Keutamaan Zuhud terhadap Dunia
a.
Keutamaan
Zuhud terhadap Dunia
Zuhud
merupakan sifat mulia bagi orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, karena
ia tidak akan tertipu oleh perhiasan dunia dengan segala kelezatannya, baik
harta, wanita, maupun tahta. Zuhud bukan berarti meninggalkan duniawi. Tetapi
orang yang zuhud adalah orang yang beriman dan beramal shalih di dunia,
memakmurkan bumi, dan berbuat untuk kemaslahatan manusia. kemudian mereka
meraih hasilnya di dunia berupa fasilitas dan kenikmatan yang halal di dunia.
Pada saat yang sama, hati mereka tidak tertipu pada dunia. Mereka meyakini
bahwa dunia itu fana, dan akhiratlah yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga,
orang-orang zuhud beriman kepada Allah, beramal shaleh di dunia dengan segala
kesungguhannya bukan hanya untuk mendapatkan kenikmatan sesaat di dunia yang
fana ini, tetapi untuk meraih ridha Allah dan surga-Nya di akhirat.[1]
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam surat Ali Imran ayat 14-15,
yang berbunyi:
Artinya: Dijadikan indah pada (pandangan) manusia
kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta
yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga). Katakanlah: "Inginkah Aku kabarkan kepadamu apa
yang lebih baik dari yang demikian itu?". untuk orang-orang yang bertakwa
(kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya
sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri
yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan
hamba-hamba-Nya. (Q.S. Ali
Imran: 14-15).[2]
Melihat
ayat di atas, penulis dapat memahami bahwa, orang yang zuhud memiliki keutamaan
yang sangat mulia yaitu: Allah menjanjikan adanya pembalasan surga di hari
kemudian kelak. Namun demikian, bukan berarti kutamaan orang zuhud itu
harus meninggalkan memiliki harta,
wanita, dan kedudukan, karena Nabi Daud
a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. adalah orang yang paling zuhud di zamannya, tetapi
memiliki banyak harta, wanita, dan kedudukan.
[1]
Al-Imam Asy –Syaikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah, Jalan Orang-orang
yang mendapat petunjuk, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 1997), hal. 415.
[2]
Departemen Agama RI, Mushaf Al-Quran Terjemah..., hal. 51.

Post a Comment for "Keutamaan Zuhud terhadap Dunia"