Efektivitas Manajemen Sekolah Dalam Peningkatan Belajar Siswa
BAB I
P E N D A H U L U A N
A.
Latar Belakang Masalah
Manajemen
merupakan suatu hal penting yang menyentuh, mempengaruhi dan bahkan merasuki
hampir seluruh aspek kehidupan manusia layaknya darah dalam raga. Dengan
manajemen, manusia mampu mengenali kemampuan, kelebihan dan kekurangannya
dirinya sendiri.
Manajemen
menunjukkan cara-cara yang lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan suatu
pekerjaan. Manajemen telah memungkinkan manusia untuk mengurangi
hambatan-hambatan dalam rangka pencapaian suatu tujuan. Manajemen juga
memberikan prediksi dan imajinasi agar manusia dapat mengantisipasi perubahan
lingkungan yang serba cepat.[1]
Manajemen juga mengatur segala
sesuatu agar dilakukan dengan baik, tepat, dan tuntas merupakan hal yang
disunnahkan dan menjadi norma hukum dalam ajaran agama Islam. Dalam Islam juga
diatur bagaimana proses melakukan suatu pekerjaan dengan rasa tanggung jawab,
disiplin dan tidak menzalimi rekan/partner yang lain, sehingga keduanya
mendapatkan keuntungan.
Peningkatan mutu pendidikan di sekolah
perlu didukung kemampuan manajerial guru di sekolah. Sekolah yang menginginkan kemajuan dan perkembangan harus ada
hubungan baik
antar sesama
guru dan juga perlu diciptakan suasana kerja yang kondusif dan menyenangkan. Demikian
halnya penataan penampilan fisik dan manajemen sekolah perlu dibina agar
sekolah menjadi lingkungan pendidikan yang dapat menumbuhkan kereativitas,
disiplin, dan semangat belajar peserta didik. Dalam kerangka inilah dirasakan
perlunya implementasi manajemen sekolah.
Untuk mengimplementasikan manajemen
kelas yang bernuansa islami secara
efektif dan efisien, guru agama harus memiliki pengetahuan yang matang tentang
ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan agama. Demikian pula dalam rangka
mengimplementasikan manajemen kelas yang bernuansa islami secara efektif dan efisien, guru
harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas.
Guru adalah teladan dan panutan
langsung para peserta didik di kelas. Oleh karena itu, guru perlu siap dengan
segala kewajiban, baik manajemen maupun persiapan isi materi pengajaran. Guru
juga harus mengorganisasikan kelasnya dengan baik. Jadwal pelajaran, pembagian
tugas peserta didik, kebersihan, keindahan dan ketertiban kelas, pengaturan
tempat duduk peserta didik, penempatan alat-alat dan lain-lain harus dilakukan
dengan sebaik-baiknya. Suasana kelas yang menyenangkan dan penuh disiplin
sangat diperlukan untuk mendorong semangat belajar peserta didik.
Menurut hasil penelitian Balai
penelitian dan pengembangan pendidikan dan kebudayaan menunjukkan bahwa:
Manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif
tidaknya kurikulum, berbagai peralatan berlajar, waktu mengajar dan proses
pembelajaran. Dengan demikian upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dengan pembenahan
manajemen sekolah, disamping peningkatan kualitas guru dan pengembangan sumber
belajar.1
Dalam
implementasi menejemen kelas yang bernuansa islami, hal yang paling penting adalah
manajemen terhadap komponen-komponen sekolah itu sendiri. Sedikitnya terdapat
tujuh komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik, yaitu “Kurikulum dan
program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana dan
prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta
pelayanan khusus lembaga pendidikan”.2
Manajemen atau
pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses
pendidikan secara keseluruhan. Alasannya tanpa manejemen tidak mungkin tujuan
pendidikan dapat diwujudkan secara optimal, efektif dan efisien.
