-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Bulan ke-6 Belajar di Rumah

Bulan ke-6 Belajar di Rumah

Tahun ajaran baru, Rafa naik kelas III, tanpa harus masuk sekolah. Dia menandai diri telah naik kelas, dengan perubahan alat tulis. Kini ia menulis menggunakan pulpen.

Bilqis, seperti biasa. Ini tahun ketiga di TK. "Adek udah pindah ke TK B," demikian dia berujar. Dia belum bisa membaca. Tapi sudah bisa menulis dengan cara meniru, walau belum pas. Angka, huruf latin dan abjad Arab sudah bisa dia coret di kertas.

Uminya anak-anak bertindak sebagai guru. Kami tidak perlu repot belajar daring. Karena pihak sekolah memutuskan tidak ada kelas daring. Mereka memberikan buku tema dan murid diminta mengerjakan tugas sekolah di rumah. Tentu di bawah pengampuan orangtua masing-masing.

Mutia Dewi memiliki kemampuan luar biasa mengampu dua anak kami.

Di luar pelajaran sekolah, Rafa sudah mandiri memilih bacaan. Mulai membaca komik edukasi, menonton kartun, menonton youtube kids bertema sains dan sesekali menonton serial komedi situasi Kelas Internasional.

"Kalau besar Abang mau kuliah di Al-Azhar Cairo," demikian dia mematri impian. Dia sering mendengar tentang Al-Azhar dari saya. Universitas besar itu adalah mimpi yang pernah terpatri di dalam jiwa saya, tapi tak mau saya raih. Bahkan menyampaikan kepada ibu pun, tidak berani. Terlalu jauh. Latar pendidikan saya pun tidak memungkinkan langkah saya bisa ke sana.

Penulis: Muhajir Juli

Post a Comment for "Bulan ke-6 Belajar di Rumah"