Fungsi Metode Problem Solving dalam Pembelajaran PAI
A. Fungsi
Metode Problem Solving dalam Pembelajaran PAI
Metode pemecahan masalah (problem solving)
adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa
menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun
masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Orientasi
pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah
pemecahan masalah.[1]
Belajar pemecahan masalah terjadi bila individu
menggunakan berbagai konsep atau prinsip untuk menjawab suatu pertanyaan,
misalnya: mengapa harga bahan bakar minyak naik, mengapa minat masuk perguruan
tinggi menurun. Proses pemecahan masalah selalu bersegi jamak dan satu sama
lain saling berkaitan. Urutan jenis-jenis belajar tersebut merupakan tahapan
belajar yang bersifat hierarkis. Jenis belajar yang pertama merupakan prasyarat
bagi berlangsungnya jenis belajar berikut. Seorang individu tidak akan mampu
melakukan belajar pemecahan masalah apabila individu tersebut belum menguasai
belajar aturan, konsep, membedakan, dan seterusnya.
Metode Problem Solving (metode pemecahan
masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu
metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan
metode-metode lainnya yang dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik
kesimpulan. Belajar Pemecahan Masalah mengacu pada proses mental individu dalam
menghadapi suatu masalah untuk selanjutnya menemukan cara mengatasi masalah itu
melalui proses berpikir yang sistematis dan cermat. Penggunaan metode ini
dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah
ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.
2.
Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan
untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku-buu,
meneliti, bertanya, dan lain-lain.
3.
Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut.
Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada
langkah kedua diatas.
4.
Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam
langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betu-bet yakin
bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban
sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini
tentu saja diperukan metode-metode lainnya seperti demonstrasi, tugas diskusi,
dan lain-lain.
5.
Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai
kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah tadi.
[1]
Winataputra, Udin, dkk. Teori Belajar dan Pembelajarn, (Jakarta: Universitas Terbuka, 2003), hal. 28.

Post a Comment for "Fungsi Metode Problem Solving dalam Pembelajaran PAI"