Pembinaan Uswatunhasanah Dalam Pendidikan Anak
BAB I
P E N D A H U L U A N
A.
Latar Belakang Maslah
Memasuki Era Globalisasi, di satu
sisi manusia mengalami perubahan-perubahan dan kemajuan-kemajuan yang
mengagumkan, namun disisi lain muncul kecemasan-kecemasan sebagai dampak dari
perubahan dan kemajuan tersebut. Di Era Globalisasi lebih-lebih memasuki Era
Teknlogi Informasi dan Komunikasi, banyak orang yang bingung dan ragu bagaimana
ia harus menghadapi tantangan-tatangan tersebut. Era ini berpengaruh dalam
berbagai bidang, baik materil, moril maupun spirituil.
Berbagai pandangan juga mengalami
perubahan, baik itu pandangan anak kecil, remaja, pemuda ataupun dewasa. Saat
ini bukanlah keadaan yang serba enak yang bisa dihadapi dengan santai dan
apatis, melainkan penuh tantangan dan masalah yang berkaitan dengan diri
manusia dan lingkungannya. Terkadang Era Globalisasi dituding sebagai sumber
terjadinya dekadensi moral dan etika, kenakalan remaja, dan sebagainya. Meski
tudingan itu tidak seluruhnya salah, dunia tidak dapat menutup mata bahwa
hal-hal tersebut menantang manusia untuk menghadapinya, terutama hal-hal yang
menyangkut kepribadian termasuk didalamnya moral dan etika. Pengaruh
alkulturasi kebudayaan dalam masyarakat kadang-kadang bias goyangnya
nilai-nilai asli agama Islam, untuk membendung terjadinya erosi pada
nilai-nilai asli Islam ini maka sangat perlu adanya usaha-usaha untuk
pelestarian nilai.
Unswatun hasanah merupakan nilai
yang sangat tinggi dan mulia dalam Islam. Pelestariannya perlu dilakukan agar
dapat mengangkat derajat dan martabat umat Islam. Dengan demikian
uswatunhasanah dalam kehidupan sehari-hari merupakan kewajiban bagi orang tua
dalam arti sempit dan masyarakat serta penguasa dalam arti yang luas.
Uswatunhasanah pada mulanya dibawa oleh para Rasul SAW, suri teladan ini
merupakan suatu jaminan yang baik dan mulia. Allah SWT telah menegaskan bahwa
Nabi Muhammad SAW itu mempunyai akhlak yang cukup mulia dan perlu ditiru dalam
setiap segi kehidupan. Allah SWT berfirman:
وإنك لهلى خلق عظيم ﴿القلم : ٤﴾
Artinya: Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) sungguh telah
memiliki akhlak mulia. (Q.S. Al-Qalam: 4)
Kemuliaan seseorang atau suatu bangsa dipandangan Allah SWT
bukanlah karena nilai kekayaan, kebangsaan dan kecantikan, akan tetapi
kemuliaan tersebut ditentukan oleh ketaqwaan dan akhlaknya. Keberadaban dan
kemajuan suatu bangsa turut juga diwarnai oleh akhlak, namun akhlak dapat
juga menghancurkan dan meruntuhkan suatu
bangsa. Oleh sebab itu akhlak mempunyai
pengaruh yang sangat besar dalam
kehidupan manusia terutama dalam mewujudkan kedamaian dan ketentraman.
Perhatian Islam terhadap moral (akhlak)
sangat besar, bukti ini terlihat dari salah satu tugas utama Rasulullah SAW diutus Allah SWT adalah
untuk memperbaiki akhlak manusia.
Perihal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW:
عَنْ اَبِى هُرَيْرة رَضى الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول
الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم إِنَّمَابُعِثْتُ لأُِ تَمِّمَ مَكاَرِمَ
الأَخْلاَقِ ( رواه البيهقى).[1]
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata: telah
bersabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan
akhlak manusia". (H.R. Baihaqi)
Dengan melihat pada fenomena di atas,
dapat dimengerti bahwa Islam mempunyai konsep tersendiri tentang pembinaan
uswatunhasanah di lingkungan keluarga. Dalam Islam pembinaan uswatunhasanah di
lingkungan keluarga merupakan hal yang penting.
Salah satu konsep pembinaan akhlak
adalah pembinaan akhlak melalui keteladanan, nasehat dan bimbingan.