Di MAN Bireuen
ada suatu fenomena yang menarik bagi penulis untuk melakukan penelitian
terhadap prestasi belajar siswa sebagai dampak seringnya terjadi pergantian
tenaga pengajar terutama pada saat pemerintah mengadakan seleksi calon Guru
Pegawai Negeri. Memang harus diakui bahwa perubahan status kepegawaian dari
guru tidak tetap menjadi Pegawai Negeri ternyata hingga saat ini masih
merupakan harapan semua guru, karena dianggap mempunyai masa depan yang lebih
terjamin.
Namun jika
dilihat dari segi pengelolaan MAN Bireuen, kondisi seperti ini dampaknya kurang
baik terhadap kualitas proses belajar mengajar, hal ini disebabkan karena
guru-guru yang lulus seleksi menjadi Pegawai Negeri adalah guru-guru senior
yang sudah siap pakai. Sementara itu untuk merekrut dan mempersiapkan guru-guru
baru menjadi profesional dan berpengalaman tentu membutuhkan jangka waktu yang
panjang, biaya yang besar serta diperlukan pembinaan dan supervisi secara
berkesinambungan oleh manajemen sekolah.
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengambil judul
dalam penulisan proposal skripsi ini adalah EFEKTIVITAS
MANAJEMEN MAN BIREUEN DALAM
PENINGKATAN BELAJAR SISWA.
B.
Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah
dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1. Bagaimana
efektivitas manajemen MAN Bireuen dalam
peningkatan belajar siswa?
2. Upaya-upaya apa
saja yang dilakukan oleh manajemen MAN Bireuen dalam meningkatkan
belajar siswa?
C.
Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian
dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
1. Untuk
mengetahui bagaimana efektivitas manajemen MAN Bireuen dalam
peningkatan belajar siswa?
2. Untuk
mengetahui upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh manajemen MAN Bireuen dalam
meningkatkan belajar siswa?
D.
Kegunaan Penelitian
Adapun yang menjadi kegunaan
pembahasan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah sebagi berikut:
Secara
teoritis pembahasan ini bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum
dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan khususnya mengenai efektivitas manajemen MAN Bireuen dalam peningkatan belajar siswa. Selain itu hasil pembahasan ini dapat di jadikan bahan
kajian bidang study pendidikan.
Secara
praktis, hasil pembahasan ini dapat memberikan arti dan niliai tambah dalam
memperbaiki dan mengaplikasikan efektivitas
manajemen MAN Bireuen dalam peningkatan belajar siswa ini dalam pelaksanaannya. Dengan
demikian, pembahasan ini di harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam
dunia pendidikan, khususnya dalam dunia pendidikan Islam.
E.
Penjelasan Istilah
Adanya kesimpangsiuran dan
kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering
terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari
hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari
istilah-istilah yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.
Adapun istilah yang perlu penulis
jelaskan adalah sebagai sebagai berikut :
1.
Efektivitas
Menurut
E. Mulyasa “efektivitas adalah adanya kesesuaian antara orang yang melaksanakan
tugas dengan sasaran yang dituju, sehingga suatu organisasi berhasil
meningkatkan dan memanfaatkan sumber daya dalam usaha mewujudkan tujuan
operasional sekolah.”[2]
Dalam
kamus umum Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa”efektif berarti ada efeknya
(akibatnya, pengaruhnya, kesannya), manjur atau mujarab, dapat membawa hasil.”[3]
Dalam
Buku Manajemen Berbasis sekolah dinyatakan bahwa “efektivitas adalah adanya
kesesuaian antara orang yang melaksanakan tugas dengan sasaran yang dituju,
sehingga suatu organisasi berhasil meningkatkan dan memanfaatkan sumber daya
dalam usaha mewujudkan tujuan operasional sekolah.”[4]
Sedangkan
efektivitas yang penulis maksudkan adalah terlaksananya semua tugas pokok,
tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota.
