Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI
1. Kendala-kendala
Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI di Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo
Ara
Metode digunakan sebagai
suatu cara dalam menyampaikan suatu pesan ataumateri pelajaran kepada anak
didik. Metode mengajar yang tidak tepat guna akanmenjadi penghalang kelancaran
jalannya suatu proses belajar mengajar sehinggabanyak waktu dan tenaga terbuang
sia-sia. Oleh karena itu metode yang diterapkanoleh guru baru berhasil, jika
mampu dipergunakan untuk mencapai tujuan.
Menurut wawancara penulis
dengan Ibu Asrita, A.Ma guru Raudhatul Athfal Nurul Hilal bahwa dalam upaya
mengimplementasikan metode-metode bercerita dalam pembelajaran PAI di Raudhatul
Athfal Nurul Hilal Pulo Ara, tentu saja menghadapi berbagai kendala dan
tantangan. Adapun kendalanya adalah sebagai berikut:
1.
Alokasi Waktu
Waktu menjadi suatu
hambatan bagi pendidik dalam menyampaikan cerita, karena waktu untuk bercerita
kadang mengalami pergeseran. Yakni ketika waktu bermain anak yang cukup banyak,
sehingga ketika anak sudah masuk kelas kegiatan bermain masih dilakukan.
Perlu diadakan pembatasan dan pembagian waktu secara proporsional. Artinya pembelajaran dengan
metode cerita dapat diperpanjang waktunya, tidak disamakan jatah
waktu dengan pembelajaran yang menggunakan metode selain metode cerita. Perbedaan pembagian waktu pembelajaran ini
tidak masalah, karena masing-masing tingkat kebutuhan pada
pembelajaran berbeda-beda.
Disinilah peran kepala Raudhatul Athfal Nurul Hilal sebagai sentral policy maker dibutuhkan. Ia harus bertindak
taktis agar hal-hal teknis seperti pembagian waktu dapat efektif dan
efisien dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran.
2) Pengelolaan Kelas
Dalam pengelolaan kelas terkadang pendidik masih
mengalami kesulitan, sehingga pendidik mengatur tempat duduk anak, agar anak dapat
dikondisikan dengan tenang untuk siap mendengarkan cerita. Perlu pencerahan dan
pengalaman baru bagi masing-masing pendidik Raudhatul Athfal Nurul Hilal agar dapat mengkondisikan kelas dengan baik. Dapat
melalui kegiatan workshop dan sejenisnya, atau paling tidak pengayaan melalui
buku-buku teknik pembelajaran. Fungsi KKG (Konferensi Kerja Guru) seperti yang
telah berjalan pada guru-guru tingkat sekolah tampaknya patut ditiru.
Adanya forum seperti ini paling tidak dapat menjembatani
berbagai keluhan, transfer ide, pemunculan dan stimulasi ide baru antar tenaga pendidik
dalam rangka penguatan SDM pendidik sehingga mereka dapat sukses melaksanakan
pembelajaran pada anak didiknya.
3) Evaluasi
Setiap evaluasi dilakukan setiap akhir kegiatan cerita, hambatan
yang dialami pendidik yaitu anak-anak yang duduk di depan saja yang sering
menjawab pertanyaan pendidik. Untuk itu perlu variasi teknik pendekatan.
Misalnya dengan mengelilingi masing-masing anak didik mulai dari depan hingga
ke belakang. Hal ini di samping menarik perhatian anak didik, karena tidak
statis pola yang digunakan pendidik, disamping itu pendidik dapat mengkondisikan
dengan baik atas kelas.
4) Alat untuk Bercerita
Untuk alat yang digunakan dalam kegiatan bercerita
pendidik Raudhatul Athfal Nurul Hilal hanya menggunakan buku-buku cerita atau majalah
cerita dan bercerita dengan lisan. Sedangkan alat-alat bercerita seperti audio
dan audio visual belum digunakan karena terbentur kendala administrasi berupa
dana.
Pendanaan merupakan permasalahan klasik dan selalu
menjadi momok bagi perjalanan sebuah lembaga pendidikan, tak terkecuali Raudhatul Athfal Nurul Hilal Pulo Ara. Untuk itu perlu usaha bersama yang melibatkan semua
unsure, mulai pemangku atau pengelola lembaga, kepala lembaga, pendidik dan
masyarakat. Diharapkan mereka dapat duduk satu meja untuk bersama-sama
memecahkan masalah dalam hal pendanaan.
Namun hal inti yang harus pula dipegang oleh pendidik,
adalah bahwa keadaan sederhana bukan berarti keterpurukan yang tiada berarti.
Dengan kesederhanaan alat untuk bercerita, ia dituntut untuk lebih kreatif dan
sepenuh hati, untuk memperbaiki pembelajaran yang ia berikan.[1]

Post a Comment for " Kendala-kendala Metode Bercerita dalam Pembelajaran PAI "