Pembinaan akhlak anak yang masih kecil akan membekas dalam jiwanya dan membawa
pengaruh positif terhadap perkembangan jiwanya setelah dia dewasa.
Selama ini banyak remaja yang tidak
lagi memperlihatkan sifat-sifat terpuji di dalam pergaulannya sehari-hari. Hal ini dilatarbelakangi kurang optimalnya
pembinaan pendidikan agama pada remaja serta kurang kontrol orang tua dan
lingkungan sosial masyarakat. Terlebih
lebih pada masyarakat desa yang tidak mempunyai sosial kontrol terhadap sikap
dan perilaku anak, telah menyebabkan anak usia remaja cenderung melakukan
berbagai bentuk kenakalan. Kondisi kehidupan masyarakat desa seperti ini perlu
diantisipasi dengan konsep pembinaan uswatunhasanah yang sesuai dengan
perkembangan anak. Salah satu konsep
yang dapat diterapkan adalah memberi contoh teladan yang baik kepada remaja.
Berangkat dari permasalahan dan pemikiran seperti itulah, penulis
mengangkat “PEMBINAAN USWATUNHASANAH DALAM PENDIDIKAN ANAK”
sebagai judul proposal skripsi.
B. Rumusan
Masalah
Adapun yang menjadi rumusan
masalahnya adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
upaya pembinaan uswatun hasanah dalam pendidikan anak?
2. Usaha-usaha
apa sajakah yang dilakukan oleh orang tua dalam meningkatkan pembinaan uswatun hasanah
dalam pendidikan anak?
3. Apa
saja yang menjadi kendala dalam pembinaan tersebut?
C. Tujuan
Pembahasan
Adapun yang menjadi tujuan
pembahasannya adalah sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui bagaimana upaya pembinaan uswatun hasanah dalam pendidikan anak.
2. Untuk
mengetahui usaha-usaha apa sajakah yang dilakukan oleh orang tua dalam
meningkatkan pembinaan uswatun hasanah dalam pendidikan anak.
3. Untuk
mengetahui apa saja yang menjadi kendala dalam pembinaan tersebut.
D. Kegunaan
Pembahasan
Adapun
yang menjadi kegunaan pembahasan ini adalah :
Secara teoritis pembahasan ini
bermanfaat bagi para pelaku pendidikan, secara umum dapat menambah khazanah
ilmu pengetahuan khususnya mengenai pembinaan
uswatun hasanah dalam pendidikan anak,. Selain itu hasil penelitian ini dapat di jadikan bahan
kajian bidang study pendidikan islam.
Sedangkan
secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan arti dan niliai tambah
dalam memperbaiki dan mengaplikasikan mengenai pembinaan uswatun hasanah dalam pendidikan anak. Dengan demikian, pembahasan ini di
harapkan dapat menjadi tambahan referensi dalam dunia pendidikan, khususnya
dalam dunia pendidikan islam.
E.
Penjelasan Istilah
Adanya kesimpangsiuran dan
kesalahpahaman dalam pemakaian istilah merupakan salah satu hal yang sering
terjadi, sehingga mengakibatkan penafsiran yang berbeda. Maka untuk menghindari
hal tersebut di atas, penulis merasa perlu mengadakan pembatasan dari istilah-istilah
yang terdapat dalam judul proposal skripsi ini.
Adapun istilah yang perlu penulis
jelaskan adalah sebagai berikut :
1. Pembinaan
Pembinaan berasal dari kata ”bina”
yang berarti ”membangun ,mendirikan”, kemudian diberi awalan p dan
akhiran an menjadi ”pembinaan” yang berarti ”pembangunan,
pembaharuan”. [2] Pembinaan
merupakan “suatu proses dan kegiatan yang
dilakukan secara berdaya guna memperoleh hasil yang baik”.[3]
Dalam buku ilmu pendidikan II, Nasir
Budiman menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pembinaan adalah “pembekalan
berbagai kemampuan dari lingkungan sekolah atau luar sekolah yang terpola dalam
program pendidikan sebagai usaha untuk menumbuhkan daya kreatifitas anak,
melestarikan nilai-nilai ilahi dan insani serta membekali subjek didik dengan
kemampuan yang produktif”.[4]
Menurut Aisyah Dahlan, pembinaan
adalah “segala usaha, tindakan dan kegiatan yang berhubungan dengan perencanaan
penyusunan, pembangunan, pengembangan, pengarahan, penggunaan serta
pengendalian segala sesuatu secara berdaya guna dan berhasil guna”.[5]
Adapun yang dimaksudkan pembinaan akhlak dalam tulisan ini adalah metode yang
dilakukan dalam rangka pembinaan akhlak remaja, atau proses untuk mengarahkan
dan membimbing remaja yang ada pembinaan akhlak di desa Geurugok Kecamatan
Gandapura, sehingga mereka mampu menjadi seorang yang mampu melaksanakan
perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangannya.