Dengan demikian efektivitas manajemen sekolah berarti, bagaimana melaksanakan
manajemen sekolah berhasil dalam melaksanakan semua tugas pokok sekolah, menjalin
partisipasi masyarakat, meningkatkan serta memanfaatkan sumber daya, sumber
dana, dan sumber belajar untuk mewujudkan tujuan sekolah.
2.
Manajemen
Dalam kamus
ilmiah populer, “Manajemen adalah ketatalaksanaan proses penggunaan sumber daya
secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu.”[5]
Menurut Gaffar
bahwa “Manajemen pendidikan mengandung arti sebagai suatu proses kerjasama yang
sistematik, sistemik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan tujuan
pendidikan nasional.”[6]
Sedangkan
menurut Sergiovanni “Manajemen merupakan proses pendayagunaan semua sumber daya
dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendayagunaan melalui
tahapan proses yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan.”[7]
Adapun
manajemen sekolah yang penulis maksudkan adalah manajemen terhadap
komponen-komponen sekolah yang meliputi : kurikulum dan pengajaran, tenaga
kependidikan, kesiswaan, keuangan dan pembiayaan, sarana dan prasarana
pendidikan, hubungan sekolah dengan masyarakat dan layanan khusus
(perpustakaan, UKS dan keamanan sekolah) yang bertujuan agar seluruh kegiatan
pendidikan dan pengajaran dapat terlaksana secara efektif dan efisien.
3.
Peningkatan
Belajar Siswa
Peningkatan
adalah: “Hasil yang telah dicapai dilakukan, dikerjakan dan sebagainya.”[8]
Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia disebutkan prestasi adalah : ”Hasil
perjuangan sendiri yang memperoleh pengakuan.”[9]
Pengertian
belajar menurut Iman Sutadji adalah “suatu proses perubahan sikap dan tingkah
laku setelah terjadinya interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar ini
dapat berupa buku, lingkungan, guru atau sesama teman.”[10] Belajar menurut kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah “suatu kegiatan interaksi.”[11] Sedangkan menurut Muhibbin
Syah memberikan pengertian belajar adalah : “Sebagai tahapan perubahan seluruh
tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan
interaksi dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif.”[12]
Adapun siswa
yang penulis maksudkan di sini adalah siswa
sekolah di MAN
Bireuen. Maka istilah
peningkatan belajar siswa yang
dimaksudkan di sini adalah hasil yang dicapai oleh siswa MAN Bireuen dari hasil
proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
F. Sistematika
Penulisan
Proposal
skripsi ini disusun secara sistematika sebagai berikut: Pendahuluan, bab ini
berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan
penelitian,penjelasan istilah, dan sistematika penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
M. Karebet Widjajakusuma, M. Ismail Yusanto, Pengantar Manajemen
Syariat, Cet. I, Jakarta: PT. Khairul Bayan, 2002.
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah, Bandung: Remaja
Rosda Karya, 2002.
W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta:
Balai Pustaka, 1995.
Masud Khasan Abdul Kahar, Kamus Ilmiah Populer, Jakarta:
Bintang Pelajar, 1989.
Ibrahim Bafadal, Manajemen Perlengkapan Sekolah, Jakarta:
Bumi Aksara, 2003.
Dani K, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia,Surabaya: Putra
Harsa,2002.
Ensiklopedi Nasional Indonesia, Cet.III, Jilid II, Jakarta: Delta Pamungkas, 1997.
Imam Sutadji, Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Jakarta:
Dir.Dikmenum, 1994.
Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 2003.
[1] M. Karebet Widjajakusuma, M. Ismail Yusanto, Pengantar
Manajemen Syariat, Cet. I, (Jakarta: PT. Khairul Bayan, 2002), hal. 1
[4]E. Mulyasa, Manajemen …, hal.82
[7]Ibrahim Bafadal, Manajemen Perlengkapan Sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara,
2003) hal.1.
[12]Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta : Raja Grafindo
Persada, 2003), hal.68.

Post a Comment for "Efektivitas Manajemen Sekolah Dalam Peningkatan Belajar Siswa"