Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Solusi Pemecahannya dalam Pembelajaran pada RA


A.    Solusi Pemecahannya dalam Pembelajaran pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen
     

Solusi adalah jalan keluar untuk mengatasi suatu masalah yang terjadi, baik masalah itu bersifat intern dan ekstern. Solusi yang dianggap tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen adalah melalui penerapan metode demonstrasi. Berdasarkan hasil observasi penulis di RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen bahwa”.[1]
Adapun solusi dalam mengimplemetasikan strategi pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut:
a.      Guru
Menurut penuturan yang di sampaikan oleh Ibu Lisnur, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen bahwa solusi dalam implementasi strategi pembelajaran demonstrasi pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen bahwa “Pemerintah harus memberikan perhatian yang serius terhadap guru, agar guru tersebut dapat mengikuti pelatihan dan penataran tentang pendekatan strategi pembelajaran demonstrasi. Sehingga dalam penerapannya disekolah dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan”.[2] Disamping itu pula, agar pemerintah dapat menyediakan beasiswa kuliah bagi guru yang belum sarjana untuk kuliah gratis. Agar dapat memperbaiki kompetensi guru dimasa yang akan datang.
Menurut Ibu Suryanti, guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen bahwa ada dua persoalan yang berkaitan dengan guru dalam hubungannya dengan kendala implementasi strategi pembelajaran demonstrasi pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen.
Pertama, minimnya fasilitas yang dimiliki guru terutama sangat terbatasnya literatur guru dalam menunjang proses pembelajaran. Guru juga harus banyak membangkitkan semangat membaca. Sementara itu jika diharapkan dari guru untuk membeli sendiri buku-buku yang berhubungan dengan materi pembelajaran tidak mungkin, karena gaji yang diterima oleh seorang guru rata-rata tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Kedua, sangat sedikit pelatihan, seminar dan in-servise training pendidikan bagi Guru PAUD terutama dalam kaitanya dengan penerapan strategi pembelajaran.[3] 

b.     Siswa
Menurut pengakuan Lisnur, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen “agar implementasi strategi pembelajaran demonstrasi pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen dapat diterapkan sebagaimana yang diharapkan disekolah, hendaknya guru mensosialisasikan pendekatan pembelajaran tersebut terhadap siswa agar dalam penerapannya siswa sudah memahami pendekatan pembelajaran tersebut sehingga guru dapat dengan mudah menerapkan dalam proses pembelajaran”.[4] Lebih lanjut Ibu Nur Fitri menjelaskan bahwa “secara umum siswa belum siap mengikuti proses belajar mengajar dengan strategi pembelajaran demonstrasi pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen, hal ini dikarenakan tidak didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai”.[5]
Disamping itu tidak semua siswa mampu mencapai ketuntasan belajar yang dituntut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan karena kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh siswa tidak sama. Perubahan kurikulum membuat siswa sulit menyesuaikan diri sedangkan guru kurang memberikan motivasi. Siswa belum terbiasa dengan model baru ini dan masih dituntut keaktifan mereka dalam memahami semua topik yang diajarkan. Guru kesulitan menghadapi anak-anak yang tidak aktif dan tidak mencapai ketuntasan belajar, karena kemanpuan siswa itu berbeda-beda. Disamping guru harus membuat remedial, juga dituntut tetap melanjutkan materi kepada siswa lain yang telah tuntas, bentuk remedial yang diberikan kepada siswa juga harus bervariasi sesuai dengan tingkat ketidaktuntasan belajar dan kemampuan siswa yang tidak sama.
Mencermati berbagai kendala yang dihadapi dalam proses implementasi strategi pembelajaran demonstrasi pada RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen, para guru secara umum menyampaikan gagasan mereka  dalam upaya mencari solusi alternatif terhadap pemecahan kendala dan problem tersebut sebagai berikut:
      a.     Menyediakan fasilitas dan pendidikan tambahan bagi guru;
     b.     Menyiapakan media pembelajaran yang memadai;
      c.     Tersedianya buku pelajaran  (bahan ajar) yang cukup di sekolah;
     d.     Perpustakaan sekolah harus buka selama PBM (Proses Belajar Mengajar) berlangsung;
      e.     Tersedianya alokasi waktu yang cukup untuk pelajaran Bahasa Arab;
      f.     Strategi Demontrasi perlu diterapkan dan dilanjutkan oleh semua sekolah, hanya saja perlu disempurnakan beberapa aspek, seperti: meningkatkan peran orang tua siswa dalam memotivasi belajar dan mengawasi prilaku siswa; disamping itu pemerintah harus memberikan perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan dan kualitas guru agar dapat menjalankan tugasnya secara lebih profesional;
     g.     Adanya Kebijakan dari pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang memberikan perhatian yang serius terhadap pelaksanaan pendidikan anak usia dini terutama dalam alokasi dana yang memadai, pelatihan guru yang kredibel dan profesional serta media pembelajaran yang cukup dalam menunjang pengembangan kurikulum ini ke depan;[6]
Secara teoritis, strategi pembelajaran demonstrasi lebih baik dan lebih efektif dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Hanya yang perlu digaris bawahi adalah keseriusan berbagai pihak yang terkait dengan strategi pembelajaran demonstrasi itu menjadi kunci kesuksesannya pembelajaran.
Pembelajaran dengan demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam materi pelajaran yang didemonstrasikan. Penerapan metode metode pembelajaran demonstrasi mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode metode pembelajaran demonstrasi sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.
                                               


               [1] Observasi Penulis RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen, Observasi di RA  Nurul Hilal, 25 September 2015.
[2]Lisnur, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen pada Hari Rabu Tanggal 05 Oktober 2015.

               [3] Suryanti, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen pada Hari Rabu Tanggal 29 September 2015.

               [4] Lisnur, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen pada Hari Rabu Tanggal 06 Oktober 2015.

               [5] Nur Fitri, Guru RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen pada Hari Rabu Tanggal 06 Oktober 2015.
               [6] Rosmani, Kepala RA Nurul Hilal Kota Juang Bireuen pada Hari Rabu Tanggal 06 Oktober 2015.

Post a Comment for " Solusi Pemecahannya dalam Pembelajaran pada RA "