2. Uswatun
hasanah
Istilah ini berasal dari bahasa Arab, yang terdiri dari
uswatun dan hasanah. Menyangkut dengan uswatun ini Al-ma’luf mengatakan:
اُسْوَةٌُ- وَلإِْ سْوَةُ , اُسًى واِسىً: مايُتَعزًى بِهِ[6]
Artinya:
Uswatun, iswah, jamaknya: Usan dan Isan. Yang artinya tingkah yang dimuliakan
dengannya.
Sedangkan
حسنة
diambil dari kata: حسن yang artinya bagus atau baik. Al-Ma’luf mengatakan:
حسن
وحسن – حُسْنًا:كان جميلا فهو حسن حسانً وحسانَ , حسانون وحاسن وحسين م حسنة[7]
Maksudnya:
حسن dan
حُسَنَ jamaknya:
حُسَنًا artinya
adalah ia cantik, dan dia bagus. حَسَانَ dan حُسَان jamaknya:
حسانون
_ حاسن _ حسنة
.
Jadi uswatun hasanah
yang penulis maksudkan dalam skripsi ini adalah suatu tingkah laku yang baik
lagi mulia dan terpuji yang harus dicontohteladani.
3. Pendidikan anak
Pendidikan anak
adalah usaha orang tua dalam membina, membimbing dan melatih anaknya, agar ia
menjadi orang yang berguna dalam masyarakat. Ahmad D. Marimba mengatakan: “Pendidikan anak dapat diartikan dengan
bimbingan atau pimpinan secara sadar terhadap perkembangan jasmani dan rohani
sitedidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.[8]
Pendidikan
anak yang penulis maksudkan adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh orang tua
untuk menyelematkan anaknya dari tindakan-tindakan yang tidak terpuji.
F. Metodelogi
Penelitian
Adapun metodelogi dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Jenis
Penelitian
Penelitian
ini digolongkan kedalam penelitian kepustakaan (library research) karena data yang diteliti berupa
naskah-naskah atau majalah-majalah yang
bersumber dari khazanah
kepustakaan.[9] Untuk itu, data yang akan diambil sepenuhnya
barasal dari kepustakaan atau buku-buku.
2. Pendekatan
Penelitian
Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan historis. Pendekatan historis
adalah proses yang meliputi pengumpulan dan penafsiran gejala untuk memahami
kenyataan sejarah bahkan untuk memahami kenyataan situasi sekarang dan
meramalkan perkembangan yang akan datang.[10]
Pendekatan
inipun adalah upaya mengungkap/mengkaji arti dan pemikiran manusia berdasarkan
dokumen ilmiah yang dihasilkan oleh pendahulunya atau dokumen sejarah.
3. Ruang
Lingkup Penelitian
Ruang lingkup
penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah : metode
Rasulullah dalam membentuk kepribadian anak berdasarkan pendidikan Islam.
4. Sumber
Data
Penelitian
ini menggunakan 2 ( dua ) sumber data yaitu: sumber data primer dan sumber data
skunder.
Sumber data
primer adalah sumber data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data
dan penyelidik untuk tujuan penelitian.[11].
Adapun sumber data primer dalam penelitian ini adalah:
1) M. Nasir Budiman, Ilmu Pendidikan II, Fakultas
Tarbiyah, Banda Aceh, 2000.
Sumber data
skunder adalah sumber data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh
orang luar penyelidik itu sendiri walau yang dikumpulkan itu sebenarnya adalah
data asli.[12] Data skunder dalam
penelitian ini adalah buku-buku yang mempunyai relevansi untuk memperkuat
argumentasi dan melengkapi hasil penelitian ini. Adapun peneliti terdahulu
antara lain:
1)
Nadia Ramadhani (STAI,2010), dengan judul skripsi “Nilai Pendidikan Akhlak Yang Terkandung
Dalam Surat Al-Ahzab Ayat 21”.
