Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Khofifah: Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Dorong Pengentasan Kemiskinan PeGampongan



Upaya penanggulangan kemiskinan terutama di peGampongan terus dilakukan Pemprov Jawa Timur. Peningkatan pertumbuhan ekonomi terus didorong dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat, salah satunya melalui program Badan Usaha Milik Gampong (Badan Usaha Milik Gampong (BUMG)). Melalui program ini diharapkan potensi Gampong dapat terus dikembangkan sehingga kemiskinan di peGampongan dapat ditekan.

“Penguatan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru, bisa dilakukan oleh Gampong-Gampong melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), didukung dengan dana Gampong serta inovasi dan kreatifitas masyarakat yang semakin besar,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka Jambore dan Launching Klinik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Lokasi Wisata Boonpring Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Kerto Raharjo, Gampong Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Sabtu (4/5/2019).

Menurutnya, kegiatan Jambore ini mampu menjadi wadah bertemunya Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Jatim untuk dapat saling bertukar pengalaman serta mempromosikan produk unggulannya. Melalui forum ini diharapkan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Jatim semakin tumbuh dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Gampong.

“Jambore ini bisa dijadikan salah satu format bagaimana membangun ekonomi dari Gampong dan mendukung pertumbuhan ekonomi produktif dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki Gampong tersebut,” katanya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengapresiasi Lokasi Wisata Boonpring, Kabupaten Malang yang kemudian mampu menjadi referensi bagi daerah lain. Selain itu, Gampong wisata yang bisa menjadi percotohan adalah Gampong Wisata Pujon Kidul yang juga terletak di Kabupaten Malang.

“Teman-teman bisa ikut membangun komunikasi dan memviralkan melalui media sosial sehingga yang datang bukan hanya wisatawan tapi juga peneliti yang bisa melihat dan meneliti spesies yang ada disini, ini akan menjadi kekuatan masyarakat disini,” terangnya.

Ditambahkannya, dari total 7.724 Gampong yang ada di Jatim, saat ini terdapat 5.432 unit Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan sebanyak 413 sudah berkembang dan maju. Sisanya masih dibutuhkan pendampingan. Pendampingan ini salah satunya dilakukan melalui klinik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) untuk memfasilitasi pemetaan potensi dan jenis usaha Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), peningkatan kapasitas dan kewirausahaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), serta penguatan jejaring pemasaran.

“Ke depan, saya harap ada strong partnership dan kolaborasi antara dunia usaha dan industri, perbankan, perguruan tinggi, serta bersama masyarakat dan pemerintah untuk mendukung tumbuhnya BUM Gampong termasuk juga melakukan pendampingan.” katanya.

Pada acara jambore ini sekaligus dilakukan launching klinik Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) yang bertujuan untuk memberikan ruang akselerasi kepada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) agar cepat tumbuh dan berkembang, maju dan mandiri.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jatim sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang BUM Gampong Terbaik Provinsi Jatim tahun 2019, diantaranya Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Kujati Perdana Kab. Pasuruan (Juara I), Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Mitra Sejati Kab. Trenggalek (Juara 2), serta Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Tawangsari Kab. Malang (Juara 3). Usai pembukaan, gubernur meresmikan pembukaan pasar tradisional Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Kertoharjo serta meninjau stand-stand dalam Pameran Gelar Produk Badan Usaha Milik Gampong (BUMG)

Sumber: https://duta.co