Fenomena Pasca Deklarasi Pilpres
"Jika sebelumnya marah ketika Ulama dilecehkan. Tapi, sekarang ia sendiri yang melecehkan Ulama"
"Jika dulu teriak ingin kepemimpinan Ulama. Tapi, sekarang benci ketika Ulama hendak diangkat ke pemimpin"
"Jika dulu ingin cawapres dari kalangan Ulama. Tapi, sekarang tidak penting cawapres Ulama, yang penting cawapres ganteng dan kaya"
"Jika dulu TGB dipuja. Tapi, sekarang ia dicerca"
"Jika dulu KH Ma'ruf Amin dipuji dan dibela. Tapi, sekarang ia dicitrakan ditipu oleh penguasa"
"Jika dulu Ulama diijtima'kan jadi wakil saja. Tapi, sekarang dibilang wakil hanya ban serap semata"
"Jika dulu keputusan Ulama dipuja. Tapi, sekarang keputusan Ulama dianggap strategi saja"
Artinya, Ulama hanya didukung tatkala sesuai selera. Tapi, ketika berbeda akan ditinggalkan dan dicerca.
"Padahal, tak salah beda pilihan. Tapi, yang salah adalah menyalahkan pilihan orang"
Post a Comment for "Fenomena Pasca Deklarasi Pilpres"