5. Tehnik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan adalah metode survey
literatur, yaitu mencari data mengenai catatan–catatan terdahulu antara lain
melalui:
1.
Pedoman
Pendidikan Anak Dalam Islam karya Abdullah Nashih Ulwan
2. Peranan
Wanita Islam Dalam Pembangunan nasional, Aisyah Dahlan
3. Ilmu
Pendidikan dalam Perspektif Islam, karya Ahmad Tafsir.
4.
Azas-Azas Pendidikan Islam, Ahmad D
Marimba.
5.
Psikologi Pendidikan Dengan
Pendekatan Baru,
Muhibuddin Syah
6. Pengantar Filsafat Pendidikan. Ahmad
D. Marimba.
6. Tehnik Analisa Data
Dalam menganalisa data yang telah terkumpul penulis menggunakan
beberapa metode, yaitu:
1)
Metode Deskriptif
Yaitu peneliti
menguraikan secara teratur seluruh konsepsi buku.[13]
2)
Metode Induktif
Dengan
berdasarkan pada analisa isi kitab tersebut, maka penulis mengambil kesimpulan
dengan metode induksi, yaitu menganalisa semua bagian dan semua
konsep pokok satu persatu dan dalam hubungannya satu sama lain agar darinya
dapat dibangun suatu pemahaman sintesis[14].
G. Sistematika
Penulisan
Adapun sistematika dalam penulisan dalam pembahasan
proposal skripsi ini adalah sebagai
berikut :
Pada bab satu terdapat pendahuluan meliputi : latar
belakang masalah, rumusan masalah, tujuan pembahasan, kegunaan pembahasan,
penjelasan istilah, metode penelitian dan sistematika penulisan.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Al-Baihaqi, Sunan Qubra, Jilid X,
Mesir: Dar Al-Fikri, tt.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus
Besar Bahasa Indonesia, Jakarta:
ttp, 1996.
Abu Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, cet II,
Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
M. Nasir Budiman, Ilmu Pendidikan II,
Fakultas Tarbiyah, Banda Aceh, 2000.
Aisyah Dahlan, Peranan Wanita Islam Dalam
Pembangunan nasional, Ihya Ulumuddin, No. 11 Tahun 1974.
Al-Ma’luf, Al-Munjid, Cet.XXVI, Darul
masyruq, bairut Libanon, 1983.
Ahmad D. marimba, Pengantar Filsafat
Pendidikan, Bandung, Al-Ma’arif, 1990.
M. Nazir, Metode Penelitian, Jakarta:
PT. Ghalia Indonesia,1998.
Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian
Research I,Yogyakarta: Yayasan Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981.
Winarmo Surachmad,Dasar dan Teknik
Research Pengantar Metodologi Ilmiah, Bandung: Angkasa, 1987.
[1] Al-Baihaqi, Sunan Qubra, Jilid X, (Mesir: Dar Al-Fikri, tt), hal.
192.
[2] Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: ttp, 1996), hal. 866.
[3] Abu
Ahmadi, Ilmu Sosial Dasar, cet II, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), hal.
96.
[4] M.
Nasir Budiman, Ilmu Pendidikan II, (Fakultas Tarbiyah, Banda Aceh,
2000), hal.47.
[5]
Aisyah Dahlan, Peranan Wanita Islam Dalam Pembangunan nasional, (Ihya
Ulumuddin, No. 11 Tahun 1974), hal. 5.
[6]
Al-Ma’luf, Al-Munjid, Cet.XXVI, Darul masyruq, bairut Libanon, 1983,
hal. 11.
[7] Ibid...,
hal. 134.
[8]
Ahmad D. marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan, (Bandung, Al-Ma’arif,
1990), hal 671.
[9] M.
Nazir, Metode Penelitian, ( Jakarta: PT. Ghalia Indonesia,1998 ), hal 54
[10]
Sutrisno Hadi, Metodologi Penelitian Research I, , (Yogyakarta: Yayasan
Penelitian Fakultas Psikologi UGM, 1981), hal. 45.
[11]
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik Research Pengantar Metodologi Ilmiah,
( Bandung: Angkasa, 1987 ), hal. 163.
[12]
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,....................,hal. 163
[13]
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,....................,hal. 140
[14]
Winarmo Surachmad,. Dasar dan Teknik,....................,hal. 141

Post a Comment for "Pembinaan Uswatunhasanah Dalam Pendidikan Anak"