Usaha-usaha Orang Tua dalam menanggulangi Kekerasan Anak di Desa
1. Usaha-usaha Orang Tua dalam menanggulangi Kekerasan Anak di
Desa Pante Baro
Orang tua tentu menginginkan anak
bersikap kooperatif tatkala orangtua memberikan peraturan, perintah, atau
larangan kepadanya. Anak yang bersikap kooperatif bersedia untuk menerima
peraturan dan batasan yang diberikan orangtua. Ia patuh karena peduli pada apa
yang dikehendaki atau diinginkan orangtua, bukan karena terpaksa atau karena
merasa takut pada ancaman atau amarah orangtua. Berikut ini akan dibahas apa
saja yang bisa dilakukan orangtua agar anak patuh dan menunjukkan sikap
kooperatif kepada orangtua.
Orangtua perlu menunjukkan contoh
kepatuhan terhadap otoritas, misalnya saja kepatuhan terhadap peraturan lalu
lintas, peraturan di lingkungan tempat tinggal setempat, peraturan di
supermarket, hotel, rumah makan yang dikunjungi, dan sebagainya. Contoh yang
diberikan orangtua ini memberikan pesan kepada anak, bahwa saat kita berada di
bawah suatu otoritas, kita harus tunduk kepada otoritas tersebut, dan bahwa
‘selalu ada yang berwenang di atas kita’ adalah sebuah kenyataan yang harus
diterima dalam hidup di dunia ini.
Sebelum memberikan peraturan kepada
anak, tanyakan kepada diri sendiri, seberapa penting aturan itu. Hindari
memberikan banyak larangan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Utamakan
membuat peraturan untuk hal-hal yang terkait dengan keselamatan anak dan kesejahteraan
orang lain. Peraturan yang penting misalnya, tidak boleh menyakiti orang lain,
tidak boleh merusak barang milik orang lain atau milik bersama, tidak boleh
bermain benda-benda berbahaya. Terlalu sering orangtua melarang anak melakukan
sesuatu hanya karena alasan orangtua tidak ingin dibuat repot oleh anak.
Berdasarkan hasil wawancara penulis
dengan ibu mukminah masyarakat Desa Pante Baro Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen
dan menurut pengakuannya bahwa dalam membetulkan kesalahan anaknya beliau memberikan
peringatan sambil memberikan sanksi apabila mengulangi kembali perbuatan yang
salah[1].
Dalam kesempatan yang lain penulis
mewancarai bapak Muhammad Ali dan menurut penuturannya bahwa dalam membetulkan
kesalahan anak, beliau memberikan sanksi berupa pukulan dalam rangka menjerakan
anak agar anaknya tidak mengulangi kembali kesalahan yang dilakukannya karena
telah merasa jera dengan pukulan yang diberikan kepadanya[2].
Adapun usaha-usaha orang tua dalam
menanggulangi kekerasan anak di Desa Pante Baro:
Pertama, orang tua di Desa Pante Baro Kecamatan Juli
Kabupaten Bireuen menghindari pemukulan anak dengan cara kekerasan.
Kedua, orang tua di Desa Pante Baro Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen mengajarkan
anaknya untuk tidak melakukan kesalahan, sehingga dengan tidak melakukan
kesalahan tidak perlu memberikan hukuman dengan kekerasan.

Post a Comment for "Usaha-usaha Orang Tua dalam menanggulangi Kekerasan Anak di Desa"