Keberhasilan Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI
1. Keberhasilan
Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI di Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo
Ara
Setiap proses pendidikan, diperlukan adanya
metode yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam pendidikan
itu sendiri. Dalam proses pendidikan Islam, metode mempunyai kedudukan yang
sangat penting dalam upaya pencapaian tujuan, karena ia menjadi sarana yang
bermaknakan materi pelajaran yang tersusun dalam kurikulum pendidikan
sedemikian rupa sehingga dapat dipahami dan diserap oleh anak didik menjadi
pengertian-pengertian yang fungsional terhadap tingkah lakunya. Jadi dapat
dikatakan metode merupakan salah satu faktor yang urgen dalam menentukan
keberhasilan dan juga sarana dalam mencapai tujuan tersebut.
Metode bercerita merupakan salah satu metode
yang banyak digunakan di Raudhatul Athfal/Taman Kanak-kanak. Sebagai suatu
metode bercerita mengundang perhatian anak terhadap pendidik sesauai dengan
tema pembelajaran. Bila isi cerita dikaitkan dengan dunia kehidupan anak di
Raudhatul Athfal/Taman Kanak kanak, maka mereka dapat memahami isi cerita itu,
mereka akan mendengarkannya dengan penuh perhatian, dan dengan mudah dapat
menangkap isi cerita.
Menurut penjelasan ibu Lisnur A.Ma bahwa:
Metode bercerita merupakan metode yang sangat diminati oleh para murid. Hal
ini terlihat dari kegembiraan yang mereka ekspresikan ketika mendengarkan guru bercerita.
Kegembiraan ini tercipta karena kreasi para guru dalam penerapan metode cerita
membuat suaranya berubah-rubah. Menyesuaikan dengan tuntutan tokoh dalam cerita yang dikisahkan, ditambah lagi dengan penyampaian yang dikemas
secara penuh kesan saat menyampaikan sehingga tercipta cerita-cerita yang penuh
makna dan dapat berguna bagi murid-murid yang mendengarkan.[1]
Menjalin hubungan baik dengan para guru sangatlah penting
dalam menciptakan perubahan prilaku anak didik. Banyak di antara orang tua
murid menyaksikan perubahan positif prilaku anak-anak yang sesuai dengan cerita
yang mereka dengar dari gurunya. Di samping itu jika cerita yang disampaikan
oleh guru menyenangkan dan berkesan dalam diri anak, sesampainya di rumah anak
akan menceritakan kembali kepada orang tuanya untuk mendapatkan penguatan dari
apa yang telah diceritakan oleh gurunya. Dengan diterimanya penguatan dari
orang tuanya anak akan mengerjakan setiap hal yang diperintakan atau sebaliknya
meninggalkan segala hal yang dikatakan tidak baik. Dengan demikian bahwa
penerapan metode bercerita mempunyai pengaruh yang sangat positif dalam
kegiatan proses
belajar mengajar terhadap perkembangan keagamaan anak.
Berdasarkan dari hasil
wawancara dengan Kasmiati, menurut beliau:
Pelaksanaan
kegiatan proses belajar mengajar di Raudhatul Athfal Nurul Hilal dengan metode bercerita sangat efektif dalam
rangka penanaman nilai-nilai agama Islam pada anak. Dalam hal ini salah
seseorang guru mengatakan: Dalam menyampaikan sebuah isi tema cerita para guru
memperoleh respon positif yangdiperlihatkan oleh para murid dengan sikap selalu
antusias dan senang saat guru mengkisahkan sebuah cerita. Guru selalu
menghubungkan setiap materi cerita yang akan disajikan dengan nilai-nilai
pendidikan Islam, sehingga aspek rohani anak tersentuh dan ia akan patuh
melakukan segala apa yang diperhatikan oleh gurunya tanpa terpaksa.[2]
Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman
bagi anak di Raudhatul Athfal/Taman Kanak-kanak yang bersifat unik dan menarik
yang menggetarkan perasaan anak dan memotivasi anak untuk mengikuti cerita
sampai tuntas. Dalam kegiatan bercerita anak dibimbing untuk mengembangkan
kemampuan untuk mendengarkan cerita dari
guru, dengan jelas metode bercerita disajikan kepada anak didik bertujuan agar
mereka memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Alquran dalam kehidupan
sehari-hari dan menambahkan rasa cinta anak-anak kepada Allah, Rasul dan Alquran.

Post a Comment for " Keberhasilan Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI "