bertindak.
Budaya
juga merupakan suatu komunitas rasial, etnik, regional, ekonomi, atau sosial
yang memperlihatkan pola prilaku yang membedakannya dengan struktur-struktur
lainnya dalam suatu budaya atau masyarakat yang melingkupinya.[3]
Oleh karena itu kebudayaan meliputi
semua hasil cipta, karsa yang terwujud kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat,
kesusilaan, ilmu pengetahuan, keyakinan, keagamaan, dan sebagainya.[4]
Dengan
hasil kebudayaan manusia, maka terjadilah pola kehidupan, dan pola kehidupan
inilah yang menyebabkan mareka hidup bersama dan dengan pola kehidupan ini pula
dapat mempengaruhi cara berfikir dengan gerak sosial.
Dari
definisi kebudayaan sebagaimana yang telah di kemukakan di atas, maka dapat
diketahui beberapa kesamaannya, yakni: pertama, kebudayaan hanya
dimiliki oleh manusia: kedua, kebudayaan yang dimiliki manusia itu di
turunkan melalui proses belajar dari tiap-tiap individu dalam masyarakat; ketiga,
kebudayaan merupakan pernyataan perasaan dan pikiran manusia.
Budaya
asing atau kebudayaan asing adalah terdiri dari dua kata yang telah dirangkai
menjadi satu istilah yaitu budaya dan asing. Menurut bahasa budaya artinya,
pikiran, akal budi, atau adat istiadat. Sedangkan asing berarti aneh, belum
biasa atau datang dari luar (daerah, negara, lingkungan).[5]
Sedangkan
yang dimaksud dengan budaya asing adalah budaya regional dan global dengan
muatannya berupa nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang selama ini di
anut oleh masyarakat pada suatu daerah (setempat), yang masuk melalui berbagai
media, pergaulan, wisata dan lain sebagainya.
Adapun
yang dimaksud dengan kebudayaan Asing disini adalah budaya atau nilai-nilai
yang lahir dalam suatu komunitas masyarakat yang dianggap aneh atau belum ada
dalam masyarakat Meurubo atau ajaran Islam sebelumnya seperti pola budaya
hubungan yang serba bebas antara lawan jenis, model pakaian yang tidak
mengindahkan batas-batas aurat, tingkah laku kekerasan, gambar-gambar porno,
dan sebagainya. Hal diatas merupakan budaya-budaya bangsa luar yang telah
berkembang di negara-negara Islam sekarang ini, budaya ini identik dengan
budaya orang-orang Barat yang datang ke Indonesia umumnya atau Aceh pada
khususnya, baik secara langsung seperti datangnya orang-orang asing maupun
secara tidak langsung melalui TV, Parabola, Internet dan lain sebagainya.
Budaya
asing atau yang lebih dikenal dengan budaya bangsa Barat yaitu Amerika, Eropa
dan lain sebagainya. Merupakan budaya yang telah masuk dan berkembang di
negara-negara Timur atau negara Islam sekarang ini. Budaya mareka bisa saja
bersifat negatif dan bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam yang bisa merusak
tatanan budaya ataupun adat istiadat masyarakat. Dalam perkembangan budaya di
Indonesia, budaya Barat semakin semarak tumbuh dan berkembang dalam pola hidup
bermasyarakat. Nilai-nilai hidup bermasyarakat yang telah berkembang menjadi
rusak dan tatanan masyarakat yang dulunya lebih sistematis dengan aturan-aturan
yang ditetapkan sebagai suatu sistem kontrol adalah murni berpegang kepada
ajaran Islam. Ketika hal ini berhasil dipengaruhi oleh budaya barat, maka
inilah yang menjadi awal rusaknya ibadah dan akidah masyarakat Islam.
[2] Ibid, Hal.172
[3]
Dr. Deddy Mulyana, MA, dan Drs. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc, Komunikasi
Antar Budaya,Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Yang Berbeda Budaya,
(Bandung: Remaja Rodakarya, 2005), hal.19.
[4] Drs. H. Abu Ahmadi, Ilmu Sosial
Dasar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hal. 51.
[5] [5] WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa
Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), hal.16.

Post a Comment for "Pengertian Budaya Asing"